Ajaib
Menu

Berita

BEI Tambah Daftar HSC Jadi 51 Saham, Ada yang Kepemilikannya Tembus 99,99%

SalsabillaJuly 15, 2026

BEI Tambah Daftar HSC Jadi 51 Saham, Ada yang Kepemilikannya Tembus 99,99%

Key Takeaways

  • Bursa Efek Indonesia (BEI) memperbarui daftar saham High Shareholding Concentration (HSC) menjadi 51 emiten berdasarkan evaluasi per 30 Juni 2026, melonjak signifikan dari 10 saham saat pertama kali diumumkan pada April 2026.
  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menempati posisi teratas dengan konsentrasi kepemilikan 99,99%, diikuti DCII, BBSI, PGUN, dan POLU yang seluruhnya berada di atas 99,9%.

BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Kini Capai 51 Emiten

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC), kategori saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi pada satu pihak atau kelompok terafiliasi. Berdasarkan evaluasi metodologi Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 30 Juni 2026, jumlah emiten yang masuk kategori ini bertambah menjadi 51 saham, jauh lebih banyak dibandingkan 10 saham saat pertama kali diumumkan pada 3 April 2026.

Ada satu catatan menarik dari pembaruan ini: PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), yang sebelumnya sempat masuk daftar HSC, justru dicabut statusnya oleh BEI efektif 29 Juni 2026 dan baru diumumkan ke publik pada 2 Juli 2026. Keterbukaan data semacam ini menjadi bagian dari upaya BEI meningkatkan transparansi dan perlindungan investor di pasar modal, sekaligus memberi gambaran lebih jelas soal saham mana saja yang perlu dicermati struktur kepemilikannya.

Apa Itu Saham HSC dan Kenapa Perlu Diperhatikan?

HSC adalah kategori saham yang sebagian besar sahamnya dikuasai oleh satu pihak atau kelompok terafiliasi, sehingga porsi saham yang beredar bebas di publik (free float) menjadi sangat terbatas. Berikut beberapa risiko yang melekat pada karakteristik saham semacam ini:

  • Likuiditas yang terbatas: karena mayoritas saham dikuasai segelintir pihak, volume transaksi harian cenderung tipis, sehingga investor bisa kesulitan menjual saham saat kondisi pasar sedang bergejolak.
  • Harga rentan bergerak ekstrem: dengan kepemilikan yang minim di publik, transaksi kecil dari pemegang saham utama saja berpotensi membuat harga melonjak tinggi atau jatuh dalam, sehingga pergerakannya belum tentu mencerminkan mekanisme pasar secara keseluruhan.
  • Kendali penuh ada di tangan pemegang saham utama: mulai dari arah kebijakan perusahaan hingga keputusan dividen banyak ditentukan oleh pihak yang menguasai mayoritas saham, bukan oleh mekanisme pasar terbuka.

Ketiga karakteristik ini yang membuat BEI secara berkala memperbarui dan mempublikasikan daftar saham HSC, agar investor memiliki acuan tambahan sebelum memutuskan bertransaksi pada saham-saham tersebut.

Daftar Lengkap 51 Saham HSC per 30 Juni 2026

Berikut daftar lengkap 51 saham yang masuk kategori HSC, diurutkan dari tingkat konsentrasi kepemilikan tertinggi ke terendah:

NoKodeNama EmitenKonsentrasi Kepemilikan
1MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk99,99%
2DCIIPT DCI Indonesia Tbk99,96%
3BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk99,95%
4PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk99,95%
5POLUPT Golden Flower Tbk99,94%
6SOHOPT Soho Global Health Tbk99,93%
7BNLIPT Bank Permata Tbk99,92%
8YUPIPT Yupi Indo Jelly Gum Tbk99,91%
9ROCKPT Rockfields Properti Indonesia Tbk99,85%
10PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk99,84%
11BTPNPT Bank SMBC Indonesia Tbk99,78%
12FAPAPT FAP Agri Tbk99,77%
13IFSHPT Ifishdeco Tbk99,77%
14SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk99,58%
15MLPTPT Multipolar Technology Tbk99,42%
16CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk99,41%
17GEMSPT Golden Energy Mines Tbk99,24%
18LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk99,21%
19BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk99,14%
20ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk98,90%
21MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk98,62%
22BYANPT Bayan Resources Tbk98,50%
23KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk98,40%
24SOTSPT Satria Mega Kencana Tbk98,35%
25DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk98,06%
26RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk98,03%
27AGIIPT Samator Indo Gas Tbk97,75%
28ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk97,62%
29DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk97,35%
30BRENPT Barito Renewables Energy Tbk97,31%
31SRAJPT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk97,21%
32MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk97,02%
33SILOPT Siloam International Hospitals Tbk96,70%
34CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk96,64%
35HATMPT Habco Trans Maritima Tbk96,09%
36MGLVPT Panca Anugrah Wisesa Tbk95,94%
37WBSAPT BSA Logistics Indonesia Tbk95,82%
38DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk95,76%
39MEGAPT Bank Mega Tbk95,68%
40MORAPT Ekamas Mora Republik Tbk95,65%
41RLCOPT Abadi Lestari Indonesia Tbk95,34%
42KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk95,08%
43FITTPT Hotel Fitra International Tbk95,00%
44STTPPT Siantar Top Tbk94,95%
45BINAPT Bank Ina Perdana Tbk94,79%
46SATUPT Kota Satu Properti Tbk94,27%
47TCPIPT Transcoal Pacific Tbk94,10%
48BELIPT Global Digital Niaga Tbk93,83%
49MGROPT Mahkota Group Tbk93,76%
50FILMPT MD Entertainment Tbk92,98%
51BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk92,71%

Dari daftar di atas, terlihat cukup banyak nama-nama besar yang selama ini aktif diperdagangkan, seperti BREN, BYAN, GEMS, DSSA, hingga emiten perbankan seperti BTPN, BNII, dan MEGA. Ini menunjukkan bahwa status HSC tidak selalu identik dengan saham yang jarang ditransaksikan, melainkan lebih pada struktur kepemilikannya yang memang terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Yang Perlu Diperhatikan Trader

Masuknya sebuah saham ke daftar HSC bukan berarti saham tersebut otomatis harus dihindari, tetapi karakteristik kepemilikannya perlu jadi pertimbangan tambahan dalam menyusun strategi. Berikut beberapa hal yang bisa jadi perhatian:

  • Cek free float sebelum masuk posisi besar: pada saham dengan konsentrasi kepemilikan di atas 99%, porsi saham yang benar-benar likuid di pasar sangat kecil. Memasang order dalam jumlah besar pada saham semacam ini berisiko membuat harga bergerak jauh dari harga acuan hanya karena volume yang tipis.
  • Waspadai pergerakan harga yang tidak wajar: lonjakan atau penurunan harga secara tiba-tiba pada saham HSC bisa jadi bukan cerminan sentimen pasar secara luas, melainkan hasil dari transaksi segelintir pihak. Membaca konteks di balik pergerakan harga menjadi lebih penting dibanding sekadar mengikuti tren candle.
  • Perhatikan aksi korporasi dari pemegang saham utama: karena kendali kebijakan perusahaan, termasuk soal dividen banyak ditentukan oleh pemilik mayoritas, mengikuti perkembangan aksi korporasi emiten HSC bisa memberi gambaran arah saham ke depan yang lebih jelas dibanding hanya mengandalkan analisis teknikal semata.
  • Sesuaikan ukuran posisi dengan tingkat likuiditas: mengingat volume transaksi yang terbatas, ukuran posisi yang proporsional terhadap likuiditas harian saham tersebut bisa membantu menghindari kesulitan saat ingin keluar dari posisi di waktu yang diinginkan.

Memahami status HSC suatu saham pada dasarnya adalah bagian dari proses membaca risiko secara lebih menyeluruh, sehingga keputusan bertransaksi bisa didasarkan pada pemahaman struktur kepemilikan, bukan semata pergerakan harga di layar.

Pantau dan Mulai Investasi Saham di Ajaib!

Memahami struktur kepemilikan suatu saham, termasuk status HSC seperti ini, jadi salah satu langkah penting sebelum kamu menentukan strategi trading saham. Gunakan aplikasi Ajaib untuk pantau pergerakan harga saham, informasi broker, hingga corporate action dengan mudah. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/research/20260715055653-128-750864/update-daftar-baru-51-saham-konsentrasi-tinggi-hsc-kepemilikan-999

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!