Ajaib
Menu

Berita

Antrean IPO Belum Usai! BEI Ungkap Masih Ada 4 Calon Emiten Antre Melantai di Bursa

SalsabillaJuly 15, 2026

Key Takeaways

  • Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 4 calon emiten dalam pipeline IPO, terdiri dari 2 perusahaan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar) dan 2 perusahaan aset skala besar (di atas Rp250 miliar).
  • Hingga 10 Juli 2026, sudah ada 7 emiten baru yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
  • Aktivitas IPO yang terus berlanjut ini turut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang solid, termasuk pertumbuhan PDB kuartal I 2026 sebesar 5,61%.

4 Calon Emiten Antre IPO, Dua di Antaranya Berskala Besar

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan masih ada 4 perusahaan dalam antrean (pipeline) untuk mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menyebutkan bahwa keempat calon emiten tersebut bergerak di sektor material dasar, consumer non cyclical, hingga kesehatan. Dari sisi skala usaha, dua di antaranya merupakan perusahaan dengan aset di bawah Rp50 miliar, sementara dua lainnya memiliki aset di atas Rp250 miliar.

Kabar ini melengkapi capaian IPO sepanjang tahun berjalan, di mana hingga 10 Juli 2026 telah tercatat 7 perusahaan yang resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Momentum ini juga menjadi istimewa karena menjadi IPO kedua di Indonesia sepanjang 2026 yang berlangsung di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi, sekaligus IPO pertama sejak Direktur Utama BEI yang baru menjabat.

Progres IPO di BEI Tahun Ini

KategoriData
Calon Emiten dalam Pipeline4 perusahaan
Aset Skala Kecil (< Rp50 miliar)2 perusahaan
Aset Skala Besar (> Rp250 miliar)2 perusahaan
Emiten Baru Tercatat (s.d. 10 Juli 2026)7 perusahaan
Total Dana DihimpunRp2,16 triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai berlanjutnya aktivitas IPO menjadi salah satu indikator terjaganya kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional. Pandangan ini sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61%, mencerminkan resiliensi di tengah dinamika ekonomi global.

Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga, meningkatnya aktivitas investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan pemerintah untuk memperkuat iklim usaha. Dengan latar belakang ini, keberlanjutan pipeline IPO turut memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha, memungkinkan perusahaan mempercepat ekspansi, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membuka lebih banyak lapangan kerja.

Fundamental Ekonomi jadi Penopang Optimisme Pasar Modal

Selain data makro secara umum, sejumlah indikator sektoral turut memperkuat gambaran optimisme di balik keberlanjutan aktivitas IPO:

  • Kontribusi industri makanan dan minuman ke PDB meningkat menjadi 7,31% pada triwulan I 2026, naik dari 7,20% di periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sektor mencapai 7,04% seiring meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
  • Realisasi investasi di sektor makanan dan minuman tetap solid, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp10,48 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun pada triwulan I 2026.
  • MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market pada evaluasi Juni 2026, mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi sekaligus meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Ke depan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI disebut akan terus memperkuat reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor, guna memperdalam pasar modal domestik sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha.

Hal yang Perlu Diperhatikan Trader Saham

Munculnya kabar seputar calon emiten yang akan IPO kerap memancing spekulasi di kalangan pelaku pasar, jauh sebelum proses pencatatan resmi berlangsung. Beberapa hal berikut bisa membantu menyaring informasi tersebut menjadi keputusan yang lebih terukur:

  • Perhatikan skala aset dan sektor usaha calon emiten: perusahaan dengan aset besar cenderung memiliki struktur bisnis dan tata kelola yang lebih matang, sementara perusahaan skala kecil biasanya membawa profil risiko dan potensi volatilitas yang berbeda begitu resmi listing.
  • Tunggu prospektus resmi sebelum menilai valuasi: detail penting seperti penggunaan dana hasil IPO, proyeksi kinerja, dan struktur kepemilikan pasca-listing baru bisa dinilai secara utuh setelah prospektus diterbitkan, bukan dari spekulasi awal semata.
  • Kaitkan dengan tren sektor yang sedang tumbuh: mengingat sektor makanan dan minuman tercatat sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi saat ini, calon emiten dari sektor konsumer bisa jadi salah satu yang layak dicermati lebih lanjut begitu proses pencatatannya mendekati tahap akhir.

Membaca pipeline IPO secara lebih menyeluruh seperti ini membantu trader menyusun ekspektasi yang lebih realistis.

Mulai Investasi Saham di Ajaib!

Mengikuti perkembangan pipeline IPO dan data pasar modal secara berkala bisa membantu kamu menyusun strategi trading saham yang lebih matang. Download Ajaib sekarang agar kamu tidak ketinggalan momentum pesan saham IPO saat masa penawaran awal.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260713090449-17-750276/4-calon-emiten-antre-ipo-2-diantaranya-perusahaan-besar

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!