
Lihat saham-saham Top Loser hari ini : 1. FMII 338 (-14.65 %) 2. FITT 181 (-14.62 %) 3. TAXI 6 (-14.29 %)


Ini dia deretan saham Top Gainer hari ini : 1. COCO 236 (34.86 %) 2. FAST 300 (25.00 %) 3. FITT 326 (24.43 %)

Lihat saham-saham Top Loser hari ini : 1. FMII 338 (-14.65 %) 2. FITT 181 (-14.62 %) 3. TAXI 6 (-14.29 %)


Ini dia deretan saham Top Gainer hari ini : 1. COCO 236 (34.86 %) 2. FAST 300 (25.00 %) 3. FITT 326 (24.43 %)

Fortune Resources Investment Tbk.
Non-Primer
$FITT PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) per 22 Mei 2025: ⸻ 📈 Pergerakan Harga Saham • Harga Saat Ini: Rp284 • Perubahan Harian: Naik 8,40% • Kinerja Mingguan: Naik 63,75% • Kinerja Bulanan: Naik 138,18% • Kinerja Year-to-Date (YTD): Naik 173,57% Saham FITT sempat mengalami suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Mei 2025 karena lonjakan harga yang signifikan. Perdagangan dibuka kembali pada 19 Mei 2025, dan saham FITT langsung mengalami kenaikan tajam. ⸻ 📊 Analisis Teknikal • RSI (14): 53,9 (Netral) • MACD (12,26): 13,076 (Sinyal Beli) • Stochastic RSI (14): 7,786 (Oversold) • ADX (14): 31,731 (Tren Lemah) • Peringkat Keseluruhan: Netral hingga Jual Analisis teknikal menunjukkan bahwa meskipun ada sinyal beli dari indikator MACD, indikator lainnya seperti Stochastic RSI menunjukkan kondisi oversold, dan ADX menunjukkan tren yang lemah. Secara keseluruhan, sinyal teknikal cenderung netral hingga jual. ⸻ 📉 Kinerja Keuangan Q1 2025 • Pendapatan: Rp1,91 miliar (Turun 52,95% YoY) • Rugi Bersih: Rp2,69 miliar (Naik 9,79% YoY) Penurunan pendapatan dan peningkatan kerugian bersih menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengelola operasionalnya. ⸻ 🏗️ Rencana Strategis Manajemen FITT berencana mengalokasikan seluruh belanja modal (capex) tahun 2025 sebesar Rp12 miliar untuk pembangunan proyek Umrah Park di Kertajati. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan di masa mendatang. ⸻ ⚠️ Kesimpulan Saham FITT menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan kenaikan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Namun, kinerja keuangan yang menurun dan sinyal teknikal yang cenderung netral hingga jual menunjukkan adanya risiko yang perlu dipertimbangkan. Investor disarankan untuk berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.