IHSG Kembali ke Level Sepuluh Tahun Lalu, Murah Belum Tentu Dasar, Menimbang Forward P/E 7,3 Kali
Afif Alfaris•October 22, 2026

Key Takeaways
- IHSG sempat ditutup 4.996,61 pada 19 Oktober 2026, di bawah level Oktober 2016, lalu memantul ke 5.200 hingga 5.300.
- Angka 7,3 kali adalah forward P/E MSCI Indonesia, terendah sejak 2008, sementara estimasi P/E IHSG sekitar 8,7 kali.
- Valuasi murah belum menjamin dasar, karena laba bisa direvisi turun dan asing tetap jual bersih Rp2,21 triliun saat IHSG naik 5,65%.
- BI menahan BI Rate di 5,75% tetapi menaikkan Deposit Facility ke 5,00%, tanda tekanan suku bunga belum mereda.
IHSG di Level Sepuluh Tahun Lalu, Apa yang Terjadi?
Koreksi sepanjang 2026 membawa IHSG ke kisaran harga satu dekade lalu, sehingga muncul pertanyaan apakah valuasi IHSG yang rendah sudah mencerminkan dasar. Berikut perjalanannya.
Tabel 1. Perjalanan IHSG dari Rekor ke Level Sepuluh Tahun Lalu
| Tanggal | Level | Catatan |
| 28 Oktober 2016 | 5.410,27 | Level sepuluh tahun lalu |
| 30 Desember 2025 | 8.646,94 | Penutupan 2025 |
| 20 Januari 2026 | 9.134,70 | Rekor tertinggi |
| 15 Oktober 2026 | 5.863,78 | Sebelum usulan MSCI |
| 16 Oktober 2026 | 5.185,11 | -11,57% |
| 19 Oktober 2026 | 4.996,61 | -3,64%, terendah intraday 4.907,37 |
| 20 Oktober 2026 | 5.278,89 | +5,65% |
| 21 Oktober 2026 | 5.234,36 (sesi I) | -0,84%, terendah intraday 5.185,36 |
*Per 20 Oktober, IHSG -39,0% sejak awal tahun, -42,2% dari rekor, dan -2,4% dibanding Oktober 2016. Dividen tidak ikut dihitung karena IHSG adalah indeks harga.
Pemicu Tekanan, dari MSCI hingga Saham HSC
Tekanan memuncak setelah MSCI mengusulkan reklasifikasi Indonesia ke Standalone Market, di luar kelompok pasar negara berkembang. Jual bersih asing sejak awal tahun mencapai Rp92,11 triliun, dan porsi kepemilikan asing turun dari 27% ke 25%.
BEI akan mengeluarkan 80 saham HSC (high shareholding concentration, kepemilikan sangat terkonsentrasi) berbobot sekitar 18% dari perhitungan IHSG, rencananya mulai November 2026. OJK menemukan potensi dugaan pelanggaran pidana di 31 emiten HSC, sementara batas ARB (batas turun harian) 7% berlaku hingga 31 Desember 2026.
Baca juga: IHSG Rebound 5,65%, TLKM Melonjak 16,38% usai Diborong Asing
Membedah Angka P/E 7,3 Kali, Valuasi yang Mana?
Angka valuasi ikut turun, tetapi tidak semuanya mengukur hal yang sama. P/E (price to earnings) 7,3 kali berarti investor membayar Rp7,3 untuk setiap Rp1 laba tahunan.
Tabel 2. Ragam Angka Valuasi Pasar Saham Indonesia
| Ukuran | Nilai | Pembanding | Periode |
| Forward P/E MSCI Indonesia | 7,3 kali | Terendah sejak 2008 | Sekitar 16 Oktober |
| P/E IHSG | 9,8 kali | PBV 1,6 kali | 13 Oktober |
| P/E IHSG (riset sekuritas) | Sekitar 10 kali | Rata-rata 10 tahun 16,7 kali | 6 Oktober |
| Estimasi P/E IHSG setelah koreksi | Sekitar 8,7 kali | Laba diasumsikan tetap | 20 Oktober |
*PBV membandingkan harga dengan nilai buku per saham. Estimasi 8,7 kali berasal dari P/E 9,8 kali saat IHSG 5.925, disesuaikan ke penutupan 20 Oktober. Metode tiap penyedia data berbeda.
Mengapa P/E MSCI Indonesia Lebih Rendah
Indeks MSCI Indonesia hanya memuat saham besar yang lolos syarat free float (porsi saham yang bebas diperdagangkan) dan didominasi bank, sedangkan IHSG mencakup seluruh saham, termasuk grup konglomerasi. Forward P/E juga memakai proyeksi laba 12 bulan ke depan dan diukur saat harga dekat titik terendah, sehingga setelah rebound angkanya kemungkinan sedikit lebih tinggi.
Saham HSC Bisa Membuat P/E IHSG Tampak Lebih Murah
Per 20 Oktober, BREN diperdagangkan pada P/E TTM (berbasis laba 12 bulan terakhir) 98,8 kali dan DSSA 26,6 kali. Jika saham HSC keluar dari IHSG, rata-rata P/E indeks berpotensi turun karena komposisinya berubah, bukan karena fundamental membaik.
Baca juga: Price Earning Ratio: Pengertian, Cara Menghitung, dan Tips
Murah Belum Tentu Dasar, Tiga Hal yang Perlu Dicermati
P/E baru bermakna jika labanya bisa dipercaya, dan ada tiga hal yang perlu dicermati.
Proyeksi Laba Masih Bisa Direvisi Turun
Konsensus pertumbuhan laba emiten 2026 turun dari sekitar 14% pada Juni menjadi sekitar 8% pada Oktober. Laba emiten barang konsumsi diproyeksikan turun 6,2% pada 2026, sejalan dengan laba semester I ICBP yang turun 33%. Simulasi berikut menunjukkan pengaruhnya.
Tabel 3. Simulasi P/E jika Proyeksi Laba Dipangkas
| Revisi laba | P/E efektif dari 7,3 kali |
| 0% | 7,3 kali |
| -10% | 8,1 kali |
| -20% | 9,1 kali |
| -30% | 10,4 kali |
*Harga diasumsikan tetap. Valuasi bisa bergeser dari “murah” menjadi “wajar” tanpa harga bergerak.
Sebagian Laba Berasal dari Puncak Siklus Komoditas
Proyeksi laba 2026 sektor logam naik sekitar 90% dan migas 71%, didorong antara lain MBMA, INCO, dan MEDC. P/E tampak rendah saat laba siklikal di puncak, tetapi bisa melonjak bila harga komoditas turun, pola yang dikenal sebagai value trap (saham tampak murah karena labanya sedang tinggi) siklikal.
Suku Bunga Ditahan, tetapi Kebijakan Belum Longgar
Pada 21 Oktober, BI menahan BI Rate di 5,75%, tetapi menaikkan Deposit Facility (bunga simpanan bank di BI) dari 4,75% ke 5,00% dan memperkuat insentif lindung nilai kurs. Batas bawah bunga antarbank pun ikut naik.
Earnings yield (kebalikan P/E) MSCI Indonesia sekitar 13,7%, sedangkan yield SBN 10 tahun 7,46%. Selisih 6,2 poin persentase ini mencerminkan premi risiko tinggi atas isu MSCI dan rupiah.
Valuasi Saham Big Caps setelah Rebound
Pola serupa terlihat pada valuasi saham penggerak IHSG.
Tabel 4. Valuasi Big Caps per Penutupan 20 Oktober 2026
| Saham | Harga | Perubahan | P/E TTM | PBV | Dari puncak 52 minggu | Asing 20 Oktober |
| BBCA | Rp5.200 | +7,88% | 10,9 kali | 2,35 kali | -40,6% | Jual Rp966 miliar |
| BBRI | Rp2.790 | +9,84% | 6,9 kali | 1,31 kali | -31,1% | Jual Rp355 miliar |
| BMRI | Rp3.690 | +9,82% | 5,5 kali | 1,20 kali | -31,3% | Jual Rp270 miliar |
| BBNI | Rp3.220 | +8,78% | 5,8 kali | 0,73 kali | -31,9% | Tidak masuk 10 besar |
| TLKM | Rp2.060 | +16,38% | 11,7 kali | 1,72 kali | -48,4% | Beli Rp255 miliar |
| ASII | Rp4.500 | +8,96% | 6,1 kali | 0,79 kali | -39,8% | Tidak masuk 10 besar |
*P/E TTM belum mencerminkan dampak suku bunga dan rupiah ke laba ke depan.
Tiga hal menonjol dari tabel tersebut.
- Kenaikan BBCA ditopang pembeli domestik. BBCA naik 7,88% meski menjadi saham dengan jual bersih asing terbesar.
- Turun paling dalam belum tentu paling murah. TLKM turun 48,4% dari puncak 52 minggu, tetapi P/E-nya sekitar dua kali lipat BMRI.
- Laporan kuartal III menjadi ujian. Laporan bank besar akhir Oktober akan menguji apakah P/E ini didukung laba.
Anda dapat menggunakan fitur Broker Summary di Ajaib Terminal dengan filter investor asing untuk melihat apakah jual bersih asing di saham bank mulai mengecil.
Skenario IHSG dan Tanda Dasar yang Perlu Dikonfirmasi
Karena valuasi saja belum cukup, trader perlu memetakan skenario dan konfirmasi harga.
Tabel 5. Skenario IHSG Jangka Pendek hingga Menengah
| Skenario | Kondisi yang dibutuhkan | Level acuan | Batal jika |
| Pemulihan | Higher low 5.185 bertahan, asing beli bersih, laba kuartal III sesuai ekspektasi | Ditutup di atas 5.318 hingga 5.410, lalu 5.864 | Ditutup di bawah 5.185 |
| Sideways | Pasar menunggu jadwal HSC dan arah MSCI | 5.185 hingga 5.410 | Batas ditembus dengan volume besar |
| Lanjutan koreksi | Laba direvisi turun, dana asing terus keluar | Di bawah 5.185, menguji ulang 4.907 | Muncul higher low baru dan breadth positif beruntun |
*Level adalah acuan teknikal, bukan target. Higher low berarti titik terendah baru lebih tinggi dari sebelumnya, sedangkan breadth adalah perbandingan saham naik dan turun.
Rebound 20 Oktober cukup luas, dengan 670 saham naik dan 99 turun. Namun, pada 21 Oktober IHSG sempat turun 1,77% ke 5.185,36, dekat penutupan 16 Oktober, sebelum memantul. Kenaikan satu hari belum cukup untuk memastikan dasar.
Anda dapat menggunakan fitur Fast Trade di Ajaib Terminal untuk mengubah atau membatalkan order dengan cepat saat IHSG dan saham penggeraknya, seperti BBRI, menguji level 5.185 atau 5.410.
Agenda yang Perlu Dipantau
Agenda berikut berpotensi menjadi katalis.
- Akhir Oktober 2026. Laporan kuartal III bank besar.
- 29 Oktober 2026, 01.00 WIB. Keputusan FOMC (28 Oktober waktu AS).
- November 2026. Rencana pengeluaran saham HSC dari IHSG dan pengumuman review indeks MSCI pada 11 November.
- 31 Desember 2026. Berakhirnya batas ARB 7%.
- 30 April 2027. Konsultasi MSCI ditutup.
- Akhir Juni 2027. Keputusan final MSCI.
Cara Memantau Tanda Dasar IHSG di Ajaib Terminal, Langkah demi Langkah
Tanda dasar tersebut bisa dipantau lewat lima langkah berikut.
Langkah 1, Cek Arah Dana Asing di Broker Summary

Gunakan filter investor asing pada BBCA, BBRI, dan BMRI. Jual bersih yang mengecil beberapa hari beruntun menandakan tekanan mulai mereda.
Langkah 2, Lacak Akumulasi di Inventory Analysis

Pastikan akumulasi broker besar berlangsung beberapa hari, bukan hanya satu sesi rebound.
Langkah 3, Pantau Transaksi Pengendali lewat Insider

Lihat pembelian oleh direksi, komisaris, atau pengendali, lalu bandingkan dengan rencana buyback (pembelian kembali saham) emiten.
Langkah 4, Cek Konsentrasi Barang di Broker Distribution

Fitur ini relevan dengan isu HSC karena memperlihatkan konsentrasi kepemilikan saham antarbroker.
Langkah 5, Konfirmasi Higher Low dengan 50+ Indikator dan Chart

Amati reaksi harga di area 5.185 dan divergensi RSI (indikator momentum), saat harga membuat titik rendah baru tetapi RSI tidak.
Diversifikasi Portofolio saat Dasar IHSG Belum Pasti bersama Ajaib
Valuasi rendah membuka peluang, tetapi konfirmasi tetap dibutuhkan. Selama menunggu, diversifikasi membantu Anda tidak bertumpu pada satu kelas aset, dengan imbal hasil acuan berikut.
Tabel 6. Imbal Hasil Acuan Instrumen di Ajaib
| Instrumen | Imbal hasil acuan | Karakter |
| SBR015 T2/T4 | Kupon minimal 6,75%/6,85%, mengambang mengikuti BI Rate | Dijamin negara, pencairan awal dibatasi |
| Reksa dana pasar uang | Sekitar 4,6% hingga 5,7% (kinerja satu tahun) | Fluktuasi rendah |
| Reksa dana pendapatan tetap | Sekitar 1,2% hingga 5,8% (kinerja satu tahun) | Sensitif terhadap yield SBN |
*Kupon SBR015 dikenai pajak final 10%. Kinerja masa lalu reksa dana tidak menjamin kinerja masa depan.
Pilihan berikut bisa disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko Anda.
Diversifikasikan portofolio dan mulai berinvestasi dengan Ajaib. Download sekarang!
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!