IHSG Rebound 5,65%, TLKM Melonjak 16,38% usai Diborong Asing
Ratih Mustikoningsih•October 20, 2026

Key Takeaways
- IHSG rebound 5,65% ke level 5.278. Indeks menguat 282,28 poin dengan nilai transaksi mencapai Rp26,54 triliun, meski investor asing masih mencatatkan net foreign sell Rp2,13 triliun di pasar reguler.
- TLKM memimpin penguatan saham berkapitalisasi besar. Saham Telkom Indonesia melonjak 16,38% dan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp255 miliar di pasar reguler.
- WIFI menguat 19,51% setelah transaksi divestasi Rp4,06 triliun. Perubahan kepemilikan saham oleh entitas terafiliasi Hashim Djojohadikusumo terjadi pada 19 Oktober 2026, dengan PT Sinergi Graha Kapital sebagai pembeli saham.
IHSG Rebound 5,65% ke Level 5.278

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. IHSG naik 282,28 poin atau 5,65% ke level 5.278, setelah bergerak pada rentang 4.980–5.278 sepanjang perdagangan.
Penguatan ini terjadi setelah IHSG mengalami tekanan tajam dan terkoreksi sekitar 47% dari level puncaknya. Meski menjadi sinyal pemulihan harga dalam jangka pendek, rebound hari ini belum serta-merta menunjukkan bahwa tren penurunan telah berakhir.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat cukup ramai, dengan rincian berikut.
| Statistik perdagangan | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 5.278 |
| Perubahan IHSG | +5,65% |
| Nilai transaksi | Rp26,54 triliun |
| Volume transaksi | 567 juta lot |
| Frekuensi transaksi | 2,50 juta kali |
| Net foreign sell pasar reguler | Rp2,13 triliun |
Di tengah penguatan indeks, investor asing masih membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,13 triliun di pasar reguler. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan IHSG belum diiringi perubahan arus dana asing menjadi positif.

Rebound tersebut juga terjadi ketika tekanan makroekonomi masih membayangi pasar. Harga minyak mentah Brent kembali naik 1,5% ke US$111,47 per barel pada 20 Oktober 2026. Tingginya harga energi dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap beban subsidi dan ketahanan fiskal domestik, sekaligus menambah tekanan terhadap rupiah dan prospek pasar saham.
Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati apakah penguatan indeks berlanjut pada perdagangan berikutnya atau justru diikuti aksi ambil untung.
Saham TLKM Melonjak 16,38%, Dipimpin Akumulasi Investor Asing

Salah satu saham yang menonjol pada perdagangan hari ini adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Saham TLKM melonjak 16,38% dan menjadi salah satu top gainers indeks LQ45, di tengah tekanan jual bersih yang masih terjadi di pasar reguler.
Penguatan tersebut turut diiringi akumulasi investor asing. TLKM mencatatkan net foreign buy sebesar Rp255 miliar di pasar reguler, menjadikannya salah satu saham yang paling banyak dibeli investor asing pada perdagangan 20 Oktober 2026.
Pergerakan ini terjadi setelah saham TLKM sebelumnya menyentuh level terendah sejak September 2012. Namun, di tengah reli hari ini, risiko volatilitas tetap perlu diperhatikan, terutama karena investor asing masih memiliki sekitar 25% kepemilikan saham perseroan berdasarkan data riset yang digunakan.
Selama arus keluar dana asing di pasar saham masih berlangsung, pergerakan TLKM pada perdagangan selanjutnya menjadi salah satu hal yang dapat dicermati investor.
Untuk memantau pergerakan saham di tengah volatilitas pasar, investor dapat memanfaatkan Ajaib Terminal untuk mengamati Running Trade, Broker Summary, dan antrean order sebelum mengambil keputusan trading.
WIFI Menguat 19,51% usai Divestasi Saham Rp4,06 Triliun
Selain TLKM, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga mencatatkan kenaikan signifikan. Saham WIFI menguat 19,51% pada perdagangan 20 Oktober 2026, sehari setelah transaksi divestasi saham oleh entitas terafiliasi Hashim Djojohadikusumo.
Berdasarkan informasi yang tersedia, pada 19 Oktober 2026, PT Investasi Sukses Bersama (ISB) menjual sebanyak 1.415.652.000 saham WIFI pada harga Rp2.870 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp4,06 triliun.
Transaksi ini mengubah komposisi kepemilikan saham WIFI. Porsi kepemilikan ISB berkurang dari 54,42% menjadi 27,76%, tetapi ISB tetap mempertahankan status sebagai pemegang saham pengendali.
Sementara itu, seluruh saham yang dijual ISB dibeli oleh PT Sinergi Graha Kapital (SGK) untuk tujuan investasi jangka panjang. Transaksi tersebut meningkatkan kepemilikan SGK di WIFI dari sebelumnya 0% menjadi 26,667%.
Adapun pergerakan saham WIFI terjadi setelah sahamnya terkoreksi sekitar 62,3% secara year-to-date hingga 20 Oktober 2026. Meski saham menguat tajam setelah transaksi tersebut, perubahan kepemilikan dan kenaikan harga saham tidak dengan sendirinya menjamin keberlanjutan tren penguatan.
Investor tetap perlu memperhatikan keterbukaan informasi emiten serta perkembangan perdagangan saham WIFI berikutnya.
Daftar Top Gainers dan Top Losers LQ45 Hari Ini
Penguatan IHSG tercermin pada sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers indeks LQ45. BRPT memimpin kenaikan, disusul WIFI, PGEO, TLKM, dan SCMA.
Berikut daftar saham dengan kenaikan dan penurunan terbesar berdasarkan data perdagangan yang tersedia.
Top 5 Gainers LQ45
Top Losers LQ45
Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak terjadi secara merata. Sejumlah saham menguat signifikan, sementara MDKA, ICBP, dan MBMA masih berada di zona merah.
Saham dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi Bergerak Variatif

Di tengah rebound IHSG, saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) menunjukkan pergerakan yang bervariasi.
Pergerakan ini terjadi ketika terdapat wacana regulator untuk mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari formula pembobotan IHSG, sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi indeks.
Beberapa saham berkapitalisasi besar belum menunjukkan penguatan sebesar IHSG. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), misalnya, hanya naik 1,37% ke level 740. Sementara itu, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) justru melemah 3,86% ke level 9.975.
Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak selalu diikuti oleh kenaikan seluruh saham berkapitalisasi besar. Karena itu, investor perlu mencermati pergerakan masing-masing saham, selain melihat arah indeks secara keseluruhan.
Prospek IHSG: Rebound Perlu Dikonfirmasi Perdagangan Berikutnya
Penguatan IHSG sebesar 5,65% pada perdagangan 20 Oktober 2026 menjadi rebound yang signifikan setelah koreksi tajam sebelumnya. Namun, masih terjadinya net foreign sell sebesar Rp2,13 triliun menunjukkan bahwa arus dana asing belum berbalik positif.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah Brent ke US$111,47 per barel menambah perhatian terhadap risiko makroekonomi, terutama terkait subsidi energi, kondisi fiskal, dan nilai tukar rupiah.
Investor dapat mencermati keberlanjutan penguatan IHSG, pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, serta perkembangan arus dana asing pada perdagangan berikutnya. Pengelolaan risiko dan diversifikasi aset juga dapat menjadi pertimbangan dalam menghadapi volatilitas pasar.
Pantau Pergerakan Pasar dan Lakukan Diversifikasi Portofolio di Ajaib
Pantau pergerakan saham dan perkembangan pasar melalui Ajaib. Kenali profil risiko serta pertimbangkan diversifikasi aset agar keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan finansialmu. Kamu bisa melirik instrumen investasi lain seperti reksa dana pasar uang (RDPU), reksa dana pendapatan tetap (RDPT), obligasi, ETF Saham AS, hingga aset kripto. Semua aset tersebut bisa dibeli di Ajaib. Download sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak mana pun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: Ajaib Research, Keterbukaan Informasi BEI, KSEI.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait



Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

