Analisis Saham

Kapan Waktu Beli Terbaik Saham BBCA? Begini Bocoran Strateginya

Mikirduit•October 15, 2026

saham BBCA

Key Takeaways

  • BBCA turun 25,39% sepanjang 2026 hingga 8 Oktober. Tekanan berasal dari perlambatan pertumbuhan laba, penjualan investor asing, serta kekhawatiran terhadap kondisi makroekonomi Indonesia.
  • Valuasi BBCA mendekati level rendah historis. PBV sebesar 2,63 kali mendekati batas −2 standar deviasi tiga tahun di 2,57 kali. Meski demikian, valuasi murah belum menjamin harga berhenti turun.
  • Cicil beli dengan nominal tetap menjadi strategi yang bisa dipertimbangkan. DCA membantu membangun posisi tanpa harus menebak harga terendah. Simulasi Januari–Oktober 2026 masih menunjukkan kerugian 2,29% setelah dividen, sehingga strategi ini membutuhkan horizon lebih panjang.
  • Pemulihan bergantung pada arus dana asing dan kondisi ekonomi. Normalisasi rebalancing MSCI serta potensi penurunan suku bunga menjadi katalis yang dipantau, tetapi waktu dan dampaknya masih belum pasti.

Saham BBCA Turun 25,39% Sepanjang 2026

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sudah turun 25,39% sepanjang tahun ini (hingga 8 Oktober 2026). Padahal, saham BBCA sering disebut sebagai saham yang paling menarik untuk investasi karena dalam time frame yang sangat panjang secara historis terus mencatatkan kenaikan. Lalu, apakah saham BBCA masih menarik untuk investasi, jika iya bagaimana strategi investasinya?

Jika melihat historisnya, penurunan harga saham BBCA periode 2024 – 2026 ini sudah setara dengan penurunan BBCA saat krisis subprime mortgage di 2007-2008. Kala itu, saham BBCA turun 46 persen. Bedanya, periode penurunan BBCA pada subprime mortgage hanya 1 tahun, sedangkan saat ini sudah jalan hampir 3 tahun.

Harga BBCA

Apa yang membuat saham BBCA mengalami penurunan?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat saham BBCA mengalami tekanan di 2024-2026. 

Dari sudut pandang fundamental, saham BBCA menghadapi periode siklus suku bunga acuan bank sentral berada di level tinggi pada 2024 hingga September 2025. Secara siklus, bank sentral yang menahan suku bunga di level tinggi berarti ekonomi mulai melambat sehingga tidak diperlukan kenaikan suku bunga lagi.

Hal ini menjadi sentimen kurang bagus dari saham perbankan, termasuk BBCA. Pasalnya, tingkat permintaan kredit berkualitas mulai melambat. Lalu, risiko kredit bermasalah berpotensi meningkat secara industri.

Akhirnya, hal itu mengakhiri tren pertumbuhan kinerja pertumbuhan laba bersih agresif BBCA yang terjadi pasca covid-19 karena ada banyak insentif dan pelonggaran moneter.

Key Stat BBCA

Seperti, dalam key stat di Ajaib Terminal terlihat tren pertumbuhan laba bersih BBCA mulai terlihat melambat di 2025. Alhasil, secara teknis, harga saham BBCA yang sempat all time high di 2024 memang sudah seharusnya mengalami konsolidasi sesuai dengan prospek kinerja yang agak menantang saat suku bunga berada di level tinggi.

Dari sudut pandang teknis, Indonesia juga menghadapi penurunan bobot MSCI yang cukup signifikan. Dalam penurunan bobot ini, BBCA yang sering dianggap kapal induknya IHSG karena punya bobot terbesar menghadapi tekanan jual oleh passive fund yang menyesuaikan bobot sesuai indeks acuannya, yakni MSCI hingga FTSE. 

Bayangkan, bobot pasar saham Indonesia di MSCI mengalami penurunan drastis dari 2 persen pada Januari 2024 menjadi 0,56-0,72 persen pada 2026. Dari segi bobot BBCA di indeks MSCI Indonesia memang naik dari 21 persen menjadi 31,41 persen. Namun, hal itu tidak menutup tekanan jual asing karena bobot negara mengalami penurunan akibat di freeze sepanjang 2026.

Dalam data net foreign transaksi di Aplikasi Ajaib, bisa terlihat pengaruh tekanan jual BBCA sepanjang 2026 (hingga 8 Oktober 2026) berkontribusi sebesar 29 persen dari total net sell asing di IHSG.

Dari sudut pandang makro ekonomi, ada beberapa faktor persepsi risiko ekonomi Indonesia yang menghambat inflow asing ke pasar saham. Salah satunya adalah risiko fiskal Indonesia terkait kenaikan harga minyak yang berada di level tinggi dalam waktu yang lebih dari 1 bulan, defisit APBN dikhawatirkan bisa melebar ke atas 3 persen, hingga program prioritas pemerintah dianggap berisiko meningkatkan defisit APBN tersebut.

Pelajari juga: Panduan Cara Membeli Saham BBCA untuk Investor Pemula

Prospek Saham BBCA

Namun, apakah berarti BBCA akan tertekan terus? jawabannya tidak. Dengan karakter saham paling likuid di Indonesia, posisi saat ini justru menjadi menarik untuk cicil beli bertahap. Alasannya, meski saham BBCA menjadi yang paling mahal dibandingkan bank besar lainnya secara PBV, tapi status bank swasta terbesar memiliki risiko penugasan program pemerintah yang lebih rendah dibandingkan dengan Himbara.

PBV band BBCA

Secara valuasi relatif historis, saham BBCA sudah cukup murah karena secara histori PBV BBCA saat ini sebesar 2,63 kali sudah mendekati PBV standard deviasi -2 dalam 3 tahun di 2,57 kali. Secara volatilitas harusnya sudah semakin rendah dan sangat terdiskon.

Proyeksi Analis - BBCA

Dari data konsensus analis di Ajaib Terminal, 35 dari total 38 analis merekomendasikan BUY. Dengan median target harga Rp8.255 per saham. Sisanya, 2 analis merekomendasikan hold dan 1 analis merekomendasikan jual.

Dari segi analisis teknikal yang tersedia di Ajaib Terminal menunjukkan 10 indikator moving average merekomendasikan jual, serta 4 indikator dengan RSI, STOCH, ADX, dan ROC justru rekomendasikan beli.

Dari data tersebut, beberapa titik support yang bisa diperhatikan antara lain 5.993, 5.964, dan 5.916, sedangkan resisten yang perlu diperhatikan antara lain 6.089, 6.118, dan 6.166.

Strategi Beli Saham BBCA

Saham BBCA sangat cocok untuk investasi jangka panjang, terlebih saat ini sudah berada di posisi yang lebih murah. Namun, apakah saham BBCA tidak akan turun? jawabannya belum tentu.

Dalam kondisi saat ini, ada risiko tren suku bunga Bank Indonesia kembali naik karena The Fed sudah mulai menaikkan suku bunga. Masalahnya, kenaikan suku bunga terjadi karena kenaikan inflasi akibat lonjakan harga komoditas bukan perbaikan ekonomi. Hal itu membuat ada potensi tekanan di ekonomi yang berdampak terhadap permintaan kredit berkualitas dan risiko kredit bermasalah yang naik.

Kondisi saat ini bisa dibilang menjadi siklus rendah bagi saham bank termasuk BBCA sehingga akan menarik menjadi periode cicil beli secara bertahap. Dengan begitu, kamu bisa membeli tanpa pusing mencari harga beli terbaik. Kami menilai untuk saat ini, periode cicil bisa membutuhkan 1-3 tahun. 

Kami membuat simulasi dengan menggunakan harga rata-rata bulanan sejak Januari – Oktober 2026 dengan modal Rp10 juta (tapi jumlah lembar belum dikonversi menjadi 1 lot = 100 lembar). Hasilnya dari investasi sejak Januari – Oktober 2026 tanpa melihat harga, saat ini memang masih floating loss 4 persen tanpa dividen dan 2,29 persen dengan dividen. 

PeriodeHarga BeliModalJumlah lembarDividen
Januari740010.000.0001351,351351
Februari717510.000.0001393,728223
Maret645010.000.0001550,3875971.207.026,28
April585010.000.0001709,401709
Mei570010.000.0001754,385965
Juni555010.000.0001801,801802191.221,13
Juli632510.000.0001581,027668
Agustus647510.000.0001544,401544317.162,15
September607510.000.0001646,090535
Oktober600010.000.0001666,666667
Harga rata-rata6250,295693100.000.00015999,243061.715.409,55
Modal value market termasuk dividen97.710.867,92
P/L tanpa dividen-4,00%
P/L dengan dividen-2,29%

Apakah berarti investasi di saham BBCA ini buruk karena sudah 10 bulan masih mengalami floating loss? jawabannya tidak. Pasalnya tujuannya bukan bulan depan, tapi lebih jangka panjang dalam 2-3 tahun ke depan.

Jika kamu mau lebih disiplin melakukan dollar cost averaging (DCA), strategi beli saham dengan cicil bertahap secara rutin dengan modal yang sama (bukan lot yang sama), kamu bisa gunakan fitur nabung rutin SIP dari Ajaib. Nantinya, saat menggunakan fitur ini untuk DCA jangan lupa ganti jumlah lot menjadi nominal modal agar pembelian disesuaikan dengan modalmu.

Sehingga jika harga saham naik, jumlah lot yang dibeli akan lebih sedikit, sedangkan saat saham turun, jumlah lot yang dibeli menjadi lebih banyak. Dari situ, sistem ini akan membentuk harga rata-ratamu menjadi lebih bagus, meski bukan yang terbaik.

Tangkap Momentum Saham BBCA

Lalu, apa harapan prospek saham BBCA ke depannya, kami mencatat ada beberapa momentum saham BBCA, yakni:

  • Normalisasi inflow asing setelah pasar saham Indonesia tidak di freeze oleh MSCI. Ekspektasi terjadi di Februari 2027. Mau hasilnya kita didepak ke frontier market maupun tetap di emerging market hal terpentingnya adalah rebalancingnya berjalan. Jika tetap di-freeze akan terus menjadi tekanan lanjutan karena flow passive fund akan terus keluar tanpa ada yang masuk.
  • Tren penurunan suku bunga yang ekspektasi terjadi di semester II/2027 hingga awal 2028. Harapannya ada perbaikan ekonomi juga dalam periode 2 tahun ke depan.

Jadi, siap mulai investasi dengan lebih tersistem untuk mencatatkan keuntungan dalam jangka menengah panjang? yuk optimalkan strategi investasimu dengan berbagai fitur di aplikasi maupun Ajaib Terminal. 

Mulai Beli Saham BBCA di Ajaib

Menentukan waktu terbaik untuk membeli saham tidak selalu mudah. Salah satu strategi yang bisa dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang adalah dollar-cost averaging (DCA), yaitu membeli saham secara berkala dengan nominal dana yang tetap. Simak Cara Membeli Saham BBCA untuk Investor Pemula di sini.

Mulai susun strategi investasi sesuai tujuan dan kemampuan finansialmu, serta pantau perkembangan portofolio secara berkala.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Profil Penulis

Mikirduit
Mikirduit

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!