Ajaib
Menu

Analisis Saham

Saham Emas Masih Manggung, Mana yang Masih Menarik Dilirik Teknikalnya?

MikirduitAugust 27, 2026

Key Takeaways

  • Harga emas menembus US$4.600 per troy ons, level tertinggi dalam tiga bulan, didorong pelebaran program buyback obligasi Departemen Keuangan AS (dari $2 miliar menjadi minimal $4 miliar per operasi, berlaku 9 September–4 November 2026).
  • Sentimen turut dipengaruhi antisipasi pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole (30/8/2026), penurunan harga minyak tiga hari beruntun, dan kenaikan impor bersih emas China lewat Hong Kong sekitar 11% secara bulanan pada Juli.
  • Dalam sepekan, 9 dari 10 saham emas bergerak menguat; PSAB naik paling tinggi (~23%), diikuti BRMS, EMAS, dan ARCI yang melejit double digit. CUAN jadi satu-satunya yang masih di zona merah.
  • Mayoritas saham emas (ANTM, HRTA, ARCI, EMAS, PSAB, UNTR) saat ini berada di zona overbought dan menguji resisten, sehingga berisiko konsolidasi/profit taking dalam waktu dekat.

Harga emas akhir-akhir ini bergerak moncer. Bahkan sudah menembus ke atas US$ 4.600 per troy ons, menandai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. 

Salah satu katalis yang memicu harga emas menguat datang dari pengumuman Departemen Keuangan AS yang menggandakan program buyback obligasi tenor panjang (dari $2 miliar menjadi minimal $4 miliar per operasi). 

Kebijakan ini berlaku mulai 9 September hingga 4 November 2026. Langkah ini ditujukan untuk menjaga likuiditas pasar obligasi dan menekan kenaikan yield yang terus berlanjut. 

Perhatian investor juga tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole pada Jumat pekan ini (30/8/2026). Namun, ia diperkirakan tidak akan memberikan panduan yang jelas terkait keputusan kebijakan moneter bank sentral pada September.

Sementara itu, harga minyak turun selama tiga hari beruntun, meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan semakin mendukung prospek bullish emas.

Di sisi lain, impor bersih emas China melalui Hong Kong meningkat sekitar 11 persen secara bulanan pada Juli, didorong oleh menguatnya permintaan investasi.

Pantau harga emas dan pergerakan saham-saham terkait emas secara real-time di Ajaib.

Kenaikan harga emas memicu saham-saham yang punya bisnis di segmen ini ikutan melejit. Di Indonesia, kami mencatat ada enam pemain emas murni baik yang fokus di sisi hulu maupun hilir, mereka adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Mineral Tbk (BMRS), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). 

Selain itu, ada empat emiten lagi yang related emas, tapi sifatnya hanya sebagai diversifikasi, diantaranya ada saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang punya tambang Martabe dan baru selesai akuisisi tambang Doup dari PSAB. 

Sementara tiga lainnya baru selesai akuisisi beberapa tambang, diantaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Adapun berikut pergerakan harga sejumlah saham emas dan penjelasan bisnisnya: 

Dari gambar di atas terlihat selama seminggu, ada 9 dari 10 saham bergerak di zona hijau. Saham PSAB yang paling kencang naiknya sampai 23 persenan, diikuti BRMS, EMAS, dan ARCI yang melejit double digit. Sisanya masih di bawah 10 persen naiknya, sementara yang paling buncit ada CUAN masih di zona merah. 

Lantas, siapakah yang masih menarik dilirik? mari kita cek secara teknikal satu per satu. 

Saham ANTM, Pantau Konsolidasi Harga Jika Tidak Mampu Tembus Resisten 3270

Pertama, ada saham ANTM. Secara teknikal, posisinya saat ini sedang menguji resisten di 3270, untuk masuk sudah bukan di area best price, kecuali harga bisa breakout resisten tersebut, ada potensi menguji resisten selanjutnya di 3420. 

Posisi RSI juga sudah memasuki zona overbought, artinya harga sudah rawan koreksi karena aksi profit taking. 

Jika terjadi koreksi dulu, menarik diperhatikan area support terdekat untuk masuk lagi di 3020.

Saham BRMS, Potensi Upside hingga Resisten 835

Kedua, ada saham BRMS yang terpantau berhasil breakout pattern akumulasi, ada potensi penguatan sampai resisten 835. Sebaliknya, jika tidak mampu ada potensi koreksi normal dulu ke support terdekat di 670. 

Menurut kami, selama area support itu masih bisa dijaga, arah perubahan tren BRMS semakin terlihat, dari fase sideways menuju naik. 

Saham HRTA Sudah Overbought dan Uji Resisten 2.500

Berikutnya, ada saham HRTA, posisinya juga lagi menguji resisten di 2.500. Candle hari ini terlihat mulai mengekor ke bawah dengan posisi RSI juga sudah overbought. Terlihat bahwa saham sudah mulai rawan profit taking. Alangkah lebih konservatif, jika mau masuk menunggu support terdekat di kisaran 2.230. 

Saham ARCI Overbought dengan Candle Doji

Saham ARCI juga terpantau berada di resisten 1.470 dengan candle yang mulai membentuk doji, volume semakin mengecil, dan RSI berada di zona overbought. Menurut kami, tekanan beli sudah mereda dan rawan risiko profit taking

Lebih menarik perhatikan support terdekat apabila terjadi koreksi di 1300-1240 untuk masuk kembali. 

Saham EMAS, Risiko Overbought Kembali ke Area Support

Saham EMAS masih menunjukkan tekanan beli yang tinggi, per Rabu hari ini (26/8/2026), sahamnya berhasil menembus level psikologis baru di atas 9000, membuka penguatan lanjutan ke resisten selanjutkan di level 9800, jika tekanan masih tinggi bisa terbuka peluang ke level tertingginya sejak IPO di atas 10.000. 

Namun, menurut kami dengan RSI yang sudah overbought, tidak worth it untuk dikejar jika belum punya barang. Lebih baik menunggu koreksi normal dulu ke area support terdekat di level 8000 atau masuk secara bertahap dari porsi kecil jika tidak mau ketinggalan kereta. 

Saham PSAB Tunggu Buy on Retracement 

Saham PSAB juga geraknya mirip EMAS, sudah naik kencang dan posisinya dekat resisten 670. Secara risk reward ratio tidak worth it untuk dikejar, lebih menarik tunggu buy on retracement ketika mendekati support 585 atau bisa lebih bawah lagi di 530, karena sempat ada gap up yang terjadi dekat area tersebut. 

Saham UNTR masih Ada Tanda Diakumulasi

Berikutnya, ada UNTR. Menurut kami, secara teknikal posisinya masih terkonsolidasi di demand area. Menarik diperhatikan, selama harga masih di atas support 23.800, karena sudah terbentuk tiga kali higher low yang menunjukkan terjadinya akumulasi. 

Selama tidak breakdown dari support tersebut masih cukup menarik, tetapi perlu diperhatikan koreksi normal jangka pendek, mengingat RSI berada di zona overbought. Lebih konservatif masuknya nyicil dari porsi kecil. 

Saham CUAN masih Berada di Demand Area untuk Trading Jangka Pendek

Saham CUAN juga masih berada di demand area, dengan support terdekat di 750. Sementara itu, resisten di 930 bisa dijadikan target jual untuk trading jangka pendek.

Namun, perlu dicatat bahwa CUAN memiliki risiko volatilitas yang cukup tinggi. Selain itu, sebagai bagian dari grup konglomerasi Prajogo Pangestu, pergerakan CUAN juga berpotensi ikut dipengaruhi oleh sentimen terhadap saham-saham dalam grupnya.

Saham INDY, Jika Breakout Potensi Tutup Gap Up Sebelumnya

Saham INDY saat ini posisinya berada di resisten yang bertepatan dengan MA100 daily di 2730. Jika berhasil breakout dari area itu akan membuat peluang penguatan lanjutan ke resisten berikutnya di 2890, sekaligus potensi menutup gap up yang sempat terbentuk. 

Sebaliknya, jika tidak bisa breakout ada potensi koreksi dulu ke support terdekat di 2470. Jika mendekati area ini menarik diperhatikan sebagai demand area lagi. 

Saham BUMI Koreksi Normal

Terakhir ada saham BUMI, dalam dua hari terakhir terlihat ada koreksi normal mendekati support terdekat di 180. Menurut kami, area ini menarik diperhatikan untuk demand area lagi. 

Target resisten terdekat bisa ke 200, ini sekaligus menjadi level psikologis yang cukup kuat untuk membuka peluang harga bisa menguat lagi ke resisten selanjutnya di 228. 

Pantau level support-resisten dan indikator teknikal ke-10 saham sektor emas ini secara real-time di Ajaib Terminal, biar keputusan trading-mu lebih terukur.

Kesimpulan

Tren saham emas sempat mencatatkan kenaikan signifikan karena faktor kenaikan harga emas dunia yang disebabkan rencana treasury buyback oleh pemerintah AS. Namun, rata-rata posisi saham emas di Indonesia saat ini sudah overbought  dan berada di resisten. Sehingga, risiko konsolidasi sangat besar.

Untuk itu, kamu yang trader bisa untuk memantau area konsolidasi jika ingin masuk ke saham emas ini. Dari deretan saham yang berhubungan dengan harga emas ini, mana yang menjadi pilihanmu?

Trading Saham Sektor Emas Pilihanmu di Ajaib

Mulai analisis dan pantau saham-saham emas favoritmu sekarang. Download Ajaib dan cek pergerakannya langsung di genggamanmu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Profil Penulis

Mikirduit
Mikirduit

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!