Bedah IPO SWAP: Emiten Alat Kesehatan dari Stent hingga Ventilator Neonatal, Layak Dilirik?
Ratih Mustikoningsih•August 24, 2026

Key Takeaways
- PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) merupakan perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset UGM yang berdiri sejak 2012.
- Bisnis alat kesehatan melalui Hepro Gama menjadi kontributor utama pendapatan SWAP, mencapai 91,84% pada 2M26.
- Kinerja keuangan SWAP masih fluktuatif, dengan laba bersih Rp1,42 miliar pada FY2025 tetapi berbalik rugi Rp570,5 juta pada 2M26.
- SWAP menawarkan 323 juta saham atau sekitar 30,30% kepada publik, dengan harga IPO Rp130-Rp140 per saham.
- Dana IPO maksimal Rp45,22 miliar akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal, dan pembayaran utang.
Mengenal IPO SWAP
PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) merupakan perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset yang didirikan pada 12 Januari 2012 dan mulai beroperasi secara komersial sejak 2014. Saat ini, SWAP memiliki empat unit usaha strategis, yaitu Gama Herbal Indonesia, Hepro Gama, Gamafood, dan Distribusi IMEDEV.
Hepro Gama menjadi unit bisnis utama perseroan di bidang alat kesehatan. Beberapa produk yang dikembangkan antara lain Ventilator Venindo, INASHUNT untuk penanganan hidrosefalus, Gama-CHA untuk perbaikan jaringan tulang, serta Ceraspon untuk membantu menghentikan pendarahan dalam prosedur bedah.
Melalui IPO, SWAP menawarkan sebanyak 323 juta saham kepada publik atau setara 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Ringkasan IPO SWAP
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kode Saham | SWAP |
| Sektor | Healthcare |
| Sub-sektor | Produksi alat laboratorium, farmasi, dan alat kedokteran |
| Saham Ditawarkan | 323 juta saham |
| Free Float | 30,30% |
| Harga IPO | Rp130-Rp140 |
| Dana IPO Maksimum | Rp45,22 miliar |
| Listing Perdana | 10 September 2026 |
| Book Building | 24-27 Agustus 2026 |
| Penawaran Umum | 2-8 September 2026 |
| Penjatahan (Allotment) | 8 September 2026 |
Bisnis Alkes Jadi Andalan SWAP
Salah satu daya tarik utama SWAP berasal dari bisnis alat kesehatan yang dikembangkan melalui unit Hepro Gama.
Perseroan memproduksi berbagai alat dan produk kesehatan lokal, mulai dari ventilator Venindo, shunt otak INASHUNT, hingga produk Ceraspon yang digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan dalam prosedur bedah.
Pemerintah juga mendorong lokalisasi alat kesehatan melalui prioritas TKDN dan BMP sebesar 25%-40%, dengan target lebih dari 60%. Di sisi lain, pasar alat kesehatan nasional diproyeksikan mencatat CAGR sebesar 8% pada periode 2024-2029.
Selain itu, struktur kepemilikan SWAP memiliki keterkaitan dengan UGM. Rektor UGM tercatat sebagai ultimate beneficial owner (UBO) melalui perusahaan holding PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM).
Pelajari lebih lanjut prospek saham SWAP di Ajaib →
Kinerja Keuangan SWAP Masih Fluktuatif
Meski memiliki bisnis alat kesehatan yang potensial, kinerja keuangan SWAP masih menunjukkan volatilitas.
Pada FY2024, perseroan membukukan pendapatan Rp10,21 miliar dengan laba bersih Rp3,46 miliar. Namun, pendapatan FY2025 turun menjadi Rp7,12 miliar atau merosot 30,25% secara tahunan. Pada periode yang sama, laba bersih juga turun menjadi Rp1,42 miliar.
Penurunan pendapatan FY2025 terjadi akibat merosotnya permintaan terhadap produk Ventilator V-01 setelah pandemi.
| SWAP Financial Summary | FY2024 | FY2025 | 2M25 | 2M26 |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp10,21 miliar | Rp7,12 miliar | Rp460 juta | Rp589 juta |
| Laba/Rugi Bersih | Rp3,46 miliar | Rp1,42 miliar | -Rp979 juta | -Rp571 juta |
| GPM | 43,3% | 45,9% | 31,8% | 17,8% |
| NPM | 33,9% | 20,0% | -213,0% | -96,9% |
Pada 2M26, pendapatan SWAP memang meningkat menjadi Rp589 juta dari Rp460 juta pada 2M25. Namun, laba kotor turun menjadi Rp105 juta dan perseroan masih membukukan rugi bersih Rp570,5 juta.
Hepro Gama Dominasi Pendapatan SWAP
Bisnis alat kesehatan melalui Hepro Gama masih menjadi sumber utama pendapatan SWAP.
Pada 2M26, segmen Hepro Gama menyumbang 91,84% dari total pendapatan perseroan. Kontribusi tersebut meningkat dibandingkan 80,34% pada FY2025, meski masih di bawah kontribusi 97,91% pada FY2024.
| Segmen Pendapatan | FY2024 | FY2025 | 2M26 |
|---|---|---|---|
| Gama Herbal Indonesia (GHI) | 0,29% | 0,80% | 5,87% |
| Gamafood (Pangan Sehat) | 1,80% | 18,87% | 2,28% |
| Hepro Gama (Alat Kesehatan) | 97,91% | 80,34% | 91,84% |
Selain Hepro Gama, SWAP memiliki bisnis Gama Herbal Indonesia dan Gamafood yang bergerak di produk herbal serta makanan kesehatan. Perseroan juga memiliki unit Distribusi IMEDEV yang mulai beroperasi pada 2022.
Valuasi IPO SWAP
Berikut gambaran valuasi SWAP berdasarkan rentang harga penawaran IPO:
| Valuasi | Harga Rp130 | Harga Rp140 |
|---|---|---|
| Total Dana IPO | Rp41,99 miliar | Rp45,22 miliar |
| Market Cap | 138,58 triliun | 149,24 triliun |
| P/E (x) | 75,76x | 81,59x |
| P/BV (x) | 2,34x | 2,39x |
*P/BV setelah IPO
P/E SWAP berada di kisaran 75,76x-81,59x berdasarkan rentang harga IPO. Sementara itu, P/BV berada pada kisaran 2,34x-2,39x.
Valuasi tersebut perlu dilihat bersama dengan kondisi fundamental perseroan yang masih fluktuatif dan mencatatkan rugi bersih pada 2M26.
Ke Mana Dana IPO Akan Digunakan?
Mayoritas dana hasil IPO SWAP akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja, belanja modal, serta pembayaran utang.
| Alokasi Dana IPO | Persentase | Nilai |
|---|---|---|
| Modal Kerja | 39,5% | Rp15,8 miliar |
| Belanja Modal (Capex) | 30,5% | Rp12,2 miliar |
| Pembayaran Utang | 30% | Rp12 miliar |
Sebanyak 39,5% dana IPO atau sekitar Rp15,8 miliar akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku elektromedis dan non-elektromedis, kebutuhan operasional, pemasaran, serta pengembangan produk baru.
Kemudian, 30,5% atau sekitar Rp12,2 miliar dialokasikan untuk belanja modal berupa pembangunan gedung manajemen beserta aset pendukungnya seperti AC dan furniture, serta pembelian kendaraan.
Sementara itu, sekitar 30% atau Rp12 miliar akan digunakan untuk pembayaran utang. Dari maksimal dana IPO Rp45,22 miliar, sebagian sisanya akan digunakan untuk membayar biaya emisi.
Struktur Pemegang Saham Setelah IPO
Setelah IPO, sebanyak 30,30% saham SWAP akan dimiliki oleh publik.
| Pemegang Saham | Pre-IPO | Pasca-IPO |
|---|---|---|
| PT Gama Multi Usaha Mandiri | 97,16% | 67,72% |
| Universitas Gadjah Mada | 2,69% | 1,88% |
| PT Radio Swaragama | 0,08% | 0,05% |
| Bondan Ardiningtyas | 0,07% | 0,05% |
| Publik | – | 30,30% |
** Nilai nominal Rp20/saham
Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO mencapai sekitar 1,06 miliar saham dengan nilai nominal Rp20 per saham.
Jejak Underwriter IPO SWAP
IPO SWAP menggunakan jasa PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Berikut salah satu rekam jejak IPO yang ditangani Sukadana Prima Sekuritas dalam lima tahun terakhir atau maksimal lima IPO terakhir:
| Emiten | Tanggal IPO | Total Dana IPO | Performa Saat Listing | Jumlah ARA |
| OBAT | 13/01/2025 | Rp59,5 miliar | +25% | 1x |
Cara Membeli Saham IPO di Ajaib→
Profil Singkat Swayasa Prakarsa (SWAP)
PT Swayasa Prakarsa Tbk didirikan pada 12 Januari 2012 dan mulai beroperasi secara komersial pada 2014 sebagai motor komersialisasi hasil riset UGM.
Perseroan memiliki empat unit usaha strategis, yakni Gama Herbal Indonesia yang bergerak di produk herbal, Hepro Gama di bidang alat kesehatan sejak 2014, Gamafood di bidang makanan kesehatan sejak 2017, serta Distribusi IMEDEV yang mulai beroperasi pada 2022.
Menurut Direktur Utama SWAP Bondan Ardiningtyas, IPO menjadi bagian dari transformasi perseroan untuk menjadi perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan sekaligus memperluas dampak inovasi kesehatan karya anak bangsa.
Prospek Saham SWAP
SWAP memiliki sejumlah katalis yang dapat mendukung prospek bisnisnya, terutama dari pengembangan produk alat kesehatan lokal dan kebijakan pemerintah untuk mendorong lokalisasi industri kesehatan.
Beberapa produk alkes seperti Venindo, INASHUNT, Gama-CHA, dan Ceraspon menjadi bagian dari portofolio produk lokal perseroan. Selain itu, proyeksi pertumbuhan pasar alat kesehatan nasional sebesar 8% CAGR pada 2024-2029 turut memberikan peluang bagi bisnis SWAP.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko dari kinerja keuangan yang masih fluktuatif. Pendapatan FY2025 turun 30,25% YoY dan perseroan kembali mencatatkan rugi bersih pada 2M26.
Dengan bisnis alat kesehatan yang menjadi kontributor utama, keterkaitan dengan ekosistem riset UGM, serta rencana penggunaan dana IPO untuk modal kerja dan pengembangan bisnis, SWAP dapat menjadi salah satu IPO sektor healthcare yang menarik untuk masuk watchlist investor pada 2026. Namun, kondisi profitabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan pendapatan tetap menjadi faktor penting yang perlu dicermati.
Pesan Saham IPO Terbaru di Ajaib
Tertarik mengikuti IPO SWAP? Pesan saham IPO SWAP di Ajaib dengan mudah, bebas biaya pemesanan, dan dana tidak ditahan. Nikmati juga akses ke berbagai instrumen investasi lainnya dalam satu aplikasi. Download sekarang!
Profil Penulis
Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!