Ajaib
Menu

Analisis Saham

7 Teknikal Saham Konglo Grup Bakrie, Sinarmas, Prajogo Pangestu & Emtek yang Perlu Dipantau

MikirduitAugust 21, 2026

Key Takeaways

  • IHSG masih berada di area resistance, sehingga trader perlu menunggu konfirmasi breakout atau breakdown sebelum menentukan momentum.
  • BRMS, ENRG, DEWA, TPIA, CDIA, DSSA, dan EMTK menarik dicermati berdasarkan pola teknikal serta level support dan resistance masing-masing.
  • Lengkapi analisis sebelum trading dengan fitur Ajaib seperti Broker Summary untuk membantu membaca aktivitas transaksi dan menentukan strategi dengan lebih terukur.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu kemarin (19/8/2026) ditutup melemah 0,86 persen ke 6.394,12. 

Posisi IHSG kemarin sempat menyentuh resistance 6.530 secara intraday. Sayangnya, masih gagal breakout untuk kedua kalinya. Pada perdagangan hari ini, Kamis (20/8/2026), jika IHSG masih gagal menguat, ada potensi menguji support minor di MA20 daily 6.377. 

Jika level support minor itu breakdown, IHSG masih potensi menguji support kuatnya di 6.078, posisi ini bertepatan dengan MA20 daily sekaligus berdekatan dengan trendline-nya. 

Di tengah kondisi IHSG yang berada di resistance, ada tujuh saham yang terafiliasi konglomerat RI, masih menarik dicermati secara teknikal untuk momentum trading. 

Tujuh saham konglo yang dimaksud, mulai dari tiga saham dari grup Bakrie, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). 

Lalu, dua saham dari grup Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT   Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Berikutnya dari grup Sinarmas, ada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan dari grup Emtek ada PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Adapun berikut review teknikalnya: 

7 Saham Konglomerasi

Kode SahamSupportResistancePola TeknikalBias
BRMSRp595Rp670 (lanjutan Rp835)Double bottom (akumulasi)Bullish, tunggu breakout neckline
ENRGSideways (belum ada level spesifik)Rp1.445 (neckline)Inverse head and shoulders (akumulasi)Netral–Bullish, waspada volatilitas rights issue
DEWARp440 (minor) / Rp418 (kuat)Rp492Double bottom breakout + golden crossBullish, uptrend terkonfirmasi
TPIADemand area di bawah Rp2.000Rp800Sideways / konsolidasiNetral–Spekulatif, risiko volatilitas tinggi
CDIARp570 (kuat)Rp800Konsolidasi / akumulasiBullish spekulatif, tergantung Rp570 bertahan
DSSARp920Rp1.135Golden cross (akumulasi)Bullish, akumulasi berlanjut
EMTKRp470Rp605 (lanjutan Rp645)Konsolidasi menuju akumulasiNetral menuju Bullish, tunggu breakout Rp605

Mulai analisis & trading saham-saham ini di Ajaib →

Saham BRMS: Pola Double Bottom Menuju Resistance Rp670 

Pertama dari grup Bakrie, ada saham BRMS. Secara teknikal, posisi BRMS masih berada di area demand dengan support di 595. Menariknya, terlihat potensi terbentuknya pola akumulasi double bottom, dengan neckline yang perlu ditembus di area resistance 670. 

Saham BRMS: Pola Double Bottom Menuju Resistance Rp670 

BRMS sebagai emiten yang bergerak di bisnis emas juga cukup sensitif terhadap pergerakan harga logam mulia. Menariknya, harga emas semalam kembali naik kencang sekitar 4 persen menuju US$4.500 per troy ons.

Momentum kenaikan harga emas ini bisa menjadi katalis positif bagi BRMS, terutama jika harga sahamnya mampu bertahan di area support dan kemudian menembus resistance. Jika breakout terkonfirmasi, pola double bottom tersebut berpotensi memberikan ruang kenaikan lebih lanjut dengan target ke resistance selanjutnya di 835.

Saham ENRG: Pola Inverse Head and Shoulders, Waspadai Rights Issue

Masih dari grup Bakrie, ada satu saham lain yang menarik perhatian kami, yaitu ENRG. Secara teknikal, pergerakan harganya masih cenderung sideways, tetapi terlihat potensi terbentuknya pola akumulasi inverse head and shoulders.

Saat ini, area yang perlu diperhatikan adalah neckline sebagai level konfirmasi  di 1445, area ini sekaligus juga merupakan resistance terdekat. Jika berhasil ditembus, pola tersebut berpotensi menjadi sinyal awal untuk melanjutkan tren kenaikan.

Saham ENRG: Pola Inverse Head and Shoulders, Waspadai Rights Issue

Selain karena teknikal yang menarik, saham ENRG punya katalis aksi korporasi yaitu rights issue. Merujuk jadwal perseroan, aksi ini akan dilaksanakan pada 20–28 Agustus 2026. Target tambahan modal yang dibidik senilai Rp4,12 triliun, menawarkan 13,28 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp310 per saham dan rasio 2:1. 

Namun, perlu diantisipasi juga bahwa aksi rights issue biasanya dapat memicu koreksi harga akibat adanya penyesuaian terhadap jumlah saham beredar. Karena itu, risiko volatilitas yang lebih tinggi tetap perlu diperhatikan, terutama di sekitar periode pelaksanaan rights issue. 

Saham DEWA: Sudah Breakout, Uji Higher Low di Rp440 

Berikutnya ada saham afiliasi grup Bakrie lagi yaitu DEWA. Saham DEWA punya posisi yang sudah lebih terkonfirmasi mau masuk fase uptrend, dibandingkan dua saham sebelumnya yang masih punya PR untuk breakout neckline pattern akumulasi dulu. 

Saham DEWA terlihat sudah lebih dulu breakout neckline pattern double bottom, setelah itu juga terbentuk golden cross, yang kemudian dikonfirmasi adanya kenaikan harga yang sempat menguji sampai resistance 492. 

Saat ini, saham DEWA mengalami koreksi normal ke area minor support di 440, jika level ini tembus ke bawah ada potensi menguji support selanjutnya di 418. Menurut kami, saham DEWA sedang dalam fase pembentukan higher low baru yang nantinya akan menjadi sinyal reversal menuju tren naik lagi. 

Saham DEWA: Sudah Breakout, Uji Higher Low di Rp440 

Saham TPIA: Sideways di Bawah Rp2.000, Tunggu Tekanan Jual Mereda

Saham selanjutnya dari grup Prajogo Pangestu ada TPIA yang menurut kami menarik dilirik lagi, tetapi ada satu catatan dulu saham ini sempat dikeluarkan dari MSCI dan harga saham terjun terlalu dalam, secara historis saham ini punya risiko volatilitas cukup tinggi. 

Lantas kenapa kami nilai menarik? karena secara teknikal saham ini sudah mengalami sideways selama beberapa minggu setelah terjun lebih dari 70 persen dari awal tahun. 

Menurut kami, harga saham TPIA di bawah Rp2000 menarik untuk dipantau sebagai demand area secara bertahap sambil menunggu tekanan jual reda. Namun, untuk momentum masuk saham ini perlu lebih ketat mengatur porsi karena seperti yang disebutkan sebelumnya, risiko volatilitasnya tinggi. 

Saham TPIA: Sideways di Bawah Rp2.000, Tunggu Tekanan Jual Mereda

Saham CDIA: Konsolidasi di Support Rp570, Incar Resistance Rp800 

Saham CDIA dari grup Prajogo Pangestu juga terpantau menarik secara teknikal. Saat ini, harga sahamnya berada tepat di area support MA20 daily, sehingga area ini menarik untuk dicermati sebagai demand area, dengan target resistance ke 800. 

Menariknya, pergerakan CDIA juga cukup mirip dengan TPIA. Sejak awal tahun, saham ini sudah terkoreksi hampir 60 persen dan kini mulai bergerak konsolidasi di area bawah, mencerminkan adanya proses akumulasi.

Meski begitu, ada satu level penting yang perlu diperhatikan, yaitu 570 sebagai support kuat. Selama level ini mampu dipertahankan, peluang terbentuknya fase akumulasi masih terbuka. 

Sebaliknya, jika 570 ditembus ke bawah, CDIA berisiko kembali melanjutkan tren penurunannya.

Saham CDIA: Konsolidasi di Support Rp570, Incar Resistance Rp800 

Saham DSSA: Golden Cross, Akumulasi di Atas Rp920 

Selanjutnya dari grup Sinarmas ada DSSA. Menurut kami, saham ini cukup menarik, meskipun masuk kategori HSC dan sempat terdepak dari MSCI. 

Secara teknikal, saham ini mengalami konsolidasi yang panjang setelah turun dalam dari awal tahun. Sejak menyentuh bottom kisaran 400, saham ini bergerak rapi mengikuti MA20 daily, dan menariknya ada golden cross, menunjukkan proses akumulasi terjadi. 

Volume juga semakin terlihat jelas menunjukkan harga saham lebih likuid, dibandingkan waktu sebelum stock split yang volume nya sering hilang. 

Secara teknikal, posisi harga saat ini belum bisa dibilang sebagai best price. Namun, area support terdekat di 920 menarik untuk diperhatikan sebagai demand area, sehingga level ini bisa menjadi salah satu area yang dicermati untuk melihat potensi akumulasi. 

Perlu dicatat juga, sudah dua kali saham DSSA mencatat nego jumbo di harga 980, posisi ini juga bisa jadi salah satu acuan penting dalam melihat area akumulasi atau level yang dijaga oleh pemilik saham mayoritas. Adapun resistance terdekat yang patut diperhatikan ada di 1135. 

Saham DSSA: Golden Cross, Akumulasi di Atas Rp920 

Saham EMTK: Konsolidasi, Butuh Breakout Rp605 untuk Lanjut Naik

Terakhir, dari grup Emtek ada saham EMTK. Secara teknikal, posisinya sedang terkonsolidasi setelah jatuh dalam dari awal tahun. 

Menurut kami, selama masih di atas support kuat 470, posisinya masih menarik untuk demand area, dengan target resistance terdekat ke 605. 

Resistance tersebut sekaligus jadi level penting yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi adanya penguatan. Jika berhasil breakout dari level tersebut, peluang kenaikan bisa terbuka menuju area 645, yang berdekatan dengan MA100.

Jadi, untuk saat ini EMTK masih lebih menarik dicermati dalam fase konsolidasinya. Selama support bertahan, ada peluang terbentuknya akumulasi, tetapi konfirmasi penguatan baru akan lebih meyakinkan jika harga mampu menembus Rp605.

Saham EMTK: Konsolidasi, Butuh Breakout Rp605 untuk Lanjut Naik

Gimana, menurut kalian mana yang paling menarik dilirik dari tujuh saham konglo di atas? 

Yuk, pantau & mulai trading saham-saham konglomerasi ini langsung di Ajaib →

Lengkapi Analisis Sebelum Ambil Keputusan Trading di Ajaib

Dengan kondisi IHSG yang masih berada di area resistance dan sejumlah saham konglomerasi yang membutuhkan konfirmasi level support maupun breakout, penting untuk tidak hanya mengandalkan pergerakan harga. Lengkapi analisis kamu dengan berbagai informasi pendukung di Ajaib, termasuk fitur Broker Summary untuk melihat aktivitas broker dan membantu membaca pola transaksi di balik pergerakan saham. Dengan analisis yang lebih lengkap, kamu bisa menentukan momentum entry dan exit secara lebih terukur sebelum mengambil keputusan trading.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Profil Penulis

Mikirduit
Mikirduit

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!