Apa Saja Penyebab Rendahnya Kesadaran Membayar Pajak

Membayar Pajak

Tingginya masyarakat yang enggan membayar pajak banyak disebabkan oleh berbagai faktor. Misalkan saja, saat ini sangat jarang orang yang mengetahui informasi mengenai manfaat dari pembayaran pajak. Lalu, apa saja yang menyebabkan rendahnya kesadaran membayar pajak ?

Secara lengkap pajak banyak digunakan untuk pembangunan negara, beberap hal yang menyebabkan rendahnya kesadaran membayar pajak adalah ketidaktahuan masyarakat bagaimana alur pendistribusian pajak, pemikiran masyarakat yang apatis dengan pemerintahan serta isu praktik penyalahgunaan dana oleh pemerintah.

Meski demikian, saat ini pemerintah gencar-gencarnya untuk memberantas tindakan yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dengan sistem pengelolaan dana yang transparans. Lalu untuk apa saja dana pajak yang dibayarkan masyarakat ? Simak uraian berikut ini

Dana pajak yang diperoleh pemerintah akan digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara, seperti: pengeluaran yang bersifat self liquiditing. Misalnya, pengeluaran untuk proyek produktif dan barang ekspor.

Selain itu, dana pajak juga digunakan untuk membiayai pengeluaran reproduktif, seperti misalnya pengeluaran yang dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat seperti pengeluaran untuk pengairan dan pertanian.

Ada juga dana yang digunakan untuk membiayai pengeluaran yang bersifat tidak self liquiditing dan tidak reproduktif seperti pengeluaran untuk pendirian monumen dan objek rekreasi. Lalu, ada juga jenis pengeluaran yang tidak produktif seperti pengeluaran dalam membiayai pertahanan negara, perang dan ragam pengeluaran untuk penghematan.

Adapun manfaat dari membayar pajak adalah dari sisi pembangunan nasional yang lebih baik ke depannya. Pembangunan yang berlangsung secara berkesinambungan dan konsisten memiliki tujuan untuk meingkatkan kesejahteraan masyarakat yang termasuk si pembayar pajak. Nah, guna merealisasikan tujuan mulia itu, negara pastilah harus menggali sumber dana dari dalam negeri berupa pajak.

Pajak merupakan biaya wajib bagi masyarakat yang merupakan dana yang harus dibayar terus menerus. Pembayaran pajak adalah perwujudan kewajiban dan peran serta masyarakat secara langsung dalam meningkatkan dan berpartisipasi terhadap pembangunan negara.

Layaknya perekonomian, negara juga memiliki sumber penerimaan dan relokasi anggaran yang akan disalurkan. Pajak merupakan sumber utama dari penerimaan negara yang menyumbang sekitar 70% dari keseluruhan penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara akan sangat sulit direalisasikan.

Alokasi dana pajak akan berbentuk anggaran yang diajukan kementerian atau lembaga di sektor pemerintahan setiap menjelang akhir tahun. Selanjutnya dana ini akan disalurkan untuk menggaji pegawai pemerintahan, membiayai proyek pembangunan seperti jalan raya, jalan tol, jembatan, fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi dan banyak lagi.

Ada juga anggaran di sekor lain seperti subsidi-subsidi yang diberikan pemerintah untuk meringankan pengeluaran masyarakat misalkan subsisi BBM, subsidi transportasi dan subsidi kepemilikan rumah. Semakin banyak masyarakat yang taat pajak, maka semakin banyak juga negara bisa membangun infrastruktur dan memajukan kawasannya.

Sistem perpajakan Indonesia menganut sistem Self Assessment, yakni sebuah sistem wajib pajak yang memudahkan wajib pajak untuk menghitung sendiri, melaporkan sendiri dan membayar sendiri pajak yang harus dibayar per individu. Namun, aturan pemungutan pajak secara individu ini masih tidak terlalu mengikat wajib pajak, sehingga masih minim kesadaran wajib pajak untuk membayar pajaknya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajaknya, maka sangat dibutuhkan edukasi dan sosialisasi secara terus menerus. Masyarakat harus mengetaui manfaat yang ia dapatkan jika membayar pajak. Selain itu, masyarakat harus diberi akses untuk mengawasi penyaluran pajak untuk membangun kepercayaan kepada pemerintah dan juga secara jelas mendapatkan manfaatnya.

Pajak juga memiliki peran penting dalam kehidupan bernegara. Dengan tiga fungsi yang mendukung pemanfaatan pajak antara lain :

1. Fungsi Anggaran (Budgetair)

Fungsi budgetair adalah fungsi pajak yang dijadikan sebagai alat untuk mengoptimalisasi dana ke kas negara sesuai dengan aturan perundang-undangan. Pajak juga berfungsi untuk membiayai seluruh pengeluaran-pengeluaran yang erat kaitannya dengan proses menjalankan pemerintahan.

Pajak juga digunakan untuk melakukan ragam pembiayaan rutin, seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan, dan banyak lagi. Dalam membiayai pembangunan, uang yang dikeluarkan dari tabungan pemerintah mencakup penerimaan dalam negeri yang dikurangi dengan pengeluaran rutin.

2. Fungsi Mengatur (Regulerend)

Fungsi regulerend digunakan pemerintah sebagai alat mencapai tujuan pelengkap dan juga fungsi anggaran. Pemerintah dapat mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan pajak. Misalkan saja dalam rangka penanaman modal yang dilakukan dalam negeri dan juga luar negeri.

Baik dalam negeri maupun di luar negeri, berbagai macam fasilitas keringanan pajak juga digunakan untuk melindungi produksi-produksi dalam negeri dan penetapan bea masuk untuk produk luar negeri.

3. Fungsi Stabilitas

Fungsi stabilitas merupakan fungsi pajak untuk menjalankan ragam kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas nasional. Misalkan saja kebijakan untuk stabilitas moneter dan stabilitas harga bahan pangan. Dua hal tersebut mampu mempengaruhi inflasi, sehingga pemerintah harus menjamin peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang efektif dan efisien agar laju inflasi terkendali.

4. Fungsi Retribusi Pendapatan

Fungsi retribusi pendapatan diperlukan dimana pajak yang dibayarkan masyarakat akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. Ini termasuk dalam membiayai pembangunan sehingga bisa membuka kesempatan kerja yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat juga.

Itulah beberapa penjelasan mengenai sistem alokasi dana pajak dan apa saja yang menyebabkan rendahnya kesadaran membayar pajak. Nah, apa Anda masih mau menunggak pajak lagi ?


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait