Apa Manfaat Memiliki Saham Blue Chip?

Berinvestasi dalam saham blue chip mungkin memiliki reputasi sebagai orang yang membosankan, lamban, dan bahkan mungkin sedikit ketinggalan zaman. Namun, itu bukan kebetulan bahwa jenis saham ini sangat disukai oleh investor kaya dan lembaga keuangan yang solid. Siapa pun yang berakal sehat menginginkan saham dalam bisnis yang tidak hanya mereka pahami tetapi yang memiliki catatan profitabilitas terbaik selama beberapa generasi, dan blue chip tentu saja sesuai dengan deskripsi tersebut. Diukur dalam periode yang panjang, saham blue chip telah mencetak uang untuk pemilik yang cukup bijaksana untuk bertahan dengan mereka dengan kegigihan melalui begitu banyak kondisi baik itu pada masa baik dan masa buruk ataupun saat inflasi dan deflasi.
Bagaimana mungkin saham-saham blue chip yang telah lama berada dalam portofolio investasi pensiunan, yayasan nirlaba, serta kaum 1% teratas dan kelas kapitalis, sering kali diabaikan oleh investor yang lebih kecil?
# Apa itu Saham Blue Chip?
Saham blue chip adalah sebutan yang diberikan kepada saham biasa (common stock) perusahaan yang memiliki beberapa karakteristik kuantitatif dan kualitatif. Istilah “saham blue chip” berasal dari permainan kartu Poker di mana warna chip permainan tertinggi dan paling berharga adalah warna biru.
Tidak ada kesepakatan universal tentang apa, tepatnya, yang merupakan saham blue chip, dan selalu ada pengecualian individu untuk satu atau lebih aturan, tetapi secara umum saham atau perusahaan blue-chip memiliki beberapa karakteristik berikut.
Yang pertama, saham blue chip memiliki catatan kuat tentang penghasilan yang stabil selama beberapa dekade. Selain itu, saham ini juga memiliki catatan panjang yang sama tentang pembayaran dividen tanpa gangguan kepada pemegang saham biasa. Memberikan dividen yang selalu bertumbuh jumlahnya kepada para pemegang saham pada tingkat yang sama yang secara substansial lebih dari tingkat inflasi sehingga pendapatan pemilik meningkat setidaknya setiap dua belas bulan bahkan jika dia tidak pernah membeli saham lain.
Pemegang saham blue chip menikmati pengembalian modal yang tinggi, terutama yang diukur dengan laba atas ekuitas. Perusahaan ini juga memiliki laporan keuangan yang sangat baik, terutama jika diukur dengan hal-hal seperti rasio cakupan bunga dan keragaman dari lini produk perusahaan. Perusahaan blue chip juga secara teratur melakukan pembelian kembali saham ketika harga saham relatif menarik dibandingkan dengan pendapatan pemilik.
Secara substansial, perusahaan blue chip lebih besar daripada perusahaan biasa, yang sering kali diukur dengan kapitalisasi pasar saham dan nilai perusahaan. Perusahaan blue chip juga memiliki semacam keunggulan kompetitif utama yang membuatnya sangat sulit untuk menggeser pangsa pasar dari mereka. Keunggulan ini bisa jadi dalam bentuk keunggulan biaya yang dicapai melalui skala ekonomi (economies of scale), nilai waralaba di benak konsumen, atau kepemilikan aset yang secara strategis penting seperti ladang minyak dan lainnya.
Obligasi perusahaan ini juga dinilai memiliki peringkat investasi dengan peringkat terbaik dari yang terbaik yaitu peringkat Triple-A atau AAA. Umumnya saham perusahaan juga masuk dalam daftar LQ 45.
# Mengapa Saham Blue Chip Populer di Kalangan Investor Kaya?
Salah satu alasan investor kaya sangat menyukai saham blue chip adalah karena saham ini cenderung bertambah dengan tingkat pengembalian yang dapat diterima, biasanya antara 8 persen dan 12 persen rata-rata per tahun secara historis dengan dividen diinvestasikan kembali, dekade demi dekade.
Alasan lain mengapa saham blue chip populer adalah karena mereka menawarkan pelabuhan yang relatif aman selama bencana ekonomi. Investor yang kurang berpengalaman dan lebih miskin tidak terlalu memikirkan hal ini karena mereka hampir selalu berusaha menjadi kaya terlalu cepat, dengan mencari satu hal yang secara instan akan membuat mereka kaya. Itu hampir tidak pernah berakhir dengan baik. Pasar akan runtuh. Anda akan melihat kepemilikan Anda turun dalam jumlah besar, apa pun milik Anda.
Bagian dari alasan blue chip relatif aman adalah bahwa saham yang membayar dividen cenderung turun lebih sedikit saat pasar jatuh karena sesuatu yang dikenal sebagai dukungan hasil. Selain itu, blue chip yang menguntungkan kadang-kadang mendapat manfaat dalam jangka panjang dari masalah ekonomi karena mereka dapat membeli pesaing mereka dengan harga yang menarik.
Terakhir, investor kaya, profesional dan sukses cenderung menyukai saham blue chip karena stabilitas dan kekuatan laporan keuangan yang berarti bahwa pendapatan pasif hampir tidak pernah dalam bahaya, terutama jika ada diversifikasi yang luas dalam portofolio.
Banyak investor menganggap saham blue chip sebagai investasi yang aman. Investor jangka panjang melakukan investasi dalam saham blue chip dengan harapan saham itu tumbuh dengan mantap dari waktu ke waktu dan secara teratur menerima pembayaran dividen. Apakah Anda salah satunya?
Share to :
Artikel Terkait