Bisnis & Kerja Sampingan

Analisis Peluang Usaha dengan Metode SWOT

analisis peluang usaha dengan SWOT
sumber gambar: the balance small business

Ajaib.co.id – Seorang wirausaha atau pebisnis dituntut untuk melakukan analisis peluang usaha dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal. Hal ini perlu dilakukan mengingat persaingan bisnis saat ini terasa bertambah ketat. Terlebih, pandemi Covid-19 membuat banyak sektor usaha tergerus atau setidaknya turut terdampak.

Oleh sebab itu, menganalisis peluang usaha adalah keharusan. Analisis peluang usaha merupakan bagian dari perencanaan matang. Seorang pebisnis memang harus mempersiapkan strategi bisnisnya secara teliti sebelum memulai petualangannya di ‘rimba’ bisnis.

Salah satu metode untuk menganalisis peluang usaha adalah SWOT. Metode SWOT ditemukan oleh Albert Humphrey untuk menganalisis bisnis yang ada pada Majalah Fortune 500 pada tahun 1960 hingga 1970.

Pada umumnya, analisis SWOT digunakan untuk menyusun strategi perusahaan guna mencapai tujuannya. Analisis SWOT dapat dimanfaatkan sebagai strategi penentu masa depan keberlangsungan bisnis perusahaan. Analisis SWOT bisa membantu perusahaan menjalankan strategi misinya untuk mencapai tujuan (visi) perusahaan. Hal ini tentu membantu bagi kamu yang ingin menjalankan usaha agar lebih jelas melihat kekuatan dan kelemahan serta peluang bisnis.

Tak hanya itu, analisis SWOT juga bisa dimanfaat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, baik maupun buruk. Jika antisipasi ini tidak segera dilakukan, bukan tak mungkin perusahaan kamu akan kalah bersaing dengan mereka yang sudah mampu membaca peluang. Hal ini karena melalui analisis SWOT, kamu bisa menilai seberapa besar manfaat produk bagi target konsumen dan membantumu mengembangkan bisnis agar tidak tergilas bisnis rumahan lain yang mulai bermunculan.

Analisis SWOT menitikberatkan kepada empat faktor dasar, yakni strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan threats (ancaman). Keempat faktor analisis tersebut bisa dikategorikan menjadi faktor internal (strengths dan weaknesses) dan eksternal (Opportunities dan threats).

Inti faktor internal ini adalah segala hal yang datang langsung dari dalam perusahaan, bukan dari luar. Sejumlah faktor internal yang dapat digunakan untuk analisis dari sisi strengths dan weaknesses antara lain kondisi keuangan, sumber daya manusia, keahlian bisnis secara online, masalah internal, pencapaian perusahaan dan hal-hal penting dari sebuah perusahaan atau institusi bisnis.

Di sisi lain, faktor eksternal haruslah berasal dari luar perusahaan atau institusi bisnis. Sejumlah faktor eksternal yang dapat digunakan antara lain politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan (environment), dan peraturan atau hukum (legal).

Mari kita cermati satu persatu keempat faktor dalam metode SWOT.

Strengths

Apa yang menjadi kekuatan besar perusahaan kamu? Kamu harus mampu mengidentifikasi  kekuatan atau kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan kamu. Kekuatan tersebut akan menjadi pengaruh utama dalam kesuksesan usaha di masa mendatang. Kekuatan ini bisa berupa keunggulan produk, keunikan usaha, dan hal-hal spesifik lainnya dalam perusahaan yang tidak dimiliki kompetitor sehingga memuat konsumen tertarik untuk membeli produk atau jasamu..

Weaknesses

Tak hanya kekuatan, kamu juga perlu mengenali kelemahan atau kekurangan perusahaan kamu. Kelemahan ini dapat berupa lokasi yang tidak strategis, sumber daya manusia yang tidak kompeten, manajemen buruk dan sebagainya. Alih-alih menafikan kelemahan, sebaiknya kamu berupaya menemukan solusi guna mengatasi atau meminimalisirnya.

Opportunities

Ada begitu banyak peluang di luar sana. Kamu harus bisa mengenali peluang yang ada. Bahkan, di dalam situasi sulit pun, peluang selalu ada untuk mencapai kesuksesan.

Pandemi Covid-19 seperti saat ini, misalnya, justru membuka peluang bagi perusahaan teknologi informasi (TI) untuk lebih berkembang. Jadi, kamu perlu melihat apa yang belum disentuh kompetitor dan keahlianmu untuk menentukan peluang usaha.

Threats

Jangan pula menyingkirkan berbagai kendala atau ancaman bagi bisnis kamu. Lakukan riset untuk mencari tahu tentang ancaman-ancaman yang ada. Bila sudah mengenali ancaman, kamu dapat menyusun rencana cadangan guna menghindari kerugian yang tak terduga.

Cara membuat analisis peluang usaha dengan metode SWOT cukup mudah dan sederhana sehingga cocok untuk kamu yang sedang ingin mengembangkan usaha. Membuat analisis SWOT tidak perlu muluk-muluk dan cobalah untuk mendeskripsikan secara detail agar kamu benar-benar memahami situasi dan kondisi bisnismu.

Begini cara membuat analisis SWOT usahamu. Sebagai awal, kamu bisa membuat empat kolom. Tiap kolom mempresentasikan masing-masing faktor (strengths, weaknesses, Opportunities, dan threats).

Carilah hal-hal yang bisa dimasukkan ke tiap kotak, misalnya masing-masing kotak memuat tiga hal. Lalu, buat evaluasi dari ketiga faktor tersebut dengan mempertimbangkan keuntungan, kemudahan, proses yang perlu ditempuh, dan cara mencapai atau mengatasinya. Terakhir, tulis poin-poin penting yang kamu dapat setelah melakukan analisis SWOT tersebut.

Sebagai gambaran lebih jelasnya, berikut contoh analisis peluang usaha dengan metode SWOT untuk bisnis atau usaha kuliner.

Strengths

  • Modal relatif kecil
  • Lokasi strategis
  • Bahan baku mudah didapat

Weaknesses

  • Bahan baku tidak tahan lama
  • Butuh keahlian memasak
  • Sumber daya manusia (SDM) belum terlatih

Opportunities

  • Permintaan relatif tinggi
  • Minim biaya iklan
  • Ekspansi lintas wilayah          

Threats

  • Konsumen memiliki selera berbeda
  • Supplier telat mengirimkan bahan makanan
  • Daya beli konsumen menurun akibat kondisi politik, ekonomi, kesehatan dan lainnya

Mau contoh lainnya? Nah, berikut contoh analisis SWOT untuk bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tas wanita online.

Strengths

  • Konsep gaya yang ditawarkan adalah kekinian atau update trendy terkini
  • Harga ‘merakyat’ atau bisa dijangkau semua kalangan dengan kualitas bahan yang baik
  • Lokasi yang mudah dijangkau dan tempat yang nyaman
  • Memiliki website dan forum pribadi juga kontak delivery order
  • Mengutamakan model terbaru dan kekinian sesuai tren
  • Keterjaminan dalam penyampaian barang yang dijual

Weaknesses

  • Kurangnya kemampuan untuk menyediakan barang (ready stock), terkadang harus menunggu untuk bisa mendapatkan barang yang dipesan
    • Modal untuk mengembangkan usaha masih kurang
    • Modal besar untuk pembelian barang
    • Masih belum mampu membuat produk tas sendiri sebagai brand unggulan

Opportunities

  • Permintaan pasar yang terus menerus ada, didukung oleh tren tas wanita yang terus berkembang
  • Masih jarangnya toko tas online yang menyediakan forum untuk saling berbagi satu sama lainnya
  • Media sosial membantu untuk pemasaran dengan cepat, didukung banyaknya influencer yang sesuai untuk target market (wanita muda)

Threats

  • Mulai banyak penjual tas online yang bermunculan, menawarkan harga yang terkadang jauh lebih murah
  • Harga dari supplier yang semakin mahal
  • Peraturan pajak yang berubah dari Pemerintah

Sumber :

Artikel Terkait