Analisa Saham

Analisa Wait and See Saham ESIP, Begini Alasannya!

Saham ESIP
Saham ESIP

Ajaib.co.id – PT Sinergi Inti Plastindo Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri plastik. Perusahaan berkode saham ESIP ini didirikan pada tahun 2001 dengan kegiatan bisnis memproduksi High Density Polyethylene meliputi kemasan, kantong kresek, pembungkus buah, kuah sayur, dan lain sebagainya serta Density Polyethylene meliputi plastik pembungkus minyak goreng, makanan ringan, dan cairan.

ESIP memproduksi dan mendistribusikan produk plastik kemasan, baik untuk kebutuhan dalam maupun luar negeri melalui distributor atau agen. Perseroan juga mengembangkan produk plastik melalui merek-merek agen seperti Davina, Diana, Koala, Lonceng, dan Royal dengan kapasitas produksi mencapai 2500 MT di tahun 2019.

Mayoritas saham ESIP saat ini dipegang oleh PT Tanindo Omega Pasifik dengan jumlah 55,38 persen kepemilikan. Saham ESIP sendiri terbilang baru diperdagangkan secara publik melalui bursa pada tahun 2019 dengan harga penawaran sebesar Rp163 per lembar saham. Di mana, pergerakan harga saham ESIP saat ini justru terus melemah di angka Rp 72 per lembar saham pada penutupan perdagangan, Selasa 15 Juni 2021.

Lalu, apakah harga saham ESIP masih layak untuk dikoleksi, mengingat sahamnya baru hampir dua tahun melantai di bursa? Oleh karena itu, ketahui terlebih dahulu kondisi fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham ESIP berikut ini.

Pertumbuhan Laba ESIP

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kinerja bisnis ESIP di sembilan bulan pertama tahun 2020 terpantau cukup positif. Pasalnya, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 22,92 persen dari periode sama di tahun 2019 mencapai Rp 848,90 juta menjadi Rp1,04 miliar. Padahal, ESIP mengalami penurunan pendapatan bersih 14,19 persen dibandingkan periode sama di tahun 2019 sebesar Rp40,57 miliar menjadi Rp34,82 miliar.

Hal ini karena pos beban berhasil ditekan oleh perseroan seperti beban pokok penjualan turun 18,39% YOY menjadi Rp 28,94 miliar dibandingkan beban di periode sama tahun 2019 yang mencapai Rp35,46 miliar. Oleh karena itu, perseroan bisa menumbuhkan raihan laba di tahun 2020.

Kinerja Keuangan ESIP

Mengingat, saham ESIP baru mencatatkan namanya di papan bursa, maka kinerja keuangan 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah melantai di bursa saham bisa menjadi acuan untuk melihat fundamental perusahaan.

Di mana, dalam 2 tahun terakhir kinerja bisnis terpantau positif, baik dari realisasi pendapatan maupun raihan laba. Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam miliar rupiah):

Laporan Laba Rugi20192018
Penjualan bersih53.52848.202
Laba kotor6.5506.052
Laba tahun berjalan1.1911.253

Saham ESIP terbilang baru mencatatkan namanya di papan bursa pada tahun 2019, maka kinerja keuangan dalam 2 tahun terakhir bisa menjadi acuan untuk melihat prospek saham ESIP kedepannya. Di mana, dari data tersebut dapat diketahui secara penjualan ESIP mengalami pertumbuhan dari tahun 2018 ke 2019.

Akan tetapi, untuk raihan labanya harus turun tipis di tahun 2019 yang disebabkan oleh meningkatnya beban usaha dan adanya rugi kurs yang dialami oleh perusahaan di tahun tersebut sehingga raihan laba harus tergerus. Walaupun begitu, kinerja bisnis ESIP di tahun 2019 masih terbilang positif. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi prospek sahamnya sehingga layak untuk dipertimbangkan oleh para investor.

Dengan begitu, saham ESIP bisa menjadi opsi baru untuk emiten yang memiliki prospek baik. Sementara itu, selain nominal yang memperlihatkan kinerja bisnis ESIP di tahun 2019, rasio keuangan juga menunjukkan kondisi bisnis perseroan.

Jika dilihat berdasarkan rasio keuangannya, bisnis ESIP di tahun 2019 dalam kondisi yang . Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio2019
ROA1,6%
ROE2,3%
NPM2,2%
CR166,2%
DER47%

Prospek Bisnis ESIP

Untuk mengetahui prospek bisnis dari PT Sinergi Inti Plastindo Tbk dengan kode saham ESIP ini tentu strategi bisnis menjadi hal paling penting untuk diperhatikan. Hal tersebut bakal mempengaruhi pertumbuhan bisnis dan juga prospek saham ESIP sehingga layak untuk dikoleksi oleh para investor. Perseroan sendiri berencana untuk lebih ekspansif di tahun 2021.

Di mana, ESIP mempersiapkan anggaran belanja modal capex dengan nilaimencapai Rp 22 miliar untuk tahun 2021. Menurut pihak ESIP, capex digunakan untuk belanja modal mesin baru.

Hal tersebut karena adanya penundaan ekspansi di tahun 2020 karena masa pandemi Covid-19. Capex tersebut sumber dananya berasal dari kas internal perusahaan dan pembiayaan bank.

Perseroan sendiri telah melakukan pembayaran down payment atau DP pada mesin-mesin di tahun ini. Akan tetapi, mesin tersebut baru bisa terealisasi di tahun 2021 karena adanya himbauan pembatasan sosial berskala besar pada Maret sampai dengan Juli 2020 lalu. Sementara perseroan baru memulai pembelian mesin di bulan September hingga Oktober 2020.

Penambahan mesin baru yang dilakukan oleh ESIP sendiri terjadi secara bertahap, dimulai dari mesin sarung tangan sudah dipesan sebelumnya. Selain itu, pabrik baru ESIP yang dikembangkan untuk bisa beroperasi sudah selesai.

ESIP optimis dengan pertumbuhan penjualan mencapai 100 persen di tahun ini. Ditambah sebagian capex juga akan digunakan pada pengembangan produk berbahan baku plastik.

Untuk tahun ini proyeksi bisnis produk plastik bakal membaik seiring dengan adanya permintaan produk konsumen khususnya pada kemasan makanan.  Apalagi ESIP telah mendapatkan kontrak senilai 1 juta USD untuk ekspor delivery bag makanan ke Amerika Serikat. Hal tersebut karena harga produk yang berasal dari China lebih mahal, dipengaruhi oleh pengenaan pajak sebesar 28 persen.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait