Agung Podomoro Jual Mall, Saham APLN Melesat

Agung Podomoro Jual Mall, Saham APLN Melonjak
Agung Podomoro Jual Mall, Saham APLN Melonjak

Saham APLN (Agung Podomoro Land) melonjak dratis di awal September 2019. Sejak pergantian bulan, saham APLN sudah meroket hingga 34,04%. Seperti diketahui, saham APLN berada di angka Rp186 per lembar unitnya pada 30 Agustus 2019. Namun pada 12 September, harga saham perusahaan yang didirikan pada 2004 itu sudah berada di posisi Rp260 per lembarnya. Namun di awal tahun 2020 ini, saham APLN kembali merosot berada di angka Rp172 per lembar saham.

Melonjak Setelah Menjual Mall

Melonjaknya saham dari emiten properti PT Agung Podomoro Land tbk (APLN) ini terjadi setelah mereka menjual pusat perbelanjaan Central Park di Jakarta senilai Rp4 triliun. Agung Podomoro menyatakan sebagai perusahaan yang melantai di pasar modal, bakal menyampaikan informasi dari setiap rencana aksi korporasi.

Namun, pihak Agung Podomoro membantah bila dirinya menjual Central Park untuk membayar utang. Memang, kabar penjualan Central Park tersebut berkaitan dengan pelunasan utang-utang karena perseroan memiliki risiko gagal bayar utang terkait fasilitas kredit sindikasi dari enam bank. Utang itu sebesar Rp 1,3 triliun yang jatuh tempo pada Juni 2020.

Pada intinya manajemen dan pemegang saham Agung Podomoro memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan kewajiban sesuai mekanisme dan waktu yang telah disepakati,” kata Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Justini Omas, dinukul dari kadatada.

Saham APLN Mengantongi Perjanjian Fasilitas II

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), APLN mengatakan bahwa APLN telah mengantongi perjanjian fasilitas II pada 24 Mei 2019 lalu. Fasilitas ini mencapai Rp2,6 triliun yang akan digunakan untuk pelunasan utang.

APLN akan melunasi Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap II Tahun 2014 dengan nilai pokok Rp750 miliar yang akan jatuh tempo pada Juni 2019. APLN juga akan menggunakan dana Perjanjian Fasilitas II ini untuk melunasi outstanding fasilitas pinjaman I sebesar Rp1,178 triliun pada Juni 2019.

Justini Omas, Sekretaris Perusahaan APLN, seperti dikutip dari Kontan, menyebutkan bahwa pencairan Perjanjian Fasilitas II Tahap A sebesar Rp750 miliar telah dilakukan pada 29 Mei 2019. Dana ini telah digunakan untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan APLN Tahap II 2014 yang jatuh tempo pada Juni 2019.

Sekilas Tentang Agung Podomoro Land

Agung Podomoro Land merupakan konsorsium dari 7 pengembang properti. Mereka dikenal telah membangun delapan proyek prestisius di Jakarta dan Bandung. Agung Podomoro Group sebagai perusahaan induk telah tampil di industri properti selama 40 tahun lebih, tanggal kembali ketika Anton Haliman mulai membangun proyek pertama di Simprug, Jakarta Selatan.

Salah satu karya terkenal Anton Haliman adalah pengembangan lahan di Sunter, Jakarta Utara, berubah menjadi sebuah kompleks perumahan elit. Pada 1986, kepemimpinan perusahaan ini dipimpin oleh Trihatma Haliman didelegasikan kepada Kusuma, putra Anton Haliman.

Sebelas tahun kemudian, memprakarsai pengembangan rendah-biaya proyek-proyek perumahan di dekat daerah pusat bisnis di Jakarta. Konsep lain dalam mengakomodasi terobosan perumahan urgensi dekat kota yang hidup dikenal sebagai Sertifikasi “Kembali ke Kota” telah mengakibatkan ISO 9001. Prospek dan peluang mendorong Agung Podomoro kelompok untuk bekerja dalam sinergi strategis di bawah Tanah Agung Podomoro. Sekarang, perusahaan sedang melakukan berdirinya sebelas perkembangan senyawa utama.

Emiten APLN Resmi MElakukan Penambahan Modal

Pada 25 November 2019, Agung Podomoro Land sudah sah melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau lebih dikenal rights issue. Di mana ana hasil penerbitan saham baru ini akan digunakan untuk membayar utang kepada sejumlah kreditur dan sebagian lagi untuk modal kerja perseroan.

Penambahan modal ini telah disetujui oleh seluruh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) awal November lalu dengan angka sebanyak Rp4 miliar saham. Dalam keterangan yang disampaikan manajemen kepada BEI dan ditandatangani oleh Direktur Agung Podomoro Land, Cesar M. Dela Cruz dan Miarni Ang, harga saham APLN ditetapkan saham Rp240/saham. Dengan demikian, dana yang diraih sebesar Rp 956,83 miliar.

Pada Juni 2019 lalu, liabilitas APLN sebesar Rp 16,61 triliun, diantaranya terdiri dari utang bank jangka panjang Rp3,8 triliun, utang obligasi Rp4,2 triliun, dan utang pihak ketiga Rp1 triliun. Sedangkan total ekuitas perusahaan pada periode Juni itu yakni sebesar Rp12,22 triliun.

Itulah update informasi mengenai saham APLN yang harus kamu ketahui sebelum membeli atau berinvestasi saham. Bagi kamu yang masih bingung bagaimana memulai investasi, kamu bisa mulai dengan download aplikasi Ajaib kemudian pilih perusahaan yang ingin kamu danai. Setelah itu, biarkan manajer investasi yang kamu pilih bekerja buat kamu dan memberikan keuntungan sesuai dengan tujuan investasi kamu.

Bacaan menarik lainnya:

UU No. 8 Tahun 1995. LN No. 64 Tahun 1995. TLN No. 3608


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait