6 Kiat Memilih Kreditur untuk Membiayai Kebutuhan Mendesak

memilih kreditur
memilih kreditur

Kini masyarakat yang memerlukan biaya untuk kebutuhan mendesak bisa pergi ke pemberi pinjaman tanpa agunan atau pihak kreditur. Meski membutuhkan uang tunai sesegera mungkin, tetapi jangan sembarangan memilih kreditur.

Kreditur merupakan pihak yang memberikan kredit atau pihak berpiutang kepada debitur (penerima pinjaman). Kreditur tak hanya datang dari lembaga perbankan saja. Ada pula perusahaan pembiayaan atau leasing serta perusahaan financial technology (fintech) yang salah satu layanannya memberikan pinjaman online (daring).

Kreditur daring memiliki beragam keuntungan. Sebut saja proses pengajuan mudah karena bisa dilakukan melalui aplikasi atau situs perusahaan, pencairan dana yang cukup cepat, tanpa agunan atau jaminan, serta tak memerlukan administrasi rumit yang dibanding kredit dengan agunan di perbankan pada umumnya. Meski demikian konsumen atau debitur harus selektif dalam memilih kreditur. Jangan sampai terjerat utang kreditur ilegal.

Selektif Memilih Kreditur

Mengantongi izin. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 23 Desember 2019, terdapat 25 perusahaan fintech yang telah mengantongi izin OJK. Kalau kamu harus memenuhi kebutuhan mendesak, tak ada salahnya meminjam pada fintech. Tetapi pilih yang sudah mengantongi izin OJK. Pasalnya tindakan mereka bisa dipertanggungjawabkan. Bila ada sesuatu tak sesuai prosedur, kamu bisa melaporkannya ke OJK.

Tujuan meminjam. Sah-sah saja jika kamu meminjam dana ke kreditur online untuk memenuhi gaya hidup. Tetapi gaya hidup tak langsung memberikan hasil, dalam hal ini pemasukan. Ada baiknya tetapkan tujuan meminjam untuk hal-hal yang produktif.

Hal produktif dapat berupa belanja modal atau memenuhi keperluan operasional bisnis. Keduanya merupakan kegiatan yang memproduksi sesuatu. Sehingga sangat berpeluang memberikan pemasukan.

Jumlah pinjaman. Setelah memilih kreditur, tentukan jumlah pinjaman. Pinjam sesuai tujuan dan kemampuanmu. Jangan menambah jumlah pinjaman dari kebutuhanmu. Karena hal tersebut akan memengaruhi jumlah cicilan per bulan dan bunga pinjaman. Usahakan pula tidak tergoda iming-iming bunga rendah.

Menghitung bunga. Perhatikan dengan saksama bunga pinjaman. Lalu menghitung bunga sesuai dengan jumlah dan jangka waktu pinjaman. Hal ini harus dilakukan agar kamu dapat membayar cicilan tepat waktu. Jika terlambat, bukan tak mungkin denda keterlambatan lebih besar dari pinjaman yang diterima.

Membandingkan antar kreditur. Baca dengan saksama mengenai syarat dan ketentuan. Tak ada salahnya juga untuk membandingkan fasilitas, syarat, dan ketentuannya. Karena masing-masing kreditur memiliki kelebihan. Sesuaikan saja dengan kebutuhanmu.

Mengakses data pribadi. Jika kreditur online adalah jalan satu-satunya untuk memperoleh dana segar, sebaiknya pastikan bahwa mereka tak mengakses data pribadi. Karena ada kreditur online yang menarik data pribadi yang tersimpan di ponsel nasabah.

Sehingga jika nasabah menunggak pembayaran cicilan, kreditur akan menggunakan data pribadi untuk menagih. Misalnya pihak kreditur akan menagih utang nasabah dengan menghubungi nomor telepon yang tersimpan di phonebook. Mereka bisa saja menghubungi pasangan, saudara, teman kantor, hingga direktur tempat kamu bekerja. Pertimbangkan hal tersebut.

Memperhatikan Detail Ketentuan Pinjaman

Kita harus mengakui bahwa pinjaman tanpa agunan terkenal mudah. Namun bukan berarti cukup mengikuti langkah demi langkah pengajuan. Sebagai debitur, kita juga wajib memperhatikan atau membaca detail ketentuan yang berlaku. Yang perlu kamu perhatikan adalah:

Menggunakan identitas asli. Kamu harus menggunakan identitas asli. Karena kamu yang membutuhkan dana, jadi gunakan identitas aslimu. Jangan pernah meminjam dana kreditur dengan identitas milik orang lain.

Begitu juga sebaliknya. Hindari meminjamkan identitasmu untuk keperluan kredit orang lain. Bahkan jika ia adalah teman atau saudara. Karena kamu tak tahu rekam jejak kredit yang bersangkutan.

Memenuhi persyaratan. Pada umumnya persyaratan kreditur tidak rumit. Syaratnya adalah cukup melampirkan fotokopi KTP. Tetapi ada pula yang mensyaratkan slip gaji, fotokopi rekening tabungan serta NPWP.

Selain itu, pihak kreditur yang mensyaratkan calon debitur harus WNI, memiliki rekening tabungan aktif (untuk menyalurkan dana pinjaman), usia produktif (maksimal 55-60 tahun), dan memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan minimal (masing-masing perusahaan punya kriteria berbeda).

Memahami biaya lain-lain. Tak sedikit nasabah yang tidak memperhatikan biaya administrasi dkk. Alhasil ketika mencicil, baru terasa nominalnya cukup signifikan. Oleh karena itu, kamu wajib memahami biaya lain-lain, seperti biaya administrasi, bunga per bulan, denda keterlambatan per bulan, jangka waktu cicilan, hingga denda jika pelunasan dipercepat.

Mengetahui risiko. Sudah tahu kan risiko meminjam uang kepada kreditur? Risikonya sempat disinggung di atas, yaitu data pribadi diakses, penagihan cicilan bisa dilakukan kepada orang-orang terdekatmu (terutama jika tidak membayar cicilan), denda percepatan pelunasan, serta kamu akan didatangi oleh penagih utang ke tempat tinggal atau kantor.

Kalau dalam perjalanannya kamu tidak bisa membayar cicilan, pihak kreditur akan melaporkanmu ke Sistem Informasi Debitur (SID). Nama lain SID adalah BI Checking atau Biro Kredit.

SID merupakan sistem pencatatan rekam jejak pinjaman yang dilakukan nasabah melalui bank. Semua rekam jejak nasabah, baik lancar, terlambat, atau tidak dapat membayar cicilan akan terekam dalam SID.

Kamu wajib waspada jika memiliki rekam jejak buruk (tidak membayar cicilan berbulan-bulan). Pasalnya kalau kamu ingin mengajukan kredit lagi (rumah, mobil, dan lainnya), pihak kreditur lain tidak meloloskan atau memerlukan waktu lama untuk menyetujuinya.

Semua kreditur, mulai dari perbankan maupun fintech, wajib terdaftar sebagai anggota Biro Kredit. Hal ini sejalan dengan peraturan OJK. Manfaatnya fintech tidak berurusan dengan debitur bebal dalam membayar pinjaman dan debitur tidak mudah terjebak kredit tanpa agunan.

Selektif dalam memilih kreditur dan memperhatikan detail ketentuan pinjaman harus calon nasabah. Lakukan hal tersebut sejak awal, meskipun “dikejar” kebutuhan mendesak. Kedua tindakan itu akan melindungi hak dan kewajiban nasabah.

Bila pembayaran cicilan lancar dan pinjaman telah diselesaikan, ada baiknya memikirkan investasi. Salah satunya investasi reksa dana. Informasi lebih lanjut, kamu bisa mengakses Ajaib.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait