4 Cara Mengatur Keuangan Untuk Karyawan Baru

Kamu boleh euforia sebagai karyawan baru. Apalagi jika diterima kerja di perusahaan impian dengan gaji sesuai harapanmu.

Bisa dibayangkan, bagaimana bahagianya ketika kamu baru saja menjadi karyawan? Apakah kamu seperti itu? Hal itu wajar, karena untuk pertama kalinya kamu mengelola keuangan untuk kehidupan pribadimu.

Namun tak sedikit yang mengaku bahwa gaji karyawan baru tak bersisa. Ada pula yang mengalami gaji sudah habis di tengah bulan. Ke mana larinya uang tersebut?

Padahal selagi masih muda, produktif, dan punya pekerjaan, kamu punya kesempatan mengatur keuangan dengan tepat. Baru menjadi seorang karyawan, mengatur keuangan memang agak rumit, tapi bisa menyelamatkan uang bulananmu.

Perhatikan pos-pos pengeluaran berikut agar kamu punya keuangan sehat:

Keperluan Sehari-hari

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengalokasikan biaya untuk keperluan sehari-hari. Sisihkan sekitar 60 persen dari gaji untuk biaya makan, transportasi, nonton, dan jalan-jalan di akhir pekan. Kalau kantor menyediakan makan siang, kamu bisa menghemat pengeluaran untuk keperluan lain.

Asuransi

Idealnya ketika kamu bekerja, perusahaan akan memberikan asuransi kesehatan dan mendaftarkan kamu dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Jika tidak, kamu harus memiliki asuransi personal. Entah asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Percaya deh, punya asuransi tidak ada ruginya. Karena asuransi akan memproteksi kamu dari hal-hal yang tidak terduga, misalnya sakit atau kecelakaan. Kamu bisa mengalokasikan 10 persen dari gaji kamu untuk buat asuransi. Tidak mahal kan untuk sebuah perlindungan?

Tabungan

Berapapun gajinya, kamu harus menabung. Kamu bisa menabung 10% dari gaji dan melakukannya secara rutin per bulan. Kamu juga bisa meningkatkan jumlah tabungan hingga 20%. Dengan catatan, dana tabungan ini tidak boleh digunakan. Ada baiknya simpan uang tabungan di rekening lain dan tinggalkan kartu ATM di rumah.

Investasi

Lalu sisa gaji buat apa? Bisa digunakan sebagai dana darurat. Tetapi kamu bisa menambah nilai uang tersebu, dengan cara berinvestasi. Pilihlah investasi yang bisa kamu jangkau dan mudah mengoperasikannya. Salah satunya adalah investasi reksa dana.

Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio saham oleh manajer investasi. Jenis reksa dana yang bisa kamu pilih berupa reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, atau reksa dana pasar uang.

Saat ini, investasi reksa dana sedang digemari anak muda atau investor pemula. Karena mereka tak perlu selalu melihat pergerakan pasar atau menghitung faktor resiko. Keuntungannya pun lumayan daripada sisa gaji tidak digunakan. Keuntungannya bisa kamu gunakan untuk down payment (DP) rumah, tambahan biaya menikah, atau traveling.

Bahkan sekarang ini sudah tersedia marketplace reksa dana, yang memungkinkan investor “belanja” produk investasi. Cara ini sangat memanjakan investor pemula. Karena kamu bisa membandingkan antar produk reksa dana, investasi dana mulai dari Rp100 ribu, dan tak kalah penting, semua kegiatan investasi dilakukan secara daring (online). Cocok buat kamu para karyawan baru yang internet savvy dalam hidup.

Share to :
Tags: , , , , , , , , ,
Artikel Terkait
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com