Investasi

Pasar Uang Vs Pasar Modal, Mana Beri Cuan Terbaik?

Bedanya Pasar Uang dan Pasar Modal, Mana yang Menguntungkan

Ajaib.co.id – Dunia investasi seluruhnya berpusat pada transaksi yang terjadi pasar modal dan pasar uang. Keduanya sama-sama bisa mendatangkan keuntungan bagi kamu namun punya instrumen yang sangat berbeda. Jika pengertian pasar uang adalah tempat jual beli instrumen keuangan maka pasar modal adalah tempat terjadinya transaksi efek.

Instrumen pasar uang yang paling dikenal oleh masyarakat seperti surat berharga pasar uang (SBPU), sertifikat deposito (CD) dan sertifikat Bank Indonesia (SBI). Ketiganya merupakan surat sebagai bukti atas uang ditanamkan oleh pemodal dengan nilai nominal tertentu sesuai dengan yang disepakati.

Nantinya, lembaga yang mengeluarkan surat tersebut wajib untuk membayar kembali pemilik dana (funder) atas dana yang ‘dipinjamkan’ lengkap dengan tingkat suku bunganya ketika jatuh tempo. Instrumen pasar uang ini memiliki jangka waktu pendek yakni maksimal 12 bulan alias 1 tahun. Dengan demikian, surat yang dikeluarkan lembaga tersebut menjadi kewajiban jangka pendek yang harus dipenuhi.

Namun sebenarnya ada 8 instrumen pasar uang yang beredar di Indonesia. Selain 3 yang telah disebutkan sebelumnya, ada pula treasury bills, call money, commercial paper, banker’s acceptance, dan repurchase agreement. Sedangkan di luar negeri ada pula instrumen berupa promissory notes atau surat sanggup bayar yang sayangnya pemberlakuannya masih digodok oleh Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan.

Sedangkan instrumen pasar modal yang kerap diketahui masyarakat seperti saham, surat utang (obligasi) dan reksa dana. Namun ada di pasar modal Indonesia juga diperjualbelikan instrumen berupa Exchange Traded Fund (ETF) dan derivatif.

ETF merupakan kombinasi pengelolaan reksa dan mekanisme saham dalam perdagangannya. Sedangkan derivatif merupakan perjaniian yang potensi keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain alias underlying assets.

Pada dasarnya pasar modal maupun pasar uang adalah tempat yang tempat untuk mendapatkan keuntungan. Tentunya dibutuhkan strategi dan pertimbangan yang berbeda untuk dua pasar berbeda ini. Namun manakan yang paling tepat bagimu menanamkan uangmu?

Pasar Modal dan Pasar Uang Adalah Kunci Mendapatkan Kekayaan, Bagaimana Caranya?

Kita memahami pasar adalah sebagai tempat jual beli barang dan jasa sedari kecil. Jika umumnya kita hanya tahu soal pasar modern dan tradisional maka ada juga pasar keuangan. Aktivitasnya sama, jual beli, namun dengan instrumen keuangan sebagai aset transaksi.

Pasar keuangan sendiri dibagi menjadi banyak jenis tergantung barang yang ditransaksikan. Masyarakat umumnya memahami 2 jenis pasar keuangan yaitu pasar uang alias money market dan pasar modal alias stock market.

Keduanya memang paling populer dan berpotensi membuat kamu untung. Namun apa bedanyaa pasar uang dengan pasar modal? Simak penjelasan dari Ajaib agar kamu paham benar mana pasar yang harus kamu masuki. Kalau kamu baru akan memulai maka artikel di bawah bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih produk investasimu. 

Pasar Uang

Pasar uang adalah tempat jual beli pemanfaatan dana dalam jangka pendek alias kurang dari setahun. Pelaku pasar ini antara lain investor, pencari modal, lembaga keuangan, perusahaan, dan pemerintah. Imbalan yang diterima salah satunya berupa bunga pinjaman atas suntikan dana cepat yang didapat dari pasar uang. 

Beberapa yang diperjualbelikan di pasar ini adalah surat berharga, sertifikat deposito, dan wesel bank. Karena itu modal yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar ini juga jauh lebih besar. Pasar uang diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia untuk setiap kegiatannya. Ada sejumlah resiko yang patut diwaspadai pelaku pasar ini antara lain fluktuasi nilai surat berharga, inflasi, dan perubahan nilai mata uang yang berlaku di pasar tersebut. 

Pasar Modal

Pasar modal memiliki beberapa perbedaan dan juga persamaan dengan pasar uang. Perbedaan paling utama adalah pasar modal memiliki jangka yang lebih panjang. Investor bisa menanamkan modalnya secara besar-besaran di pasar ini dalam waktu lebih dari 1 tahun.

Umumnya dimanfaatkan untuk penambahan modal kerja, ekspansi, dan pengembangan usaha. Pinjaman dana di pasar modal biasanya akan mendatangkan hasil berupa dividen atau capital gain. 

Pasar ini memiliki instrumen keuangan yang berbeda dalam perdagangannya antara lain saham, obligasi, dan reksa dana. Karena keberadaan reksa dana inilah maka pasar saham terbuka bagi investor pemula seperti kamu. Sementara saham memang paling menguntungkan namun modalnya relatif jauh lebih banyak dari reksa dana dan aturan mainnya lebih rumit. 

Sesuai namanya, pasar modal diatur oleh Bursa Efek Indonesia bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan. Kedua lembaga ini mengatur, mengelola, dan mengawasi aktivitas jual beli serta aturan yang berlaku. Pasar modal lebih fluktuatif dibandingkan pasar uan termasuk pula faktor yang mempengaruhi. Banyak hal bisa berdampak antara lain kinerja perusahaan, likuiditas, sampai dengan sentimen pribadi investor. 

Dari uraian di atas jelas sudah bedanya pasar uang dan pasar modal. Selain itu ada pula pasar valuta asing alias forex yang bisa kamu pahami di kesempatan berikutnya. Jika pasar uang dirasa paling bisa membuatmu kaya maka tidak ada alasan untuk tidak terjun dalam transaksinya.

Hanya saja memang keterbatasan dana kerap jadi alasan untuk mulai berinvestasi. Kini kamu tak perlu lagi khawatir karena kamu bisa ikut dalam pasar uang dengan berinvestasi reksa dana. Permulaanya adalah lewat reksa dana karena minim risiko dan modal kecil. Kita tinggal menanamkan dana investasi dan akan ada manajer investasi yang mengelolanya.

Reksa dana pasar uang sudah terbukti menjadi pilihan yang aman bahkan ketika dunia keuangan sedang goyah. Instrumen keuangannya menawarkan risiko rendah karena SBI, deposito berjangka dan obligasi jangka pendek nyaris tidak pernah bermasalah selama ini. Tujuan keberadaanya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

Di tengah melemahnya IHSG, reksadana pasar uang dapat dijadikan pilihan untuk berinvestasi jangka pendek. Hal ini juga berlaku di kondisi belakangan ini yang merontokkan bursa saham dan stabilitas perekonomian dunia.

Paling tidak catatan pencapaian produk reksa dana jenis ini tidak terlalu buruk dibandingkan instrumen lainnya. Kamu bisa berinvestasi reksa dana dengan mempercayakan modalmu pada Ajaib. Hanya dengan Rp10.000 uangmu akan berkembang pesat karena berada di tangan yang tepat. 


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait