5 Hal Soal Warisan yang Wajib Kamu Ketahui

Warisan

Semua orang tahu apa artinya warisan. Sinetron Indonesia tak henti menjadikannya tema kisah drama ratusan episode yang tak ada habisnya. Namun warisan juga bisa menghasilkan drama di kehidupan nyata jika tak paham aturan dan cara pelaksanaannya.

Sayangnya memang banyak yang tak begitu paham aturan yang diberlakukan dalam peralihan harta ini. Inilah yang kemudian menyebabkan hadirnya konflik di antara keluarga atau kerabat. Perseturuan muncul karena pembagian harta warisan yang dianggap tidak adil atau tak sesuai.

Mungkin ada yang merasa berhak mendapat warisan dengan alasan kedekatan secara pribadi atau garis keturunan. Namun sebenarnya hukum waris di Indonesia telah mengatur secara jelas mengenai harta peninggalan ini. Kamu pun sebagai generasi muda yang melek literasi keuangan wajib mengetahuinya.

Meskipun mungkin kamu tidak berharap mendapatkan warisan dari orang tua namun pastikan kamu menguasai perkara ini. Mungkin saja di kemudian hari kamu akan berurusan mengenai hal ini atau hanya sekedar menjadikannya wawasan pribadi. Ajaib telah merangkumkan secara khusus uraian soal warisan menjadi sederhana untuk kamu pahami.

Warisan dan Seluk-Beluk Penerapannya

Warisan merupakan segala sesuatu peninggalan yang ditinggalkan oleh pewaris dan diwasiatkan kepada ahli warisnya. Wujudnya dapat berupa harta dan termasuk juga diwarisi utang. Harta yang bergerak seperti kendaraan, logam mulia, sertifikat deposito dan lain sebagainya.

Prose peralihan harta ini dapat menyelesaikan masalah atau justru dapat menambah masalah dalam keluarga besar. Hal tersebut dapat terjadi karena perbedaan pendapat mengenai pembagian tanggung jawab hingga pembagian hartanya.

Nah, apa saja pengertian warisan tersebut? Yuk, ketahui selengkapnya di bawah ini.

#Apa Itu Warisan?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), warisan adalah sesuatu yang diwariskan, seperti harta, nama baik; harta pusaka. Harta waris dalam istilah fara’id dinamakan tirah adalah sesuatu yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal, baik berupa uang atau materi. Dibenarkan oleh syariat Islam untuk diwariskan kepada yang ditunjuk untuk menerimanya.

Singkatnya, warisan adalah berpindahnya hak dan kewajiban atas segala sesuatu. Baik harta maupun tanggungan dari orang yang telah meninggal dunia kepada keluarga yang masih hidup.

Kerapkali ada kesalahpahaman antara warisan dan hibah. Warisan adalah harta yang ditinggal ketika sesorang sudah meninggal melalui surat wasiat. Sedangkan ketika harta tersebut diberikan secara langsung saat orang tersebut masih hidup ialah hibah.

Hibah mirip dengan pemberian namun dalam bentuk harta. Banyak persoalan di Indonesia juga terjadi orang tidak menyedari perbedaan keduanya. Termasuk pula kekuatan hukum di balik dua tindakan ini.

#Hukum Waris di Indonesia

Dalam kehidupan sehari-hari, dikenal tiga hukum waris di Indonesia, yakni hukum secara Islam, hukum secara perdata, dan hukum secara adat. Pemberlakuannya biasanya disesuaikan dengan keluarga yang dtingglakan atau yang berperkara.

  • Hukum Waris Islam,

Hukun ini adalah hukum peralihan harta atau tanggung jawab untuk pemeluk agama Islam yang bersumber dari Al-Quran. Dalam hukum ini, pembagiannya diatur dalam ketentuan syariah Islam. Sumber utama ketentuan hukum tersebut termaktub dalam Alquran surat An-Nisa ayat 11, 12, dan 176.

Dalam hukum Islam, harta ditinggalkan hanya kepada anak kandung baik anak perempuan maupun anak laki-laki, ayah atau ibu, istri atau suami. Sedangkan anak adopsi maupun anak angkat tidak diberikan hak waris apapun. Jika ahli waris tidak memiliki anak laki-laki dan perempuan kadung, istri/suami, atau orang tua lagi barulah hartanya dialihkan pada saudara kandung.

Adapun, pembagian harta pada saudara laki-laki atau saudara perempuan juga punya besaran dan aturan yang berbeda pula. Selain itu, harta tersebut baru bisa diwariskan setelah beberapa hal dipenuhi sesuai aturan Islam. Sejumlah hal itu antara lain biaya pemakaman orang yang meninggal, surat wasiat atau pesan yang ditinggalkan, dan hutang yang ditinggalkan sudah dipenuhi.

  • Hukum Waris Perdata

Hukum waris juga diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum (KUH) Perdata yang berlaku di Indonesia. Regulaasi ini biasanya banyak diacu oleh masyarakat non muslim. Termasuk warga negara Indonesia keturunan, baik etnis Tionghoa maupun Eropa yang ketentuannya diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP).

Harta warisan menurut aturan perdata ini secara prinsip dibagi menjadi dua hal yakni kematian dan hubungan darah. Maksudnya adalah harta baru dapat dialihkan jika terjadi kematian. Kemudian yang bisa menjadi ahli waris haruslah dengan adanya hubungan darah kecuali suami atau istri. Meski demikian, istri atau suami tersebut harus masih terikat perkawinan dan belum bercerai.

Hal ini sesuai dengan Pasal 830 dan Pasal 832 KUH Perdata. Barulah kemudian jika tidak ada pilihan maka harta baru dialihkan pada ayah/ibu, saudara kandung, keluraga dalam garis lurus ke atas sesuadah bapak dan ibu pewaris. Terakhir ialah paman dan bibi pewaris dan keturunannya.

  • Hukum Waris Adat

Hukum soal peralihan ini mengacu pada aturan yang masih berlaku pada masyarakat adat. Indonesia sendiri memiliki beragam suku bangsa sehingga tentunya ada beraham aturan waris adat yang berlaku. Berbeda masyarakatnya bisa beda pula mekanisme yang diberlakukan.

Biasanya hukum waris adat bentuknya tidak tertulis dan tidak sedetail dua regulasi yang disebutkan sebelumnya. Selain itu, aspek yang juga mempengaruhi seperti struktur kekerabatan dan kemasyarakatan. Namun secara umum ada 4 sistem yang masih diberlakukan secara adat di Indonesia.

Pertama ialah sistem keturunan baik itu sistem garis keturunan bapak (patrilineal), garis keturunan ibu (matrilineal), dan garis keturunan kedua orang tua (bilateral). Kedua yakni sistem individual dengan bagian masing-masing seperti yang berlaku di masyarakat Batak dan Jawa. Ketiga yaitu sistem kolektif berupa harta yang tidak bisa dibagi sehingga ahli waris hanya memiliki hak pakai saja. Terakhir yakni sistem mayorat yang bentuknya dilimpahkan pada satu unit tak terbagi yang pengelolaanya pada satu atau dua orang tertentu. Umumnya yang menerapkannya ialah masyarakat Bali dan Lampung.

#Kenapa Merencanakan Warisan Itu Penting?

Kadangkala membahasa soal warisan menjadi persoalan tabu bagi masyarakat Indonesia. Padahal sebenarnya hal itu sangat penting. Ada beberapa alasan yang membuat kamu harus mempersiapkannya, yaitu:

  • Mencegah hartamu jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak menerimanya.
  • Perencanaan pembagian ini sebagai upaya untuk mencegah konflik di tengah keluarga sepeninggalmu.
  • Kamu merupakan pencari nafkah utama dalam keluarga. Kesadaran akan hal ini tentu menjadi penting, mengingat tanggungan anak-anak yang kamu miliki.
  • Kamu memiliki utang yang cukup besar yang dapat diwariskan kepada keluarga kamu.
  • Kamu tidak mau keluarga yang ditinggalkan hanya menikmati sebagian dari harta peninggalanmu.

#Kapan Waktu Membuatnya

Merencanakan pembagiannya sejak dini bisa mencegah kemungkinan kekayaan jatuh ke tangan orang lain yang tidak berhak. Bisa pula untuk mencegah konflik yang kemungkinan muncul di kemudian hari. Perencanaan sebaiknya dilakukan saat masih berada di usia produktif, antara umur 40 tahun sampai dengan 45 tahun.

#Cara Membuatnya

Perencanaan pembagian atau peralihan harta juga menjadi pelindung kepemilikan aset. Misalnya aset diagunkan ke bank, perlu kamu pikirkan bagaimana jalan keluar jika terjadi sesuatu yang terduga sebelum utang lunas. Dengan begitu, aset menjadi milik keluarga, bukan menjadi milik bank.Atau bisa juga sebagai antisipasi jika harta kekayaan berada di dalam negeri, tapi tersebar di luar negeri yang memiliki sistem hukum yang berbeda.

Untuk membuat surat wasiat, kamu bisa mempercayakannya pada notaris agar memiliki ketetapan hukum yang kuat. Bisa pula menuliskannya dalam surat dengan material. Kamu juga bisa berkonsultasi pada perencana keuangan untuk mendapatkan solusi terbaik membuat surat wasiat yang sesuai keinginan.

Jadi, sudah tahu dong apa saja pengertiannya? Dengan merencanakan waris, kamu dapat menghindari konflik keluarga dalam hal pembagian harta. Selain itu, juga mengenai persoalan dalam pengelolaan bisnis keluarga ataupun bisnis patungan. Memperjelas apakah bisnis akan dikelola ahli waris tertentu atau tidak. Semoga bermanfaat ya!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait