Cara Melakukan Penilaian Tingkat Risiko dan Alokasi Aset

Ajaib: Penilaian Tingkat Risiko dan Alokasi Aset
Ajaib: Penilaian Tingkat Risiko dan Alokasi Aset

Orang yang akan melakukan investasi pertama kali harus melakukan penilaian tingkat risiko dan alokasi aset untuk menyusun portofolionya. Untuk mengetahui kedua hal ini terkadang masih banyak yang bingung cara melakukannya. Akibatnya ada yang asal begitu saja menyusun portofolio investasinya sehingga berakibar buruk pada strategi yang diterapkan.

Bukannya untung, investasi yang dilakukan malah menyusahkan kondisi keuangannya. Hal ini tidak akan terjadi jika kamu tahu benar tingkat risiko yang dihadapi dengan pilihan investasimu. Begitu pula dengan berapa jumlah alokasi yang sebaiknya kamu berikan pada satu instrumen tertentu dengan pertimbangannya masing-masing.

Tips Melakukan Penilaian Tingkat Risiko Bagi Investor Pemula

Menyusun portofolio investasi mudah dilakukan jika kamu memanfaatkan jasa perencana keuangan profesional. Namun menggunakan jasa mereka tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagai investor pemula pasti kamu ingin menekan semua biaya yang timbul akibat investasimu kan, termasuk pula soal saran terbaik.

Kamu tak perlu risau karena sebenarnya kamu bisa menakar sendiri seberapa tingkat risiko yang bisa diambil dengan levelmu saat ini. Berikut ini adalah panduan untuk menghitung tingkat risiko yang bisa diambil oleh investor pemula sepertimu beserta dengan alokasi aset yang disarankan.

Ahli perencana keuangan merekomendasikan pendekatan metodis untuk berinvestasi. Kamu bisa mencoba melakukannya selagi memempertimbangkan jenis investasi yang akan kamu ambil dengan sumber daya yang dimiliki. Berikut adalah tips melakukannya.

Langkah 1. Penilaian Tingkat Risiko

Setiap investor harus memperkirakan kemampuan mereka untuk mengambil risiko. Risk assessment ini biasanya bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan seperti: “Apakah kamu lebih suka berinvestasi dalam portofolio yang Return 10% setiap tahun atau Return 30% dalam satu tahun tetapi kehilangan 20% di tahun berikutnya?”

Atau kamu lebih suka investasi dengan return yang tidak terlalu tinggi namun kinerjanya stabil dalam jangka panjang. Ada sejumlah pertanyaan lainnya yang bisa dijadikan parameter untuk mengetahui tingkat risiko investasimu secara umum. Dengan demikian, kamu bisa memilah mana saja investasi yan cocok dan sesuai dengan tujuan keuanganmu tersebut.

Langkah 2. Alokasi Aset

Berdasarkan skor penilaian tingkat risiko, setiap investor harus memutuskan kelas aset mana (Saham, Pendapatan Tetap/ Obligasi, Pasar Uang, dll) yang mereka akan investasikan dan berapa banyak. Contohnya, berinvestasi 90% di saham dan 10% di pendapatan tetap atau 70% di pendapatan tetap dan 30% di pasar uang.

Sementara saham dengan persentase imbal hasil butuh risiko tinggi dan modal yang juga tak sedikit maka obligasi bisa menjadi alternatif yang lebih aman namun dengan suku bunga yang juga bersaing. Dalam level investor tertentu, pasar uang juga akan menjadi suatu instrumen yang menguntungkan.

Alokasi aset besar kaitannya dengan diversifikasi investasi. Hal ini kerap disarankan oleh ahli perencana keuangan agar investor tetap bisa mendapatkan hasil terbaik dari pasar meskipun fluktuasi yang terjadi. Misalkan mata uang yang diperdagangan di valas anjlok maka bisa saja investasi yang kamu tanamkan di saham menuai hasil baik.

Kemampuan untuk mengambil risiko harus menjadi ukuran objektif – ditentukan oleh berapa banyak uang yang kamu miliki dan apakah kamu memiliki sumber penghasilan untuk mengganti kerugian dalam investasi. Alokasi aset harus didorong oleh ukuran objektif dan bukan ukuran subjektif.

Ragam Risiko Finansial

Sebagian besar risiko finansial dapat dikategorikan sebagai risiko sistematis atau non-sistematis. Risiko sistematis mempengaruhi seluruh perekonomian dan semua bisnis di dalamnya, contoh risiko sistematis adalah kerugian akibat resesi.

Risiko non-sistematis adalah risiko yang bervariasi antara perusahaan atau industri. Risiko-risiko ini dapat diminimalisasi melalui perencanaan yang cermat. Suku bunga, perang, dan resesi ekonomi dapat menjadi faktor risiko sistematis. Risiko sistematis dapat disangga dengan melakukan hedging.

Risiko non-sistematis juga dikenal sebagai “risiko unik” karena berlaku untuk satu perusahaan. Secara umum, semakin banyak risiko yang diambil sebagai bagian dari investasi keuanganmu, semakin banyak keuntungan yang didapatkan. Karena kamu tidak dapat memprediksi kapan keuntungan ini akan terjadi, namun, perencanaan yang cermat diperlukan untuk mengetahui seberapa besar risiko yang mampu kamu tanggung.

Banyak hal yang membuat pasar berfluktuasi dan tidak ada yang tahu kapan pasar akan naik atau turun. Pasar membawamu serta investor lainnya sebagai penumpang, dan kamu tidak pernah tahu kapan akan berputar atau menabrak bidang yang lurus dan panjang.

Sulit pula untuk memprediksinya dengan tepat, tidak peduli sudah berapa lama kamu berkecimpung dalam dunia investasi. Maka cara untuk menjadi penumpang yang bijak adalah dengan menyiapkan diri sebaik mungkin untuk kemungkinkan apapun.

Penting untuk memperhatikan berita di sekitar pasar saham, dan penting untuk memperhatikan portofoliomu. Tetapi jangan berpikir bahwa kamu dapat mengendalikan atau mengatur waktu pasar. Solusi terbaiknya adalah memahami tingkat risiko yang bisa kamu tanggung dan meminimalisirnya sebanyak mungkin.

Sebelum minimalkan risiko, kamu harus memahami seberapa besar risiko yang dapat diharapkan dari setiap jenis investasi. Pertimbangkan tujuan investasi , dan jumlah risiko yang dapat kamu tanggung untuk masing-masingnya. Saham adalah beberapa investasi paling berisiko, tetapi juga dapat memberikan pengembalian tertinggi. Saham tidak memiliki jaminan pembayaran, dan mengubah kepercayaan investor dapat menciptakan volatilitas pasar, menurunkan nilai saham.

Obligasi kurang berisiko dibandingkan saham karena sebagai instrumen utang sehingga pembayarannya dijamin. Oleh karena itu, tingkat risiko obligasi tergantung pada kelayakan kredit penerbitnya. Kamu juga harus memperhitungkan risiko tingkat bunga, yang lebih memengaruhi obligasi daripada memengaruhi saham. Meningkatnya suku bunga berarti jatuhnya harga obligasi.

Investasi setara uang tunai, seperti rekening pasar uang, rekening tabungan, atau obligasi pemerintah adalah yang paling tidak berisiko. Investasi ini juga sangat likuid, tetapi memberikan pengembalian yang rendah. Jangan lupa pilih investasi di lembaga yang mendapatkan izin pemerintah dengan terdaftar dan diawasi oleh OJK agar investasimu aman dan terjamin.

Oleh karena itu kami di Ajaib telah membuat alat-alat perencanaan keuangan online yang membuat pendekatan metodis untuk berinvestasi mudah untuk kamu. Tim lulusan PhD dan MBA kami dari ITB dan Stanford University menggunakan penelitian akademis untuk membantumu mengetahui penilaian tingkat risiko secara personal dan alokasi aset yang cocok untuk kamu.

Hal ini termasuk pula dengan rekomendasi produk reksa dana yang sesuai dengan hasil di atas. Kamu bisa memilih untuk mengikuti saran kami atau mencoba melakukan seleksi sendiri berdasarka kategori yang kami susun. Pilihan investasi kami mungkin tidak banyak namun cukup efisien untuk memberikanmu keuntungan yang maksimal.

Kamu bisa memilih berbagai jenis reksa dana lewat tujuan keuangan yang bisa dicapai, cara pelaksanaaannya maupun misi pribadimu sendiri. Berbagai macam pilihan tersebut juga dibarengi dengan keterangan akan tingkat risikonya masing-masing.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait