Perencanaan Keuangan

Tips Mengelola Angsuran Semasa COVID-19

Ajaib.co.id – Bagaimana angsuran bulan depan? Sudah aman, bukan? Merasa gusar karena tidak tahu caranya keluar dari jerat pinjaman bulanan yang terus menggunung memang wajar. Apalagi hal ini diperparah dengan pendapatan yang relatif lebih sedikit selama infeksi COVID-19 mulai menyebar di Indonesia.

Efek dari pandemi COVID-19 memang luar biasa. Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa berdasarkan artikel Merdeka.com memperkirakan tingkat kemiskinan di Indonesia akan meningkat 10,63 persen, dari 24,79 juta penduduk miskin menjadi 28,7 juta orang yang diakibatkan oleh dampak dari pandemi COVID-19.

Suharso menjelaskan pertumbuhan angka kemiskinan tersebut dipicu oleh terhentinya aktivitas ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19. Pada akhirnya, masalah itu menghadirkan banyak pengangguran baru juga penurunan pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan jumlah angka kemiskinan.

Jika kamu masih dalam posisi memperoleh pendapatan meskipun relatif lebih kecil dari biasanya, maka bersyukur lah karena banyak orang di luar sana yang tidak memiliki kesempatan yang sama dengan kamu.

Kemudian, untuk menyelesaikan masalah kewajiban keuangan yang kini menjadi konflik banyak masyarakat kelas menengah, sebenarnya ada beberapa tips yang bisa kamu jalankan sembari menunggu ekonomi berangsur pulih jelang akhir tahun nanti. Berikut ulasannya;

1.    Mengajukan Restrukturisasi

Jika kamu memiliki angsuran dari kredit konsumsi seperti tanah dan bangunan, maka usahakanlah untuk melakukan restrukturisasi. Pada dasarnya, restrukturisasi adalah upaya memberikan keringanan kepada debitur untuk mengurangi kredit bermasalah.

Melalui Bisnis.com, Direktur Distribution and Retail Funding BTN Jasmin menyatakan, debitur diberikan kesempatan untuk merestrukturisasi angsurannya agar dapat menjaga arus kas mereka selama masa pandemi ini.

Dia menjelaskan, jenis keringanan yang ditawarkan BTN adalah penjadwalan ulang, perpanjangan masa kredit dan lain-lain.

2. Hindari Menggunakan Pinjaman Online

Menjamurnya perusahaan rintisan finansial atau financial technology (fintech) yang bergerak di bidang peer-to-peer lending saat ini, membuat masyarakat kini tidak berpikir panjang untuk melakukan pinjaman melalui platform tersebut demi menutupi angsuran lainnya. Padahal, bunga pinjaman yang ditawarkan layanan perusahaan rintisan ini bisa jadi lebih tinggi dibandingkan dengan fasilitas perbankan.

Berdasarkan Katadata, Ketua Bidang Institusional dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede mengatakan tingkat bunga masing-masing platform fintech beragam saat ini. Namun, asosiasi menetapkan bunga pada pinjaman produktif berkisar 16 – 30 persen per tahun. 

Sementara, bunga pinjaman konsumtif dibatasi 0,8 persen per hari dengan maksimal biaya dan lainnya tidak lebih dari 100 persen. Padahal, bunga dasar kredit perbankan besar di Indonesia hanya berkisar 7,41 persen hingga 17,93 persen per tahun yang dikutip dari data Bisnis.

Berdasarkan pemberitaan CNN, perencana keuangan Budi Raharjo mengungkapkan tidak semua orang cocok menggunakan pinjaman jangka pendek melalui layanan fintech peer-to-peer lending. Budi menegaskan pinjaman online sangat tidak disarankan bagi orang yang memang memiliki masalah pengeluaran yang sudah melebihi penghasilan. Hal ini, lantaran, pinjaman jangka pendek melalui peer-to-peer lending akan semakin memperburuk arus kas jika secara personal orangnya tidak dapat mengatur pengeluaran.

3. Jangan Memiliki Terlalu Banyak Kartu Kredit

Bolehkah menutup angsuran dengan memiliki atau menambah kartu kredit? Jawabannya tidak.  Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Commonwealth Bank melalui pemberitaan Bisnis.com mengatakan bahwa sebisa mungkin jangan memiliki banyak kartu kredit.

Alasannya, memiliki kartu kredit seringkali mengakibatkan pengaturan pos pengeluaran tidak teratur. Jika kamu tidak ingin terlilit utang yang terlalu banyak, mengetahui jangka waktu pembayaran tagihan atau limit kartu kredit menjadi salah satu kunci.

Kalau kamu memiliki angsuran kartu kredit, usahakan untuk selalu membayar tagihan kartu kreditnya secara penuh setiap bulannya. Bahkan disarankan untuk tidak mengambil pembayaran minimum agar setidaknya arus kas kamu bisa terkendali saat ekonomi sedang susah-susahnya seperti saat ini.

4. Mengatur Pengeluaran

Salah satu alternatif agar kamu masih bisa membayar angsuran beberapa bulan kedepan meskipun pendapatan kamu merosot adalah dengan mengatur ulang pos pengeluaran melalui anggaran belanja.

Disarankan untuk terus menerus melakukan penghematan seperti dengan cara memasak dari rumah, mengurangi penggunaan listrik dan air yang tidak perlu dan meniadakan kegiatan bepergian yang tidak diperlukan. Di sisi lain, tutuplah keran hiburan seperti nongkrong cantik hingga menonton bioskop yang bisa dialihkan untuk membayar beban angsuran yang menggunung selama pandemi.

Langkah-langkah tersebut bisa kamu lakukan demi menjaga pos pengeluaran untuk biaya angsuran tetap stabil untuk menghindari risiko kredit macet selama berbulan-bulan yang pastinya juga akan merugikan kamu sembari menunggu penghasilan kamu bisa kembali seperti sedia kala.

5. Meminta Bantuan Pinjaman Orang Terdekat

Jika memungkinkan, kamu bisa melakukan refinancing. Secara umum, refinancing adalah kegiatan pengajuan pinjaman baru dalam rangka pembayaran dan pelunasan pinjaman sebelumnya dikarenakan kamu memiliki potensi untuk gagal bayar karena nihil atau berkurangnya penghasilan selama masa pandemi, maka pertimbangkan lah menggunakan fasilitas cicilan 0 persen.

Dari mana cara mendapatkannya? Tentu saja, dari orang terdekatmu seperti orang tua, saudara dan teman. Karena itu, usahakan untuk menjaga kepercayaan orang terdekatmu dengan tetap menghasilkan pendapatan selama pandemi, setidaknya dari sana mereka tahu kamu sedang berusaha.

Adapun, sebagai salah satu upaya untuk mempertebal dana darurat dan investasi kamu setelah pendapatan stabil nantinya, kamu bisa menggunakan layanan investasi online Ajaib, yang mencakup investasi reksa dana dan pasar saham yang sudah bisa kamu unggah melalui Google Play Store dan Apple Store.

Artikel Terkait