Investasi, Investor Saham Pemula, Saham

TC Saham dan E-IPO Kena Bea Meterai Saham, Berikut Mekanismenya

Ajaib.co.id – Kabar mengenai bea materai untuk transaksi saham telah beredar sejak tahun lalu. Meski sempat menjadi pemercik kontroversi, bea meterai saham akan diberlakukan mulai tahun ini. Oleh karena itu, semua investor saham perlu mengetahui mekanisme implementasi bea meterai Rp10.000 tersebut.

Dasar Hukum

Bea meterai dalam perundangan Indonesia merupakan pajak atas dokumen yang digunakan masyarakat untuk membuktikan suatu keadaan, kenyataan dan perbuatan yang bersifat perdata. UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai Pasal 3 Ayat 2e menyatakan bahwa bea meterai juga dikenakan atas “dokumen transaksi surat berharga, termasuk Dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun”.

Bagian penjelasan atas undang-undang tersebut memaparkan lebih lanjut mengenai definisi “dokumen transaksi surat berharga”. Yang dimaksud dengan “dokumen transaksi surat berharga” antara lain bukti atas transaksi pengalihan surat berharga yang dilakukan di dalam bursa efek berupa trade confirmation atau bukti atas transaksi pengalihan surat berharga lainnya dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk dokumen berupa akta notaris, kuitansi, atau dokumen lainnya, yang digunakan sebagai bukti atas transaksi pengalihan surat berharga yang dilakukan di luar bursa efek.

Aturan-aturan ini sebenarnya sudah berlaku sejak 1 Januari 2021. Namun, sistem perdagangan saham elektronik membutuhkan bea meterai elektronik yang belum bisa diterapkan pada saat itu. Setelah pemerintah mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan, biaya materai atas trade confirmation (TC) saham dan E-IPO akan diterapkan mulai tahun 2022.

Mekanisme Penerapan Bea Meterai Dalam Perdagangan Saham dan E-IPO

Pemerintah kemungkinan akan menunjuk perusahaan sekuritas sebagai pemungut bea meterai mulai 1 Maret 2022. Setelah itu, TC dan E-IPO saham berdasarkan kriteria tertentu yang diterima investor melalui e-mail akan dikenakan biaya materai Rp10.000.

Bea meterai Rp10.000 tidak dikenakan pada setiap transaksi jual beli saham, melainkan hanya untuk dokumen trade confirmation dengan nilai transaksi Rp10 juta ke atas (gross, tidak termasuk brokerage fee dan levy) dan E-IPO allotment atau penjatahan E-IPO dengan nominal penjatahan saham sebesar Rp5.000.000,- ke atas. Sekuritas biasanya hanya mengirim email trade confirmation pada hari-hari bursa ketika terjadi transaksi dalam rekening efek kita, baik transaksi beli maupun jual saham. 

Berdasarkan uraian tersebut, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan oleh investor:

  1. Bea meterai Rp10.000 akan dibebankan secara otomatis oleh perusahaan sekuritas, sehingga kita sebagai nasabah hanya perlu memastikan tersedia dana memadai untuk membayar meterai dalam rekening dana nasabah (RDN).
  2. Bea meterai tidak akan dibebankan pada setiap transaksi jual-beli saham dan pembelian saham E-IPO
  3. Bea meterai tidak akan dibebankan pada trade confirmation yang memuat nilai di bawah Rp10 juta dan penjatahan E-IPO di bawah Rp5 juta.

Artikel Terkait