Saham

Stock Split adalah Strategi Blue Chips Untuk Terus Hype

stock split adalah

Ajaib.co.idStock split adalah aksi korporasi yang dilakukan emiten Blue Chips agar terus mendapatkan respon investor baru. Apa maksud dari strategi ini?

Pada akhir Desember 2019 lalu, Bursa Efek Indonesia mencatat saham hasil stock split (pemecahan nilai nominal) PT Unilever Indonesia Tbk dengan rasio 1 : 5.

Maka, sejak 2 Januari 2020, nilai saham UNVR yang sebelumnya Rp 41.650 per saham, resmi menjadi Rp8.330 per saham. Jumlah saham UNVR yang tercatat di BEI sebelum stock split sebanyak 7,63 miliar lembar, kini menjadi 38,15 lembar saham.

Respon pasar terhadap stock split UNVR positif, karena sebenarnya sudah ditunggu-tunggu. UNVR tercatat sudah 2x melakukan stock split, yaitu pada 6 November 2000 dan 3 September 2003.

Tujuan PT Unilever Indonesia Tbk melakukan aksi korporasi stock split adalah untuk membuat saham UNVR lebih terjangkau oleh kalangan luas investor retail Milenial, serta meningkatkan likuiditas perdagangannya di lantai bursa.

Stock split Adalah Pemecahan Satuan Saham

Pemahaman yang lebih detail tentang stock split adalah suatu langkah atau tindakan yang dilakukan korporasi untuk memecah satuan lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak, dengan nilai nominal per lembar yang lebih kecil secara proporsional dalam rasio tertentu.

Langkah yang dilakukan korporasi ini otomatis akan meningkatkan jumlah lembar saham yang beredar diiringi dengan penurunan nilai nominal per lembarnya, tanpa adanya transaksi jual-beli. Berarti, modal yang dimiliki oleh setiap pemegang saham tidak mengalami perubahan.

Korporasi dengan kondisi fundamental bagus dan harga saham yang tinggi sering melakukan aksi stock split. Harga saham yang tinggi memang menunjukkan performa kinerja korporasi yang cemerlang, namun di sisi lain, hal itu akan mengakibatkan berkurangnya tingkat likuiditas dari tiap lembar sahamnya.

Karena hal tersebut justru akan membatasi ruang gerak para investor yang tidak atau belum mampu menjangkaunya.

Tujuan Stock Split Adalah Mengaktifkan Minat

Tujuan perusahaan melakukan stock split secara umum adalah sebagai berikut:

  • Menambah jumlah saham yang beredar sehingga likuiditas setiap lembarnya meningkat.
  • Mengupayakan pergerakan saham tetap aktif.
  • Menghindari harga saham terlalu tinggi yang akan menghambat minat beli investor publik.
  • Membuat harga saham lebih terjangkau, sehingga membuka peluang bagi investor bermodal terbatas untuk berpartisipasi dalam perdagangan saham perusahaan.
  • Memudahkan investor dalam melakukan diversifikasi investasi, karena pemecahan nilai dan lembar saham akan memperkecil risiko yang mungkin terjadi. Harga suatu saham yang terjangkau memungkinkan investor untuk juga mengalokasikan dananya di saham lain pada saat bersamaan.
  • Memperbesar peluang investor untuk meningkatkan jumlah pembelian saham odd lot (di bawah 100 lembar) menjadi round lot (kelipatan 100).

Jelas terlihat, aksi stock split yang dilakukan perusahaan juga bermanfaat bagi para investor serta memberikan manfaat bagi perusahaan itu sendiri sebagai emiten.

Harga saham yang semakin rendah memberi peluang bagi investor untuk memiliki jauh lebih banyak lembar saham dibanding sebelumnya. Selain itu, mereka leluasa berstrategi menghindari risiko dengan melakukan diversifikasi investasi, yaitu dengan menanamkan modalnya di saham perusahaan lain, atau bahkan jenis instrumen investasi lain.

Sementara perusahaan emiten sendiri pasti dapat memperoleh manfaat langsung dan juga tidak langsung. Harga saham yang rendah berkat aksi stock split adalah saham Hot Shot. Karena nilai fundamentalnya malah dianggap stabil cenderung naik, dan saham itu dianggap ramah karena sedang menyapa lebih banyak fans! Wah, kayak Rock Star aja! Sebenarnya memang sudah banyak yang ngefans, tapi tadinya terasa sulit dijangkau.

Nah, berkat stock split, para investor baru yang dulu hanya jadi pengagum rahasia, kini bisa langsung ikut memilikinya, bahkan menikmati profit terus-menerus! Sedangkan manfaat tidak langsungnya, semakin banyaknya jumlah saham yang beredar dengan harga yang terjangkau oleh mayoritas investor baru dan muda, otomatis memicu pergerakan yang semakin aktif dan akhirnya menjadikan saham tersebut sebuah hype tersendiri!

Bila gerakan saham sudah sedemikian aktif, dengan sendirinya aksi korporasi ke depannya akan selalu mencuri perhatian dan respon lebih cepat dari para pelaku pasar.

Risiko Blue Chips Jika Telat Stock Split

Di satu sisi, harga saham yang semakin tinggi menunjukkan fundamental perusahaan semakin bagus. Namun di sisi lain, jika terlalu lama mager di harga saham yang terlalu tinggi, justru akan menggerus likuiditas saham itu sendiri.

Pergerakannya jadi lambat atau kurang aktif, sehingga lama-lama akan terasa old school dan kehilangan momentumnya, karena mengurangi kemampuan investor baru untuk membeli, terlibat, dan mengelola keuntungan dari saham tersebut. Harga saham yang tinggi justru berisiko melemahkan fundamental perusahaan apabila tidak segera dilakukan aksi korporasi.

Jangan lupa, nilai jual sebuah bisnis sangat dinilai dari keaktifan usaha dan praktek good governance-nya, bukan hanya karena harga sahamnya mahal. Itulah sebabnya, perusahaan terdorong untuk melakukan aksi korporasi stock split.

Tapi, perlu dipahami juga bahwa aksi korporasi stock split tak juga otomatis selalu memberikan pengaruh positif terhadap harga saham. Memang benar bahwa aktivitas para pemodal kecil atau investor retail bisa terpicu untuk ikut meramaikan pasar modal berkat rendahnya harga saham, sehingga korporasi dinilai bersifat inklusif.

Namun, nantinya kinerja para investor kecil ini bisa justru malah berisiko memperlambat, bahkan menahan laju kenaikan harga saham tersebut. Jadi, mana dong yang lebih penting bagi sebuah saham, faktor keinklusivitasannya, atau tingkat eksponensial nilainya?

Jawabannya adalah: kedua-duannya adalah lembah dan puncak siklus hidup sebuah saham, yang perlu dikelola dengan berimbang, demi kesustainabilitasannya (keberlanjutan/kelanggengannya).

Meski aksi korporasi stock split adalah sebuah strategi yang cerdas, masih ada banyak faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi naik turunnya harga saham seperti fundamental perusahaan, tren masing-masing sektor, serta evolusi pasar dan industri terkait.

Jadi, jangan melewatkan peluang besar di aksi stock split UNVR, BBRI, BBCA, TLKM, ICBP ataupun saham Blue Chips lain berikutnya ya!

Pantau terus berita aksi korporasi mereka, sambil terus perkaya portfolio investasimu dengan instrumen yang bisa mengurangi risiko, berintegritas, fleksibel dan menguntungkan, seperti reksa dana di Ajaib.

Dengan aplikasi mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000, menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, dan pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan, Ajaib tetap jadi pilihan cerdas untuk kaum milenial!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait