Bisnis & Kerja Sampingan

Sepak Terjang Wismilak dalam Mengembangkan Bisnis

wismilak

Ajaib.co.id – Di mata dunia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan industri rokok yang besar. Berbagai nama rokok telah melanglang dunia. Wismilak, misalnya.

Di industri barang konsumsi, nama Wismilak tak asing lagi. Perseroan ini telah menjadi perusahaan rokok terbesar keenam di Indonesia. Meski demikian perseroan tak lepas dari jalan terjal dalam mengembangkan bisnisnya. Dan inilah sepak terjang perseroan dari dulu hingga saat ini.

Sejarah Wismilak

Sejarah Wismilak dimulai dengan PT Gelora Djaja yang didirikan oleh pasangan suami istri Lie Koen Lie (Wisman Ali) dan Liem Sien Nio (Sinta Dewi Sampurna) dengan Oei Bian Hok (Budiono Widjajadi) pada 12 September 1962.

Awalnya pabrik mungil di Jalan Petemon Barat, Surabaya, mempekerjakan 10 karyawan dengan memproduksi rokok kretek tangan (SKT) secara manual bermerek Galan. Sedangkan merek Wismilak Kretek Special diluncurkan pada 5 Maret 1963.

Seiring perkembangan bisnis, perseroan mendirikan PT Wismilak Inti Makmur sebagai holding company 14 Desember 1994. Selanjutnya pada era 2000-an, perseroan meluncurkan merek-merek rokok baru.

Salah satu momentum terbesar adalah Wismilak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten WIIM pada 18 Desember 2012. Saat itu, perseroan menawarkan saham baru hingga 630 juta unit seharga Rp650 per lembar saham. Alhasil perseroan mampu meraup dana segar Rp409 miliar.

Sepak Terjang Bisnis

Namun jalan perseroan tak selalu mulus. Karena industri rokok mengalami tekanan beberapa tahun belakangan. Seperti tekanan penggabungan batasan rokok mesin, revisi Peraturan Pemerintah tentang produk rokok, serta kenaikan cukai rokok.

Untuk mempertahankan sekaligus memperluas pasar, perusahaan melakukan inovasi. Tak heran jika produk perseroan diekspor ke berbagai negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Selain itu, perseroan melakukan inovasi melalui SKT low tar pada 2000. Ada pula cerutu premium dengan jenis robusto, corona, dan petit corona. Sedangkan kapasitas produksi perseroan mendekati tiga miliar batang rokok per tahun untuk SKT dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Berdasarkan paparan kinerja, berdasarkan keterangan pers, perseroan membukukan laba Rp44,2 miliar pada 2017. Tahun berikutnya, 2018, laba naik menjadi Rp52,2 miliar. Sedangkan penjualan bersih dari 2017 ke 2018 mengalami penurunan. Masing-masing Rp1,476 miliar dan Rp1.405,4 miliar.

Sementara itu, laporan keuangan periode berakhir 31 Maret 2019, perseroan mencatatkan laba bersih kuartal I-2019 sebesar Rp5 miliar. Laba tersebut lebih rendah 50 persen dari tahun sebelumnya periode yang sama, yakni Rp10 miliar.

Penurunan juga terjadi di bursa saham. Sejak kehadiran sampai sekarang, harga WIIM semakin merosot. Pada penutupan bursa Selasa (01/04/2020), WIIM berada pada level Rp81 per lembar saham. Bahkan WIIM sempat masuk daftar unusual market activity (UMA) atau adanya pergerakan harga tak wajar pada Februari 2019.

Menjalankan Bisnis Saat Ekonomi Melemah

Namun di saat kondisi seperti ini, ekonomi melemah, tak hanya kinerja WIIM yang menurun. Pelaku bisnis kecil-menengah pun terkena dampak pelemahan ini. Terlebih jika kamu baru saja mengoperasikan bisnis.

Bagaimana bertahan di tengah pelemahan ekonomi bagi industri kecil-menengah? Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan di tengah pelemahan ekonomi, seperti pandemi covid-19 ini.

Memanfaatkan Pesan Antar

Meski perkantoran tidak aktif, orang-orang bekerja di rumah (work from home, WFH), tetapi roda ekonomi tetap berjalan. Jika produk bisnis berupa makanan, minuman, produk perawatan pribadi, fesyen, perkakas rumah tangga, atau elektronik, kamu bisa mnengembangkan bisnis di rumah dan memanfaatkan pesan antar.

Karena orang-orang yang kerja di rumah lebih ada waktu untuk berbelanja daring, ketimbang ketika ia di kantor. Berikan promo ongkos kirim atau diskon untuk menarik perhatian. Dengan menggunakan jasa pesan antar (kurir atau ojek daring), kamu tetap bisa menjalankan bisnis sekaligus berbagi rezeki dengan sesama.

Memanfaatkan Media Sosial

Media sosial merupakan salah satu wadah yang menyalurkan informasi. Agar bisnismu terus berjalan, manfaatkan media sosial untuk promosi sekaligus edukasi. Misalnya, pembeli tak perlu menyambangi kedai, karena kedai akan mengantar pesanan sampai rumah, dan sebarkan pesan baik tentang mencuci tangan serta social distancing.

Hindari Menaikkan Harga

Jika bahan pokok atau barang dari supplier tidak naik, ada baiknya hindari menaikkan harga. Jika dari supplier naik, sesuaikan harga secara wajar. Ketika peristiwa wabah yang terjadi tiba-tiba, semua orang tak siap untuk menghadapinya. Usahakan jangan mengambil kesempatan dengan mendongkrak harga setinggi-tingginya. Manfaatkan saja promosi agar produkmu laris manis.

Memperbaiki Sistem

Saat mengoperasikan bisnis dari rumah, inilah saat yang tepat untuk memperbaiki sistem serta mengembangkan bisnis. Mulai dari sistem keuangan, produksi, jaringan distribusi, ketersediaan bahan baku, pengiriman, gaji pegawai (jika ada) hingga mengevaluasi operasional bisnis. Jika ada pos pengeluaran yang dirasa tak begitu perlu, hapus atau kurangi saja. Bijaklah dalam mengeluarkan uang.

Melihat Peluang

Sekali lagi, ini bukan peluang menaikkan harga. Melainkan peluang untuk mengembangkan bisnis. Misal jika kamu memiliki bisnis makanan (rice bowl), perhatikan pesanan atau masukan pembeli. Peluangnya rilis beberapa jenis lauk beku ukuran 500 gram dan satu kilogram. Dengan demikian, pembeli memiliki banyak pilihan.

Jika produkmu adalah mainan anak, buat seperangkat mainan rakit. Misalnya seperangkat membuat pantai yang terdiri dari bos transparan, pasir, hewan laut, dan pewarna. Permainan tersebut bisa untuk mengisi aktivitas anak-anak ketika harus sekolah di rumah atau homeschooling.

Kelola Keuntungan

Kelola keuntungan dengan sebaik-baiknya. Karena kamu tak tahu kapan ekonomi membaik. Sehingga kamu perlu menyimpan uang pada aset aman, seperti tabungan atau deposito. Simpan dana tunai secukupnya saja. Karena pemerintah menganjurkan transaksi cashless.

Bila kamu tetap ingin menginvestasikan keuntunganmu, pilih instrumen yang rendah risiko. Sebut saja portofolio reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Keduanya cocok dimanfaatkan untuk investasi jangka pendek dan menengah. Untuk informasi lebih lengkap tentang reksa dana di Ajaib.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait