Saham

Saham WSBP dan Proyeksinya dalam Setahun Ke Depan

saham wsbp

Ajaib.co.id – Apakah kamu tertarik dengan saham WSBP milik PT Waskita Beton Precast Tbk? Jika iya, maka kamu harus simak ulasan mengenai proyeksi saham ini untuk setahun ke depan.

Mungkin kamu saat ini sering menemui banyak pembangunan di berbagai kota. Mulai dari proyek pembangunan jalan raya hingga pembangunan ibu kota baru. Memang Indonesia saat ini sedang ngebut untuk melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Harapannya hal ini dapat menghilangkan ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia, sehingga perekonomian daerah bisa bersaing dengan pusat. Maraknya kegiatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah juga turut memberikan dampak positif untuk para pelaku usaha, khususnya mereka yang bergerak di bidang bahan konstruksi dan bangunan.

Mereka dapat merasakan keuntungan lebih dibanding biasanya. Mulai dari pendapatan hingga nilai saham perusahaan tersebut juga ikut terdongkrak performanya.

Mungkin ini bisa menjadi inspirasi buat kamu yang kini tengah bingung untuk membeli saham. Bisa jadi ini peluang untuk meraih keuntungan dari saham yang berkaitan dengan perusahaan bahan-bahan konstruksi dan bangunan.

Salah satunya yang bisa menjadi pilihan kamu adalah saham WSBP. SahamPT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) salah satu anak perusahaan PT. Waskita Karya. Untuk lebih detailnya berikut profil  saham WSBP dan proyeksinya

Latar Belakang Perusahaan

Saham WSBP merupakan saham PT Waskita Beton Precast Tbk, merupakan emiten yang bergerak dalam produksi beton pracetak dan siap pakai. Didirikan pada tanggal 7 Oktober 2014, dan merupakan salah satu anak perusahaan konstruksi BUMN terkemuka di Indonesia, yaitu PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Lokasi kantor pusatnya berada di Jakarta Timur, Indonesia.

Perusahaan ini beroperasi melalui segmen berikut: Pracetak, Readymix, dan Layanan Konstruksi. Segmen pracetak menawarkan Spun Precast dan Cast-Insitu. Segmen Ready Mix terdiri dari campuran semen, air, pasir, dan material batu pecah; dan diproduksi di pabrik dan dikirim ke proyek oleh truk pengaduk. Segmen Jasa Konstruksi mencakup kegiatan layanan pendukung yang terdiri dari teknik, instalasi, layanan tiang pancang, dan solusi post tensioning.

Pabrik dan Proyek Waskita Beton Precast

Waskita Precast kini memiliki sembilan pabrik beton pracetak, yaitu pabrik di Cibitung (325 ribu ton), Sidoarjo (425 ribu ton), Sadang (350 ribu ton), Bojonegara (475 ribu ton), Karawang (575 ribu ton), Subang (350 ribu ton), Kalijati (250 ribu ton), Gasing (725 ribu ton), dan Klaten (225 ribu ton). Perseroan ini juga memiliki 73 batching plant untuk readymix yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatera, dan Sulawesi.

Saat ini proyek utamanya adalah proyek jalan tol Pematang Panggang-Kayu Agung (PPKA) Jakarta- Cikampek, Cibitung-Cilincing, Legundi-Bunder, Bocimi, CCTW I & II, KAPB, dan Pekanbaru-Dumai.

Proyeksi Saham WSBP

Danareksa Sekuritas menetapkan target harga saham WSBP sebesar Rp410, dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut menggambarkan perkiraan PE tahun ini sekitar 11,1 kali atau setara dengan rata-rata PE perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Analis Jasa Capital Sekuritas Chris Apriliony merekomendasikan untuk membeli saham WSBP dengan target harga Rp400 per saham.

Samuel Sekuritas juga memasang target harga WSBP sebesar Rp410, dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2020 sekitar 9,5 kali.

Beberapa analis dari pasar saham pada umumnya memproyeksikan saham WSBP akan positif. Hal itu bukan tanpa dasar, ada beberapa faktor yang mendukung proyeksi para analis, diantaranya:

  • WSBP membukukan kontrak baru sebesar Rp5,93 triliun hingga November 2019. Jika ditambah kontrak bawaan (carry over) tahun lalu Rp9,35 triliun, total kontrak yang dihadapi (order book) perseroan mencapai Rp15,28 triliun.
  • Perseroan ini tengah membangun pabrik beton pracetak baru di kawasan Penajam, Balikpapan. hingga bulan Mei lalu perkembangan pabrik tersebut telah mencapai 60%. Alhasil, bukan mustahil pabrik ini akan selesai sebelum pergantian tahun ini. Jika pabrik baru tersebut selesai, kapasitas produksi WSBP diperkirakan akan mencapai 3,75 juta ton per tahun.
  • Langkah ekspansi WSBP. Emiten ini pernah menerbitkan obligasi bertenor 3 tahun senilai Rp500 miliar yang mana 60% beberapa bulan lalu, di antaranya digunakan untuk investasi pabrik baru di Penajam.

Jadi, bagaimana menurut kamu? Apakah kamu tertarik untuk memasukkan saham WSBP ke dalam portofolio investasi? Tapi sebelum kamu membelinya, ada baiknya kamu analisa lebih mendalam terlebih dahulu.

Karena bermain saham butuh kejelian dan ketelitian dalam menganalisis. Kamu harus menganalisis secara teknikal maupun fundamental, sehingga investasi saham benar-benar cuan.

Artikel Terkait