Saham

Saham SMBR dan Serba-serbinya yang Perlu Kamu Tahu

saham smbr

Ajaib.co.id – Jangan terburu-buru untuk berinvestasi di saham SMBR bila kamu belum tahu apapun tentang saham ini. Oleh karenanya, redaksi Ajaib akan mengulas serba serbi dari saham SMBR ini. Disimak ya!

Saham SMBR atau saham perusahaan Semen Baturaja (Persero) Tbk, dimana perusahaan didirikan pada tanggal 14 November 1974 dan suadah memulai kegiatan komersial pada tanggal 1 Juni 1981. Perusahaan memiliki kantor pusat Semen Baturaja terletak di Jalan Abikusno Cokrosuyoso Kertapati, Palembang, dengan kantor perwakilan di Gedung Graha Irama, Rasuna Jakarta Selatan. Perusahaan juga memiliki lokasi pabrik SMBR yang tersebar di tiga lokasi yaitu masing-masing di daerah Sumatera Selatan (Baturaja dan Palembang) dan Panjang (Lampung).

Sebanyak 5 persen saham perusahaan adalah milik Negara Republik Indonesia (pengendali) sementara 75,75 milik public dan 9,32 persen milik Asuransi Jiwasraya. Berdasarkan daripada susunan dalam Anggaran Dasar dari Perusahaan dimana sebuah ruang lingkup kegiatan SMBR terutama akan  bergerak dibidang industri semen termasuk produksi, distribusi dan beragam jasa lain yang terkait dengan industri semen.

Adapun jenis semen yang dihasilkan SMBR, antara lain semen Ordinary Portland Cement Tipe I dan juga Portland Composite Cement. Saat ini, seluruh hasil produksi semen dipasarkan di seluruh pelosok pasar lokal yang meliputi wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Bengkulu.

Pada tanggal 19 Juni 2013, SMBR mulai memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SMBR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 2.337.678.500 dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham dengan harga penawaran Rp 560 per lembar saham. Saham-saham itu kemudian akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Juni 2013.

Pada tahun ini, PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) menyatakan akan menargetkan pertumbuhan laba dua digit bersamaan dengan kenaikan pendapatan perusahaan pada tahun 2020.

Sementara pertumbuhan laba bersih SMBR ditargetkan mencapai dua digit pada tahun2020. Perolehan pendapatan oleh perusahaan juga dipastikan akan meningkat. Apalagi, perseroan kini sudah berencana untuk menambah usaha baru, yakni white clay (tanah liat).

Dengan ditambahnya lini bisnis baru pada perseroan tersebut, perusahaan Semen Baturaja telah menkamitangani kontrak kerja sama jual beli tanah liat dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). Adapun bentuk kerja sama ini merupakan tindak lanjut daripada nota kesepahaman sinergi antar BUMN yang telah ditkamitangani pada tahun 2019 lalu. Disebutkan juga bahwa kontrak kerja sama jual beli tanah liat ini akan terjadwal dan berlangsung selama 3 tahun dengan total volume sebesar 150 ribu ton.

Pada tahun 2020, perseroan berencana akan memasok sebanyak 50 ribu ton tanah liat dalam sebuah kesepakatan yang sudah ditkamitangani. Jual beli tanah liat ini merupakan salah satu langkah yang sangat strategis bagi perseroan untuk memaksimalkan kinerja perusahaan pada tahun 2020 sehubungan dengan oversupply industri semen yang masih terus terjadi. Disisi lain, pada tahun 2019 pendapatan perusahaan dari bisnis jual beli tanah liat ini menjadi kontributor utama setelah pendapatan dari penjualan semen.

Selain itu, yang pasti perseroan juga menjajaki bisnis bata ringan, misalkan saja beton porous dan mortar. Dalam bisnis bata ringan dan beton porous saat ini masih dalam kajian dan persiapan oleh tim Research dan Development. Sementara untuk semen mortar sudah dilakukan trial kepada market di area Lampung mulai bulan Oktober 2019 lalu. Alternatif di depannya masyarakat tidak akan membutuhkan semen dalam kurun waktu hingga 15 tahun ke depan. Oleh karena itu, perseroan akan berfokus pada pengembangan produk turunan

Meski demikian, Semen Baturaja hingga kini masih akan tetap fokus pada bisnis inti perusahaan dengan memaksimalkan penjualan semen di wilayah Sumatra bagian Selatan, sementara mempersiapkan menjajaki dua wilayah pasar baru yang menjanjikan yakni di kawasan Pontianak dan Banten.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. juga menargetkan utilisasi pabrikan meningkat menjadi 70 persen pada tahun 2020 dari yang saat ini berkisar hanya di angka 60 persen.

Djangka pendek dan menengah perseroan akan lebih fokus dari ekspansi produk turunan semen yang mana ini dilakukan untuk proyeksi perbedaan kebutuhan akan semen di masa depan. Kemungkinan ke depannya, masyarakat sudah tidak lagi membutuhkan semen tetapi hanya cukup dengan panel board yang hanya perlu di temple saja.

Tahun ini perseroan juga berencana melakukan peluncuran produk baru yakni gypsum. Selain ituperusahaan terus berusaha mengoptimalkan sinergi dengan BUMN lain guna mendapatkan hasil R&D yang mendukung ekspansi produk baru.

Di tahun tikus logam ini perseroan ingin menekan biaya operasional semurah mungkin, yang mana dari biaya yang rendah, maka peningkatan penghematan pasokan listrik salah satunya bisa memanfaatkan panas dari kilen.

Bacaan menarik lainnya:

Halim, A. (2005). Analisis Investasi. Jakarta: Alfabeta


 Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait