Analisa Saham

Saham RICY Tetap Bersinar di Pandemi, Ini Analisanya!

Saham RICY
Saham RICY

Ajaib.co.id – PT Ricky Putra Globalindo, Tbk (berkode saham: RICY) didirikan pada tahun 1987. Sebelas tahun kemudian atau pada tahun 1998, RICY melakukan IPO dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lebih dari tiga dekade beroperasi, RICY menjadi salah satu perusahaan garmen dan tekstil ternama di Indonesia. Portofolio bisnis RICY mencakup sektor tekstil, garmen dan restoran.

Dengan portofolio usaha yang dimiliki, RICY mampu menyediakan produk dan layanan yang saling melengkapi baik untuk pelanggan domestik maupun internasional, serta memungkinkan RICY memanfaatkan peluang-peluang pertumbuhan di berbagai sektor sandang di Indonesia.

RICY mempunyai lima bidang usaha. Kelima bidang usaha itu adalah sebagai berikut:

1. Pakaian jadi yang dapat dikelompokkan menjadi tiga produk utama, yaitu

a. Pakaian dalam pria

Ada tujuh segmen produk utama untuk melayani pasar domestik dengan merek Ricky, GT Man, GT Ladies, Ricsony, GT Man Kid, GT Kid dan GTman Sport. Produk-produk ini memiliki ragam dan tipe, termasuk model, warna, jenis bahan baku, dan kemasan, tersendiri.

b. Pakaian jadi

Kelompok produk ini terdiri dari baju berlisensi international dan merek sendiri. RICY memproduksi produk-produk ini dengan tujuan menjangkau pasar lebih luas, termasuk di department store. Lisensi internasional produk-produk RICY ini mencakup Transformer, Pokemon, Barbie dan Despicable Me. Dengan segmentasi luas dari anak-anak, remaja dan dewasa baik perempuan maupun laki- laki, produk-produk ini dapat menjangkau pasar lebih banyak lagi.

c. Pakaian dalam dan pakaian jadi yang dipesan khusus

Pembeli produk ini bisa dari luar negeri maupun dalam negeri. Macam-macam produknya antara lain  baju tidur, pakaian dalam wanita, t-shirt dan polo shirt dengan segmentasi anak- anak, remaja dan dewasa baik perempuan maupun laki-laki.

2. Benang rajut yang terdiri dari benang rajut katun dan TC dengan variasi dalam berbagai ukuran.

3. Produk kain rajut, di bawah bendera PT Ricky Tekstil Indonesia bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pencelupan kain rajut (bahan baku).

4. Pakaian jadi khusus untuk diekspor di bawah perusahaan PT Ricky Garment Exportindo dan PT RT Mahkota Globalindo.

5. Bidang usaha restoran melalui PT Ricky Citra Rasa.

Produk-produk RICY dijual ke pasar domestik dan internasional. Tak hanya berbasis di Indonesia, RICY juga memiliki basis di Vietnam melalui salah satu anak perusahaannya, yakni Ricky Putra Globalindo Vietnam Co., Ltd. Keberadaan anak perusahaan RICY secara fisik di luar negeri dapat membantu induk perusahaan untuk meraup pasar yang lebih luas.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Kinerja RICY menurun bila membandingkan sembilan bulan pertama tahun 2019 dan periode sama tahun 2020. Bila pada periode Januari– September 2019, penjualan dan pendapatan usaha RICY mencapai Rp1,3 triliun, maka periode sama tahun 2020 hanya mencapai Rp812,3 miliar.

Jumlah laba bruto RICY juga merosot. Pada sembilan bulan pertama tahun 2020, laba bruto RICY adalah Rp139,5 miliar. Padahal, hingga triwulan ke-3 tahun 2019, RICY mencatat laba bruto sebesar Rp237,2 miliar.

Sementara itu, beban penjualan di antara dua periode di atas tak terlalu signifikan perbedaannya. Alhasil, pada Januari–September 2020, RICY membukukan kerugian. Pada periode sama tahun sebelumnya, RICY masih bisa meraub laba.

 Komponen Laba September 2019 September 2020
Penjualan dan pendapatan usaha Rp1,3 triliun Rp812,3 miliar
Jumlah laba bruto Rp237,2 miliar Rp139,5 miliar
Beban penjualan (Rp111,9 miliar) (Rp96,1 miliar)
Jumlah laba (rugi) Rp7,8 miliar (Rp80,8 miliar)

Riwayat Kinerja

Kinerja RICY bertumbuh cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, penjualan bersih RICY meningkat signifikan dalam rentang tahun 2015–2019. RICY juga berhasil menjaga pertumbuhan aset dan liabilitasnya cukup konstan.

Berikut ini rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sejumlah komponen kinerja RICY periode 2015 hingga 2019:

Komponen CAGR 2015-2019
Penjualan bersih 93,6%
Laba tahun berjalan 27,9%
Jumlah aset 26,8%
Jumlah liabilitas 45,6%

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

RICY terbilang rutin membagikan dividen tiap tahunnya. RICKY, misalnya, rutin membagikan dividen identik pada periode tahun 2015–2018. Namun, pada tahun 2019, RICY memutuskan untuk tidak membagikan dividen. Hal ini tak terlepas dari merosotnya kinerja RICY yang salah satu faktor penyebabnya adalah pandemi Covid-19.

Tahun Dividen per Saham Jumlah yang dibayarkan (miliar)
2015 Rp3 Rp1,93 miliar
2016 Rp3 Rp1,93 miliar
2017 Rp3 Rp1,93 miliar
2018 Rp3 Rp1,93 miliar
2019

Prospek Bisnis RICY

RICY terbilang cukup cepat beradaptasi tatkala pandemi Covid-19 baru memasuki Indonesia. Saat itu, RICY langsung bergerak mendiversifikasi usahanya dengan memproduksi masker kain.

Namun, untuk tahun ini, RICY akan kembali berfokus pada segmen produksi pakaian dalam. RICY tidak sepenuhnya menghentikan produksi masker. RICY masih menerima pesanan khusus masker kain.

Salah satu faktor penyebab RICY tidak lagi memproduksi masker kain seperti tahun lalu karena kompetisi di segmen ini kian ketat. Selain itu, langkah ini merupakan bentuk dukungan RICY terhadap upaya Pemerintah untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk masker.

Harga Saham

Data saham RICY pada tanggal 24 Maret 2021 adalah sebagai berikut:

Pembukaan: Rp88

Penutupan Sebelumnya: Rp86

Penawaran (Offer): Rp87

Penawaran (Bid): Rp84

Harga Terendah: Rp 87

Harga Tertinggi: Rp88

Volume: 2.300 (Saham)

Nilai Transaksi: Rp200.200

Frekuensi: 6 (Kali)

Dari data di atas, maka rekomendasi saham RICY adalah beli. Rekomendasi tersebut cukup moderat mengingat manajemen RICY cukup cepat dan jeli dalam menganalisis dinamika pasar yang penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait