Saham

Saham MBSS Dibeli Lo Kheng Hong, Apa Pertimbangannya?

Lo Kheng Khong

Ajaib.co.id – Dinamika pasar modal tak bisa lepas dari tren pembelian saham tertentu. Misalnya saja saham MBSS yang mendadak jadi perhatian publik ketiak diborong oleh Lo Kheng Hong. Investor saham yang disebut sebagai Warren Buffet Indonesia memang selalu jadi trend setter bagi para investor saham.

Berinvestasi saham memang bukan suatu hal yang mudah. Butuh sangat banyak pertimbangan dan pemahaman pasar untuk tahu soal mana saham yang yang tepat untuk dimiliki. Tak heran banyak yang memilih cara kilat dengan ikut tren mana saham yang sedang diminati.

Cara ini merupakan salah satu faktor naik turunnya harga saham yang cukup signifikan dalam waktu singkat. Namun sebaiknya kamu tidak mudah termakan tren yang sedang terjadi di pasar saham. Pastikan kamu punya pertimbangan sendiri dan bukan hanya mengekor strategi saham orang lain.

Meski demikian, tak ada salahnya belajar dari langkah investasi para tokoh yang sudah sukses termasuk pula Lo Kheng Khong. Investor yang dikenal dengan prinsip value investing ini sukses meraup cuan dari saham MBSS dengan membelinya ketika emiten ini tak begitu diminati.

Saham MBSS, Bukti Kejelian Berinvestasi ala Lo Kheng Hong

Ketika Lo Kheng Hong membeli sebuah saham, seperti saham MBSS, maka banyak investor langsung memerhatikan saham terseut, juga media massa dan analis finansial. Magnet Lo Kheng Hong yang memiliki aset Rp2,5 triliun dalam bentuk saham membuat gerak-geriknya diperhatikan, termasuk ketika berinvestasi saham MBSS.

Tentunya, kamu belum ada di level Lo Kheng Hong, namun penting bagi investor pemula untuk meniru langkah Lo Kheng Hong membeli saham MBSS yaitu dengan melakukan pertimbangan esensial atau pertimbangan penting.

Lalu apa sajakah pertimbangan tersebut? Berikut jawabannya.

  • Memahami langkah esensial

Investasi mudah, tapi investasi yang berjalan sukses adalah pekerjaan yang sulit. Statistik menunjukkan mayoritas investor properti, atau orang yang tidak berinvestasi secara profesional, pasti kehilangan uang setiap tahun.

Tentu, ada banyak alasan di baliknya, tapi ada satu alasan dari setiap investor yang berkarir di luar pasar investasi pahami. Mereka tidak memiliki waktu yang banyak untuk meriset sejumlah saham, dan tidak ada tim riset untuk melakukannya.

Karena alasan tersebut, investasi yang dilakukan dengan riset yang sedikit terkadang akan berakhir kerugian. Tentu, kerugian bagi investor pemula berbeda dengan kerugian yang dialami oleh Lo Kheng Hong. Itu kenapa, penting untuk mengikuti beberapa langkah di bawah ini.

  • Apa yang mereka lakukan

Jim Cramer, dalam bukunya yang berjudul “Real Money”, menyarankan investor untuk tidak pernah membeli saham keculai jika mereka telah memiliki pengetahuan mendalam tentang bagaimana perusahaan tersebut menghasilkan uang.

Apa yang mereka hasilkan? Jasa apa yang mereka tawarkan? Di negara mana saja mereka beroperasi? Apa produk unggulan mereka dan bagaimana penjualannya? Apakah mereka pemimpin dalam industri?

Pikirkan bahwa ini adalah kencan pertama. Kamu tentunya tidak akan pergi kencan dengan seseorang tanpa mengecek latar belakangnya. Jika iya, maka kamu bisa mengalami masalah. Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, kamu hanya perlu memanfaatkan internet, mengunjungi laman web perusahaan dan membaca tentang mereka.

Lalu, temui anggota keluarga dan minta mereka bertanya tentang perusahaan tersebut kepadamu. Jika kamu bisa menjawab pertanyaan mereka, maka kamu sudah cukup paham.

  • Rasio harga/pendapatan

Bayangkan jika kamu berada di pasar dengan seseorang yang bisa membantumu berinvestasi. Kamu mewawancara dua orang. Orang pertama memiliki sejarah panjang membantu orang lain untuk menghasilkan uang.

Teman kamu juga mendapatkan keuntungan dari orang ini, dan kamu tidak bisa mencari alasan kenapa kamu tidak menginvestasikan uangmu kepada dia. Ia juga berkata bahwa setiap Rp1000 yang ia hasilkan, ia akan mengambil Rp400 dan sisanya buat kamu.

Sementara orang kedua baru memulai bisnisnya. Dia tidak memiliki banyak pengalaman, dan meskipun menjanjikan, ia tidak memiliki sejarah kesuksesan. Satu-satunya keunggulan dari dia adalah dia hanya mengambil Rp200 dari keuntungan, tapi bagaimana jika dia tidak berhasil memberikan keuntungan sebanyak orang pertama?

Jika kamu memahami contoh ini, maka kamu memahami rasio P/E atau price/earnings. Jika perusahaan memiliki rasio P/E Rp 200, berarti bahwa investor mau membayar Rp200 bagi tiap keuntungan Rp1.

Pertimbangan-pertimbangan di atas mungkin terkesan sepele, namun bayangkan jika kamu berinvestasi seperri Lo Kheng Hong, maka penting untuk memahami pertimbangan mendasar tentang membeli saham seperti yang telah disinggung di atas.

Bahkan investasi saham ala Lo Kheng Hong cocok diaplikasi di masa seperti sekarang ketika bursa saham dilanda pelemahan. Penurunan harga saham dianggap sebagai kesempatan emas untuk memilih saham bagus namun dengan harga terjangkau.

Selama ini, ia memang selalu memilih saham dari perusahaan yang memiliki kinerja fundamental unggul tetapi dengan harga yang sangat terdiskon, lalu menyimpannya hingga harganya kembali wajar.

Mengulik Bisnis Mitrabahtera Segara Sejati, Sumber Kekayaan Lo Kheng Hong

Jika bicara soal Pak LKH, sebagaimana investor ini kerap dipanggil, pasti tak lepas dari keberadaan saham MBSS dan bagaimana ia berhasil mendapat kekayaan dari perusahaan ini. Ada baiknya kamu memahami lebih jauh korporasi ini beserta sektor bisnis sehingga bisa mengidentifikasi perusahaan potensial seperti ini.

PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) bergerak dalam bidang penyediaan jasa pengiriman, baik kargo maupun penumpang, dalam dan luar negeri maupun reguler dan non reguler. Perusahaan ini juag menyediakan persewaan kapan dan peralatan logistik. Pertama kali didirikan, emiten ini berada di bawah grup PT Indika Energy Tbk.

Perusahaan ini pertama kali masuk pasar saham dan melakukan IPO pada tahun 2011. Kala itu ada 175 juta lembar saham yang ditawarkan dengan harga penawaran Rp1.600 per lembar saham. Kinerja keuangan perusahaan ini juga terus menunjukkan tren yang positif.

Dikutip dari CNBC Indonesia, berdasarkan publikasi laporan keuangan 2019, emiten ini berhasil mencatatkan laba bersih US$ 1,59 juta atau sekitar Rp 25 miliar (asumsi kurs Rp 16.000/US$) dari tahun 2018 yang masih menderita rugi bersih US$ 17,14 juta atau Rp 281 miliar.

Pendapatan perusahaan naik 3,3% menjadi US$ 77,84 juta atau Rp 1,25 triliun dari sebelumnya US$ 75,38 juta. Beban langsung berhasil ditekan menjadi US$ 59,39 juta dari sebelumnya US$ 70,52 juta. Pendapatan terbesar dari bisnis jasa kapal tunda dan tongkang sebesar US$ 55,55 juta dari sebelumnya US$ 55,48 juta, sementara sisanya dari bisnis jasa floating crane US$ 22,27 juta dan konsultasi US$ 20.455.

Nyatanya, catatan pendapatan MBSS ini cukup meyakinkan sehingga LKH memutuskan untuk terus menaambah jumlah kepemilikan sahamnya di perusahaan ini. Investor yang juga menjadi pemegang saham di PT Petrosaa Tbk ini diketahui telah menambah persentase kepemilikan sahamnya di MBSS selama masa pelemahan ini.

Ia merupakan pemilik dari 5,79 perusahaan tersebut setelah kembali memborong 370.000 lembar saham MBSS hingga Akhir Maret 2020. Kepemilikan Lo Kheng Hong pada MBSS meningkat menjadi Rp66,9 miliar dari sebelumnya Rp56,9 miliar. Adapun total kapitalisasi pasar MBSS kini mencapai Rp1,23 triliun.

Adapun, pada penutupan perdagangan Jumat, 17 April 2020 harga saham MBSS berada di angka Rp318 per lembar saham. Keberhasilannya mencetak laba agaknya menjadi faktor yang mendorong penguatan harga saham ini setelah saham MBSS berada di angka Rp306 per saham, terendah dalam beberapa waktu belakangan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait