Saham CPRO, Masih Diangka Rp50 Selama Bertahun-tahun

Saham CPRO, Masih Diangka Rp50 Selama Bertahun-tahun
Saham CPRO, Masih Diangka Rp50 Selama Bertahun-tahun

Saham CPRO sejak tahun 2015 harganya tidak bergerak dari angka Rp50. Menjadi salah satu saham termurah di Indonesia, sepertinya kesempatan saham CPRO untuk bergerak naik masih belum bisa terlihat. Di tanggal 18 September 2019, harga saham CPRO masih berada di level Rp50. Dan hingga hari ini, 3 November 2019, saham ini masih diangka Rp50. Ternyata harga yang tidak berubah ini sudah terjadi dalam waktu bertahun-tahun. Lalu apakah penyebabnya?  Pertama-tama kita sebaiknya terlebih dahulu mengenal Central Proteina Prima Tbk yang mengeluarkan saham CPRO ini.

Saham CPRO dikeluarkan perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1980

Saham CPRO dikeluarkan oleh Central Proteina Prima Tbk yang usahanya bergerak di bidang peternakan ikan dan udang, lalu makanan olahan, distribusi ikan serta udang hingga ke luar negeri, dan makanan-makanan khusus untuk hewan peliharaan. Merek-merek dagang Central Proteina Prima Tbk pasti pernah kamu konsumsi, sebut saja merek Fiesta dan Champ yang sampai sekarang masih sering dijual di supermarket terdekat dari rumahmu.

Harga Saham Dibuka Tinggi

Central Proteina Prima Tbk berdiri sejak tahun 1980. Lalu saham CPRO pertama kali ditawarkan untuk umum pada tahun 1990 dengan harga per saham yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp4.000 per saham. Namun dari tahun ke tahun, harga saham Central Proteina Prima Tbk ini mengalami penurunan akibat penjualan saham yang terus menerus dilakukan oleh para investor, terutama investor asing.

Harga Saham Turun di Krisis Moneter

Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 juga sempat membuat perusahaan ini mengalami kejatuhan sehingga harus mencoba merangkak ke atas dari bawah.  Pada tahun 2015 penurunan harga saham CPRO terjadi secara signifikan, walaupun sempat juga mengalami kenaikan di level Rp123 karena perusahaan tersebut berhasil mengekspor udang ke Tiongkok di tengah persaingan yang cukup ketat.

Namun, hal ini tidak bertahan lama karena sahamnya kembali mengalami penurunan. Sepertinya untuk investor memiliki saham CPRO adalah hal yang berisiko tinggi mengingat laporan keuangan CPRO di tahun 2015 saat itu tidak terlalu bagus karena utang obligasi yang masih tinggi, serta adanya persaingan ketat untuk penjualan udang.

Dipicu oleh harga udang dunia yang turun dan persaingan dengan negara lain

Central Proteina Prima Tbk sebenarnya memiliki lini usaha yang cukup banyak, tapi pengaruh penjualan udang ke luar Indonesia sangat memengaruhi pendapatan mereka. Tahun 2015 tiba-tiba saja Indonesia memiliki saingan yaitu negara India yang berhasil menjual udang-udangnya ke luar negeri sebanyak 500 ribu ton. Selain itu harganya pun dijual lebih murah dari yang ditetapkan, sehingga para pembeli lebih memilih mengambil udang milik India. Hal ini terjadi hingga sekarang.

Untuk itu cukup wajar jika banyak yang menilai jika memiliki saham CPRO dibutuhkan nyali yang besar. Perusahaan ini masih berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menutupi keterpurukan mereka.

Jadi, apakah harga saham ini bisa masih jadi salah satu checklist kamu untuk mulai investasi? Yuk pelajari saham ini lebih lanjut dan saham lainnya di blog Ajaib!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait