Analisa Saham, Saham

Fundamental Baik, Saham BNGA Murah, Peluang Naik Besar?

Fundamental Baik, Saham BNGA Murah, Peluang Naik Besar?

Ajaib.co.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) merupakan perusahaan yang bergerak di industri perbankan yang menawarkan berbagai layanan, di ataranya perbankan konsumen, perbankan Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM), investment banking, hingga manajemen aset. Jaringan usaha yang dimiliki oleh saham BNGA terdiri dari kantor cabang konvensional, kantor cabang syariah, ATM, cash deposit & recycle machine dan multi function device, serta mobil kas keliling yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Anak perusahaan dari perusahaan induk CIMB Group yang juga merupakan pemegang utama saham BNGA, mulai diperjual-belikan di BEI pada 29 November 1989 dengan harga penawaran Rp12,500/lembar. Namun, per 13 Maret 2021, harga saham BNGA meluncur tajam ke level Rp1,100. Padahal sejak 4 tahun terakhir, saham BNGA mencetak kinerja keuangan yang positif.

Lantas, mengapa market menghargai saham tersebut sangat rendah? Apakah saham BNGA masih bisa naik lagi apakah harga sahamnya sesuai dengan kondisi fundamentalnya? Mari kita kinerja saham BNGA secara keseluruhan.

Pandemi 2020, Laba Anjlok Hingga 45%

Secara histori, saham BNGA membukukan kenaikan laba sejak 2017. Namun, pandemi Covid-19 menjadi faktor utama menurunnya laba perusahaan perbankan ini di tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan Q4, saham BNGA mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,01 triliun turun 44,79% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp3,64 triliun.

Salah satu penyebab anjloknya laba bersih adalah kerugian penurunan nilai atas aset keuangan sebesar Rp5,5 triliun, atau meroket 68,75 persen dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai Rp3,25 triliun.

Nilai pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) saham BNGA secara konsolidasi turun menjadi sebesar Rp12,47 triliun dibandingkan akhir Desember 2019 yang senilai Rp 12,58 triliun atau 0,77%. Pendapatan berbasis bunga atau fee base income juga ikut turun anjlok 21,23% menjadi sebesar Rp1,73 triliun dari sebelumnya senilai Rp2,20 triliun.

Sepanjang 2020, kredit yang disalurkan bank CIMB Niaga juga mengalami penurunan sebesar 11,93% dengan ending balance di angka Rp141,90 triliun dari sebelumnya sebesar Rp161,13 triliun di akhir 2019. Sementara itu, tercatat dana pihak ketiga (DPK) saham BNGA sebesar Rp 207,52 triliun, naik dari posisi Rp195,60 triliun di tahun 2019 atau terjadi pertumbuhan sebesar 6,09%. Dari data di atas, tampaknya perusahaan masih mampu bertahan dengan baik selama pandemi Covid-19.

Di bawah ini adalah laporan kinerja laba BNGA (dalam Rp miliar):

Komponen Laba September 2020 September 2019
Pendapatan Bunga 20.703 21.689
Laba Bersih 2.011 3.642
Pendapatan Bersih Bunga 12.457 12.468
Laba Bersih 2,012 3.645

Beralih ke rasio keuangan saham BNGA. Rasio profitabilitas di aspek return menunjukkan perusahaan masih mampu menghasilkan keuntungan, meskipun sedikit melemah. ROE saham BNGA tercatat 5,33% turun dari 9,03% you, sementara ROA tercatat sebesar 1,06% turun dari tahun sebelumnya 1,86%.

Pada aspek likuiditas, saham BNGA mencatatkan loan to deposit ratio (LDR) atau rasio pinjaman terhadap simpanan mencapai 82,91% turun dari posisi di tahun sebelumnya di sebesar 97,64%. Pada umumnya, kondisi likuiditas yang longgar dinilai positif pada rasio LDR. Sementara, dari segi permodalan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR), saham BNGA memiliki CAR yang cukup tinggi, yaitu sebesar 21,92%.

Perusahaan mencatatkan kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang menunjukkan naiknya tingkat kredit bermasalah akibat kesulitan nasabah mengembalikan pinjamannya. NPL saham BNGA tercatat naik dari 2,79% menjadi 3,62% pada akhir Desember 2020. Meskipun naik, angka NPL di bawah 5% masih dianggap bisa ditangani dengan baik.

Rasio September 2020 September 2019
ROA 1,06% 1,86%
ROE 5,33% 9,03%
NIM 4,88% 5,31%
LDR 82,91% 97,64%
CAR 21,92% 21,47%
NPL 2,79% 3,62%

BNGA juga menjadi perusahaan yang rutin membagikan dividend. Setidaknya dalam waktu 3 tahun terakhir. Sejak tahun 2018, jumlah dividen yang dibagikan ke investor selalu meningkat, dari Rp23,89/lembar, ke Rp27,93/lembar, hingga di tahun 2020 mencapai Rp55,39/lembar. Pembayaran dividend yang rutin merupakan nilai tambah bagi emiten, terlebih di tengah pandemi yang kondisinya tidak menentu.

Bagaimana Prospek Bisnis saham BNGA ke depannya? Apakah Layak Dikoleksi?

CIMB Niaga merupakan salah satu bank di Indonesia yang Unit Usaha Syariah nya (UUS) merupakan terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan sebesar Rp31,9 triliun. Per 2021, perusahaan optimis pertumbuhan bisnisnya naik sebesar 10%, baik dari sektor pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), dan laba. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan proyeksi pertumbuhan bank-bank lain di angka single digit.

Sektor syariah yang menyasar komunitas muslim dianggap mampu mendongkrak pertumbuhan perusahaan karena potensinya diproyeksi mencapai lebih dari Rp500 triliun, meski tidak semuanya masuk ke sektor perbankan. Namun, perusahaan optimis potensi masuk ke bank di angka 10% hingga 20%. Untuk saat ini, CIMB NIaga Syariah sudah mencatatkan transaksi dari segmen islamic community sekitar Rp1,3 triliun hingga Rp1,5 triliun, dan diharapkan tumbuh 2x lipat di tahun 2021.

Untuk mewujudkannya, perusahaan akan mendorong segmen konsumen terhadap pembiayaan kepemilikan rumah yang dinilai memiliki potensi yang besar. Selai fokus pada KPR, saham BNGA juga akan menggarap segmen usaha kecil dan menengah (UKM) karena dianggap memiliki potensi pertumbuhan yang cukup menjanjikan di 2021.

Perusahaan telah menawarkan produk pembiayaan konvensional dan syariah dengan limit Rp15 miliar ke pelaku UKM. Pembiayaan tersebut mencakup pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan supply chain.

CIMB Niaga juga tengah fokus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang. Per 31 Desember 2020, 95% dari total transaksi telah dilakukan melalui layanan digital bank perusahaan seperti OCTO Mobile, OCTO Clicks, rekening ponsel, dan ATM.

Selain itu, BNGA terus memacu transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standards (QRIS) melalui OCTO Mobile untuk memfasilitasi beragam kebutuhan masyarakat selama pandemi. Perusahaan telah didukung sebanyak 266.935 Electronic Data Capture (EDC) dan QR CIMB Niaga yang telah digunakan oleh merchant di berbagai daerah. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring akuisisi yang dilakukan perusahaan ke berbagai merchant di sektor retail.

Mengingat digitalisasi adalah masa depan perbankan, BNGA dengan strateginya yang terus menghadirkan layanan digital ke nasabah akan mampu memanfaatkan peluang bisnis digital di masa depan. Jika dilihat dari aspek fundamental, saham BNGA sangat kayak dikoleksi karena selama 3 tahun terakhir mampu menunjukkan kinerja keuangan yang baik.

Sahamnya yang dihargai Rp1,100/lembar dengan PER 1.22x dan PBV 0.68x menyimpulkan bahwa BNGA masih dihargai sangat murah dan peluang harganya naik seiring dengan pertumbuhan kinerjanya naik di masa mendatang masih sangat besar. Cocok buat kamu yang mau mulai investasi saham.

Nah, untuk melakukan transaksinya, kamu bisa beli sekarang juga di aplikasi Ajaib! Yuk mulai investasi sekarang juga di Ajaib! Hanya dengan Rp100 ribu, kamu sudah bisa memiliki rekening saham dengan mudah, kapan dan di mana saja,

Artikel Terkait