Investor Pemula, Saham

Saham Blue Chip dan Istilah Lain untuk Investor Pemula

Poker chip (termasuk blue chip) untuk ilustrasi investasi saham di Ajaib

Ajaib.co.id – Dunia investasi saham memiliki banyak istilah yang harus kamu pahami jika ingin terjun bermain saham. Pemahaman yang baik akan istilah ini tentunya akan memberikan keunggulan tersendiri bagimu. Dari banyak istilah dunia saham,istilah saham blue chip mungkin adalah yang paling dikenal.

Namun sebenarnya ada banyak istilah lainnya untuk kamu ketahui agar mengenal saham lebih detail. Semakin banyak hal yang kamu ketahui maka akan semakin besar pula ilmu yang kamu miliki. Terlebih lagi investasi saham adalah salah satu jenis investasi yang paling sukar dilakukan oleh investor pemula.

Investasi saham sendiri dilaksanakan di pasar modal yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor yang ingin menjadi pemegang saham harus menanamkan uangnya dengan membeli saham salah satu perusahaan. Ada jumlah minimal pembelian saham yang harus dipatuhi oleh investor yakni sebesar 1 lot atau sama dengan 100 lembar saham.

Harga saham tiap perusahaan per lembar akan diumumkan secara rutin dan investor yang tertarik pada saham jenis tersebut bisa membelinya jika memang ada investor lain yang melepasnya. Nantinya harga per lembar saham akan dikalkulasikan dengan jumlah lembar saham yang ingin kamu miliki. BEI sendiri memperdagangkan saham dengan harga minimal Rp50 per lembar.

Jika sudah demikian, kamu akan mendapatkan laporan keuangan kinerja perusahaan tersebut secara berkala. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan dividen secara rutin kepada para pemegang sahamnya. Ada sejumlah nama yang diketahui sebagai pemain saham kelas kakap di Indonesia seperti Anthony Salim dan Sandiaga Uno, kandidat wakil presiden yang pilpres lalu.

Pasar modal Indonesia sendiri sudah eksis berdekade yang lalu bahkan sejak zaman penjajahan. Pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan VOC. Hanya saja perkembangan pasar modal buatan Belanda ini tidak terlalu signifikan.

Pemerintah Indonesia kemudian melanjutkan pasar modal tersebut dan meresmikannya pada 10 Agustus 1977, yang kemudian diperingati sebagai hari ulang tahun pasar saham. Mulai sejak itu, investasi saham di Indonesia kemudian berkembang hingga seperti sekarang ini.

Memahami Saham Blue Chip dan Istilah Penting Lain dalam Dunia Investasi

Sebagai salah satu bekal untuk masa depan, investasi adalah hal yang harus dipertimbangkan bagi generasi milenial. Dari banyak jenis investasi, saham merupakan salah satu yang paling familiar meskipun sedikit yang melakoninya.

Meskipun banyak instrumen investasi yang terus bermunculan, namun instrumen yang satu ini menjadi salah satu pilihan yang masih populer. Walaupun memiliki risiko yang relatif besar,tetapi juga menawarkan keuntungan yang sama besarnya. Kamu bisa mendapatkan kentungan dari dividen dan hasil jual beli saham.

Inilah yang membuat saham menjadi instrumen investasi yang lebih familier dan populer bagi banyak orang. Nah, jika kamu tertarik untuk terjun ke dunia pasar modal dan memulai untuk menjadi investor pemula, ada banyak hal yang perlu kamu lakukan.

Selain membuat RDN atau rekening dana nasabah untuk bertransaksi, langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari istilah finansial apa saja yang populer digunakan di pasar modal.

Berikut adalah 4 istilah dasar yang harus kamu ketahui sebelum menjadi pemain dunia saham.

1. Saham Blue Chip

Ketika kamu memutuskan untuk menjadi investor, kamu diharuskan membeli lembar saham dengan harga sekian rupiah, yang bisa kamu beli dengan menggunakan rekening dana nasabah atau RDN. Lembar ini dibagi menjadi dua, salah satunya adalah saham blue chip.

Blue chip adalah saham yang mengacu kepada nama-nama atau sekelompok emiten yang memiliki likuiditas yang tinggi atau dengan kata lain lebih mudah untuk digunakan dalam transaksi. Istilah blue chip sendiri berasal dari dunia perjudiaan kasino. Maksudnya adalah chip dengan nilai yang terbesar.

Serupa pula dalam dunia investasi, biasanya saham ini mengacu pada perusahaan yang menjadi leader di sektor mereka masing-masing. Performa perusahaan ini sangat stabil bahkan ketika situasi ekonomi sedang kurang baik. Pemegang saham blue chip akan tetap menerima pembagian dividen secara reguler meskipun bisnis sedang tersendat.

Selain itu, blue chip juga menawarkan keamanan karena biasanya nama mereknya sudah kuat. Beberapa brand yang terkenal dengan kategori saham blue chip-nya adalah BCA, Mandiri, Unilever hingga Gudang Garam. Ketiga brand ini sendiri memang dikenal sebagai market leader di industrinya masing-masing.

Investor terkenal Warren Buffet sendiri mengakui bahwa saham dengan brand yang kuat adalah investasi yang baik dalam jangka waktu panjang. Biasanya setiap tahun selalu ada laporan mengenai daftar saham blue chip pada tahun itu yang akhirnya selalu menjadi rebutan pada investor.

Namun untuk membeli saham blue chip, kamu harus mengeluarkan dana yang lebih besar. Pasalnya karena kinerjanya menjanjikan maka harga saham per lembarnya lebih mahal dibandingkan rata-rata saham lainnya. Namun memiliki saham blue chip bisa menjadi jaminan kesuksesanmu di dunia investasi saham karena jarang sekali saham-saham tersebut ambruk.

2.Saham Gorengan/Penny Stock

Berbanding terbalik dengan blue chip yang telah dijelaskan di atas, saham gorengan atau penny stock adalah saham yang cenderung murah dan biasanya memiliki harga di bawah Rp 200 per lembarnya. Meskipun likuiditas atau kemudahan transaksinya masih cukup lumayan, namun market cap atau pengalian jumlah lembar dengan harganya tidak terlalu besar dan cenderung naik-turun.

Istilah gorengan dipakai karena saham jenis ini fluktuasinya dianggap terlalu mengejutkan bagaikan minyak yang dipakai menggoreng makanan, meletup-letup. Sisi buruknya, saham seperti ini terlihat menggiurkan namun penuh penyakit jahat di baliknya.

Maksudnya, saham tersebut terlihat menjanjikan keuntungan yang besar karena harganya melonjak tanpa diduga. Namun ada indikasi bahwa kenaikannya tidak terjadi secara alami alias ada pihak yang bermain di baliknya. Karena itu lah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kerap melakukan pengawasan ketat untuk membasmi praktik ilegal tersebut.

Terbukti pada 2018 lalu, OJK pernah melakukan pemeriksaan 21 transaksi di pasar saham yang diduga melakukan praktik saham gorengan. Saham jenis ini biasanya berasal dari jenis saham lapis kedua dan ketiga karena harganya lebih terjangkau. Dengan demikian, bandar saham tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk melakukan permainan ilegal tersebut.

3.Bandar

Bandar di dunia pasar modal relatif serupa dengan pengertian bandar pada umumnya. Bandar mengacu kepada sekelompok orang atau sebuah institusi yang memiliki modal sangat besar sehingga mampu menggerakkan harga.

Bandar ini biasanya mengubah harga dengan membeli atau mengobral sahamdalam jumlah yang banyak. Terkadang publik kerap mengidentikkan fluktuasi saham dengan peran bandar saham di belakangnya.

4.Analisis Teknikal

Analisis teknikal atau analisa teknikal mengacu kepada analisis yang dilakukan kepada harga di pasar modal. Seperti namanya, hal-hal yang diperhatikan di analisis teknikal sangat teknis karena hanya mengandalkan chart, indikator hingga price action.

5.Analisis Fundamental

Berbanding terbalik dengan analisis teknikal, analisis fundamental mengacu kepada analisis yang berkaitan dengan makro dan mikro ekonomi. Beberapa pertimbangan yang dilakukan di analisis fundamental adalah bagaimana berita ekonomidi suatu negara, situasi ekonomi dan politiknya, hingga isu yang mengelilingi emiten atau badan usaha atau badan pemerintah yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperjualbelikan.

Istilah saham blue chip hingga analisis fundamental akan sering berseliweran ketika kamu pada akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia saham. Apa yang disampaikan di artikel ini semoga bisa menjadi pondasi awal untuk menelusuri seluk-beluk investasi pasar modal yang begitu rumit. Untuk mencari referensi terkait dunia finansial dan investasi, sering-sering kunjungi blog Ajaib, ya!

Artikel Terkait