Investor Pemula

Risiko Trading Saham Menggunakan Robot

Ajaib.co.idTrading saham dengan robot adalah sistem yang biasa dilakukan oleh para trader karena punya beberapa kelebihan. Salah satu kelebihan yang sangat membantu trader adalah otomatisasi sehingga mereka tidak perlu lagi intens memantau pergerakan saham.

Kelebihan lain trading saham dengan robot adalah analisa yang akurat sehingga risiko kerugian bisa diminimalisasi, bahkan dipercaya mampu untuk meraih profit yang lebih banyak. Cukup satu kali setting, trading saham dengan robot bisa bekerja sendiri dan dipantau melalui komputer atau smartphone selama 24 jam.

Trader bisa mendapatkan aplikasi atau software trading saham dengan robot dengan mudah di berbagai marketpace. Pilihan harganya pun beragam, bisa didapatkan dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah dengan janji keuntungan yang cukup besar, 20-60 persen per tahun.

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ada beberapa risiko trading saham dengan robot yang harus dipahami trader pemula. Apa saja?

Biaya Tambahan

Biaya tambahan adalah risiko trading saham dengan robot yang harus dipahami trader. Walau awalnya mungkin dibeli dengan harga terjangkau, kamu juga harus mengeluarkan uang untuk sewa server VPS.

Tak hanya itu, ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan jika kamu ingin mendapatkan data audit yang akurat dan real time. Jika ekspektasi kamu tinggi terhadap trading saham dengan robot, ada harga yang harus dibayar.

Tidak Sepenuhnya Otomatis

Walau otomatis, sistem trading saham dengan robot juga perlu diawasi karena ada risiko gangguan teknis seperti koneksi, komputer atau smartphone yang error, hingga kondisi pasar yang tidak selamanya sesuai dengan strategi.

Seperti sistem trading pada umumnya, pasar saham punya mekanisme tersendiri yang dinamis dan bisa berubah. Risiko kerugian tentunya bisa diminimalisir jika kamu melakukan pemantauan secara rutin.

Gangguan Teknis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gangguan teknis adalah risiko trading saham dengan robot yang perlu diantisipasi. Robot bisa saja terganggu jika komputer crash, mati listrik, atau koneksi internet yang kurang lancar.

Intervensi Broker

Broker adalah penghubung trader dengan pasar yang punya sistem sendiri. Begitu pula jika broker menggunakan trading saham dengan robot. Seorang broker bisa punya sistem robot trading yang berbeda sehingga tidak bisa digunakan di trader lain.

Usahakan untuk selalu menggunakan perusahaan broker yang kredibel. Jika software trading saham menawarkan broker luar negeri, usahakan selalu cek kredibilitas melalui pemberitaan di situs berita bisnis internasional seperti Bloomberg atau CNBC.

Waspada juga dengan klaim bombastis yang ditawarkan sehingga terlihat tidak masuk akal seperti pasti profit, tidak pernah loss, dan berbagai promosi lain.

Strategi Terbatas

Trading saham dengan robot menggunakan kecerdasan buatan yang diatur trader sebelumnya tanpa bisa improvisasi melalui intuisi. Hal ini menyebabkan beberapa jenis strategi yang mungkin pernah kamu lakukan tidak bisa diterapkan.

Ada beberapa trader yang justru sangat terbantu dengan intuisi untuk mengambil keputusan dalam aktivitas trading.

Penipuan

Sebelum melakukan trading saham dengan robot, kamu harus tahu audit dari pekerjaan sebelumnya dari live trade, bukan hanya screenshot yang bisa diedit. Kamu bisa meminta audit di Fxblue atau Myfxbook dengan perusahaan broker yang umum.

Selain itu, risiko penipuan berikutnya adalah hasil backtest berupa tangkapan layar. Backtest bukanlah analisa pasar yang sesungguhnya.

Cek juga pertumbuhan robot tersebut empat bulan terakhir di angka balance dan equity, jika menurun, kamu harus mencari robot trading lain.

Testimoni juga jadi hal yang perlu diwaspadai karena biasanya testimoni merupakan kurasi dari hasil-hasil yang bagus, padahal kinerja sesungguhnya loss.

Keamanan Data

Risiko berikutnya dari trading saham dengan robot adalah keamanan datamu. Yah, namanya juga robot, ada risiko tersusupi virus atau malware yang bisa mencuri datamu dan nantinya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, ada risiko profit yang kamu dapatkan diambil ke pemilik virus. Kalah dan menang dalam trading itu wajar, namun jangan sampai kemenangan kamu diambil oleh pihak lain.

Belum Ada Regulasi Jelas

Kerugian, penipuan, dan transaksi bodong ditanggung sendiri oleh trader yang melakukan trading saham dengan robot. Saat ini di Indonesia, belum aturan yang secara jelas mengatur penggunaan trading dengan robot. Namun karena termasuk dalam perdagangan berjangka, maka perdagangan valas diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997.

Selain itu, pengawasan perdagangan valas juga jadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), peraturan perdagangan berjangka Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Namun demikian, risiko-risiko di atas jangan membuat kamu ragu untuk trading saham dengan robot, karena sebetulnya ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan. Apalagi jika kamu adalah orang yang sibuk sehingga tidak bisa memantau pergerakan pasar saham secara terus menerus.

Software trading saham akan terus melihat peluang trading yang bagus dan mengeksekusinya secara otomatis.

Selain itu kelebihan lain yang penting dari trading saham dengan robot adalah tidak adanya emosi yang biasanya memancing trader untuk marah jika kalah atau terlalu cepat mengambil keputusan sehingga malah rugi yang didapatkan. Kamu bisa memanfaatkan kecerdasan buatan software untuk mengeksekusi peluang trading dengan lebih baik.

Transaksi juga bisa dilakukan dengan lebih cepat karena software punya kemampuan membaca perubahan pasar dan mengeksekusinya di waktu yang tepat sesuai dengan strategi yang telah diatur sebelumnya.

Jika kamu memang punya sejumlah dana yang siap diinvestasikan dan siap dengan berbagai risikonya, tidak ada salahnya mencoba trading saham dengan robot karena punya berbagai kelebihan yang sangat membantu selama kamu menggunakan software dan broker yang kredibel.

Artikel Terkait