Analisa Saham

Pertimbangkan Beberapa Hal Penting untuk Koleksi Saham PBID

Ajaib.co.id – PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) merupakan perusahaan yang bergerak di industri plastik terpadu. Perusahaan dengan kode saham PBID ini memulai bisnis secara komersial pada tahun 1991.

Kegiatan utama bisnis PBID meliputi produksi dan pendistribusian produk kantong plastik, karung plastik bermutu tinggi, kemasan plastik dari polyethylene, polypropylene, hingga High Density Polyethylene, serta cangkir plastik, sedotan dan juga tali rafia.

Hasil produksi plastik dari PBID dipasarkan dengan merek-merek utama seperti Bangkuang, Dayana, Dayak, Cabe, Gapura, Jeruk, Liberty, PB, Pluit, Tomat, Sparta, Wayang, 222, dan 007. PBID memasok produk-produknya kepada konsumen akhir yang meliputi pasar tradisional, pasar modern, konsumen industri, hingga ekspor.

Mayoritas pemegang saham PBID didominasi oleh PT Alphen Internasional Corporindo dengan total 74,67 persen kepemilikan. Saham PBID mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa saham pada tahun 2017 dengan harga penawaran sebesar Rp850.

Saat ini harga saham PBID bergerak cukup positif, di mana pada perdagangan 1 April 2021, harga saham ditutup di angka Rp1.540 per lembar saham.

Walaupun begitu, apakah saham ini layak untuk dikoleksi? Bagaimana dengan fundamental perusahaan dan rencana bisnis yang akan dilakukan ke depannya? Yuk, kita bedah kinerja saham PBID.

Walaupun Pendapatan Menurun, PBID Berhasil Catatkan Pertumbuhan Laba Hingga 66 Persen di 2020

Emiten produsen plastik, PBID berhasil membukukan peningkatan laba bersih di tahun 2020, meskipun pendapatan mengalami penurunan. Berdasarkan laporan keuangan PBID, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,87 triliun yang turun 16,54 persen YOY dari tahun 2019 sebesar Rp4,63 triliun.

Berkat beban pokok yang berhasil ditekan oleh PBID menjadi Rp3,05 triliun dari Rp4,03 triliun, maka laba tahun berjalan pun bisa meningkat 66,71 persen menjadi Rp371,6 miliar di tahun 2020.

Sementara laba bersih di tahun sebelumnya hanya sebesar Rp222,89 miliar. Di samping itu, bisnis PBID juga menjadi salah satu yang terdampak masa pandemi Covid-19 sehingga mempengaruhi penjualan di tahun 2020.

Bisnis PBID dalam 3 Tahun Terakhir Tampak Positif

Mengacu pada kinerja keuangan dalam 3 tahun terakhir, mengingat PBID yang baru mencatatkan namanya di bursa saham, penjualan terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, walau PBID terus meraih laba bersih, namun di tahun 2019 harus turun.

Berikut data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan yang dapat dilihat (dalam triliun rupiah):

Dari data tersebut, dapat diketahui jika penjualan PBID semenjak tercatat di bursa terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini tentu menjadi catatan penting sehingga saham PBID layak untuk dikoleksi. Sementara untuk laba tahun berjalan masih terus diraih oleh PBID setiap tahunnya. Hanya saja, di tahun 2019 nilainya harus turun.

Hal ini tentu disebabkan oleh faktor tertentu, mengingat penjualan di tahun 2019 justru mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2018. Di mana, laba yang harus tertekan disebabkan oleh beban-beban yang mengalami pembengkakan di tahun tersebut. Mulai dari beban pokok sebesar Rp4,03 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,73 triliun.

Lalu, ada beban penjualan yang juga meningkat 20,1 persen dari sebelumnya Rp120 miliar menjadi Rp144,12 miliar. Ada juga beban keuangan yang naik 18,66 persen dari Rp18,38 miliar menjadi Rp21,81 miliar. Oleh karena itu, mengapa laba PBID di tahun 2019 harus tergerus dibandingkan tahun sebelumnya.

Lalu, jika dilihat berdasarkan rasio keuangan, kondisi bisnis MPPA di tahun 2019 dalam keadaan yang cukup baik. Adapun data yang bisa dilihat berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Bagaimana Rencana Bisnis PBID ke Depannya Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

PT Panca Budi Idaman Tbk yang baru mencatatkan namanya di papan bursa tentu harus menyiapkan sejumlah rencana bisnis ke depannya. Hal ini berkaitan dengan pertimbangan untuk mengoleksi saham PBID bagi para investor.

Di tahun 2021, PBID sendiri optimis dalam mengejar pertumbuhan kinerja yang telah ditargetkan sebelumnya untuk penjualan bersih mencapai 10 persen hingga 15 persen dan laba bersih 8 persen hingga 9 persen.

Hal tersebut berarti perseroan membidik penjualan bersih mencapai Rp4,25 triliun hingga Rp4,45 triliun di tahun 2021. Target yang dicanangkan ini dikarenakan sejumlah alasan seperti secara makro pemulihan ekonomi yang berdampak positif bagi penjualan PBID. Perseroan melihat perkembangan pasar tradisional yang menunjukkan pemulihan relatif cepat.

Selama ini memang pasar tradisional menjadi segmen utama pasar PBID untuk produk plastik kemasan. Di mana, penjualannya berkontribusi hingga 87 persen pendapatan perseroan. Selain itu, kapasitas produksi yang lebih besar dari sebelumnya menjadi alasan optimisnya penjualan PBID.

Mengacu pada Desember lalu, PBID sudah mulai beroperasi yang menghasilkan kapasitas produksi mencapai 125.000 ton per tahun, setelah sebelumnya hanya sebesar 117.000 ton.

Dengan begitu, ketersediaan produk di pasaran semakin terjaga. Untuk memaksimalkan target penjualan yang telah dipersiapkan sebelumnya, PBID sudah menyiapkan strategi tertentu seperti perluasan penetrasi pasar khususnya di wilayah Jawa Timur dan luar Pulau Jawa. Wilayah ini diyakini cukup potensial untuk digarap dan dikembangkan karena masih banyaknya calon target baru di wilayah yang belum terjangkau sebelumnya.

Mengingat penjualan plastik kemasan milik PBID di wilayah Jawa Timur dan luar Pulau Jawa masih berkontribusi di bawah 10 persen dari total penjualan. Di mana, penjualan PBID masih didominasi oleh wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat sekitar 60 persen dari total penjualan. Di samping itu, PBID bakal membangun beberapa gudang untuk distribusi baru guna mendukung upaya penetrasi pasar.

Di mana, pembangunan gudang-gudang baru ini nantinya akan memanfaatkan sebagai dari anggaran belanja modal atau capex. PBID telah menyiapkan capex dengan nominal mencapai Rp50 miliar sampai Rp60 miliar yang bersumber dari kas internal PBID.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait