Investasi

Perlu Waspada, Ini Tips Hindari Fenomena Flexing di Trading

fenomena-flexing

Ajaib.co.id – Akhir-akhir ini istilah flexing tengah popular di kalangan masyarakat. Fenomena ini erat sekali dengan media sosial, selain hanya bisa dikonsumsi ternyata flexing juga bisa menimbulkan efek negatif. Utamanya berkaitan dengan bisnis hingga trading.

Sebelum menjelaskan lebih jauh dampak flexing terhadap trading, perlu juga memahami konsep dasarnya. Flexing merupakan istilah yang digunakan pada seseorang yang kerap memamerkan kekayaannya. 

Fenomena pamer kekayaan ini semakin popular didukung oleh adanya media sosial. Padahal sebelumnya, aksi pamer itu dianggap sebagai hal yang tabu dan tidak pantas, tapi lewat media sosial justru menjadi sesuatu yang biasa untuk dikonsumsi.

Ada beberapa hal yang biasanya dipamerkan oleh orang-orang di media sosial seperti besaran saldo ATM, gambar tumpukan uang, pakaian dan tas branded dengan harga mahal, jet pribadi, liburan ke luar negeri, mobil mewah, dan lainnya.

Sebelumnya, fenomena flexing yang digunakan secara halus biasanya dilakukan oleh seorang pembicara. Hal ini dengan memperlihatkan isi CV atau resume mereka, di mana di dalamnya menjelaskan latar belakang pendidikan, karier, pencapaian diri, penghargaan dan lain sebagainya.

Memperlihatkan pencapaian diri ini lewat CV memiliki tujuan yang positif. Dengan memperlihatkan kredibilitas dan kapasitas dari pembicara tersebut. Pendengar yang hadir pun bisa merasa yakin dengan kemampuan dan kapasitas dari sang pembicara.

Selain itu, ada juga orang-orang yang melakukan flexing dengan memperlihatkan prestasi, pencapaian pekerjaan, hingga penghargaan di media sosial pribadi.

Perilaku flexing ini dalam praktiknya, tidak hanya digunakan sebagai bentuk pencitraan diri. Akan tetapi bisa dibuat sebagai alat pemasaran atau marketing oleh sebuah perusahaan.

Flexing ini dilakukan dalam rangka market signalling atau sederhananya merupakan aktivitas mengirimkan sinyal marketing. Biasanya, strategi ini dilakukan melalui bentuk kerja sama dengan influencer media sosial yang dipercaya bisa lebih cepat menarik perhatian pasar.

Tentunya, ada perusahaan yang memang secara murni berbisnis menggunakan alat marketing dengan flexing. Namun, ada juga oknum yang menggunakan menggunakan flexing sebagai modus penipuan yang bisa merugikan orang.

Seorang konsumen yang tidak meneliti dengan baik tentunya akan dirugikan. Karena dibutakan akan keinginan untuk memperoleh kekayaan secara singkat namun justru malah menjadi korban penipuan flexing.

Karena adanya potensi penipuan ini, masyarakat dituntut untuk lebih berhati-hati, dan mencari informasi yang betul. Sehingga jika menemukan produk investasi yang tak masuk akal bisa lebih bijak dalam menanggapinya.

Dalam dunia investasi, mulai muncul fenomena flexing di dunia trading. Hal ini mencuat ke publik usai seorang akademisi sekaligus praktisi bisnis asal Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali membongkar praktik flexing di dunia trading. Rhenald menyebut terdapat broker saham yang tidak bertanggung jawab dan melakukan flexing. Dengan tujuan untuk strategi marketing sehingga bisa menarik minat pelanggannya.

Dalam praktiknya, ada broker saham tidak bertanggung jawab yang melakukan flexing demi menarik pelanggannya. Namun, fenomena flexing di dunia trading ini dinilai sangat merugikan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika fenomena ini sangat erat kaitannya dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih Bisa dikatakan hal inilah yang menjadi pemicu utama adanya flexing.

Melalui keberadaan teknologi ini digunakan untuk melakukan strategi promosi secara online. Ada banyak sekali contoh fenomena flexing secara sengaja dijadikan bahan pembuktian untuk dipromosikan.

Apalagi saat ini tengah pandemi Covid-19, di mana kondisi masyarakat sebagian besar sedang kesulitan. Sehingga semakin banyak orang yang mencari tahu berbagai informasi untuk melakukan bisnis online. Dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan dengan lebih cepat.

Namun, kondisi ini justru berdampak kurang baik karena orang menjadi cenderung ceroboh. Dengan tidak berpikir panjang dan kritis dalam menanggapi strategi marketing yang berseliweran. Pada akhirnya, mereka justru menjadi korban flexing.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan supaya kamu bisa terhindar dari penipuan fenomena flexing dalam dunia trading:

1. Gali informasi lebih dalam

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencari dan menggali informasi secara mendalam. Pastikan untuk cukup mengetahui wawasan berkaitan dengan trading. Selain itu, kamu juga harus mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut.

Salah satunya berkaitan dengan perputaran uang di perusahaan tersebut. Jangan sampai kamu justru terkena tipu dan tergiur keuntungan yang tidak masuk akal.

2. Pahami risiko

Satu hal yang perlu ditanamkan dengan baik, bahwa pelaku trading yang baik ialah mereka yang mengetahui risiko dan keuntungan yang bisa didapat. Hal ini bisa kamu miliki dengan cara memahami ilmu dan teknik trading tersebut.

3. Pahami ilmu trading

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan yakni memahami ilmu trading. Hal ini disebabkan trading termasuk ke dalam bisnis jangka panjang dengan keuntungan yang bisa dibuat sendiri termasuk risiko yang bisa diminimalisasi sendiri. Dengan catatan, investor bisa secara konsisten menjalankan manajemen uang atau money management.

4. Jangan titipkan dana trading

Walaupun bergerak dalam usaha trading, akan lebih baik untuk tidak menitipkan dana trading. Terdapat risiko besar yang bisa dihadapi jika dana trading dititipkan. Alasannya sederhana, kita belum benar-benar bisa menjamin orang yang menerima titipan dana dari kita memang mumpuni. Kita juga tidak bisa menjamin itu bisnis trading yang sehat atau justru hanya modus penipuan saja.

5. Mengendalikan diri

Hal lain yang perlu dilakukan agar terhindar dari flexing adalah dengan belajar mengendalikan diri. Memang trading telah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi publik. Ada anggapan trading bahkan disebut bisa menjadi jalan pintas bagi seseorang untuk menjadi kaya.

Hal tersebut memang bukan tidak mungkin terjadi, namun kamu perlu untuk mampu mengendalikan diri saat menjalankan bisnis trading. Trading adalah bisnis yang keuntungannya tidak terbatas, sehingga rentan membuat orang-orang serakah untuk cepat mendapatkan keuntungan besar.

Dengan menerapkan manajemen pengendalian diri akan membuatmu lebih bijak dalam mengambil keputusan. Termasuk dalam menjalankan bisnis trading yang penuh dengan godaan.

Artikel Terkait