Perencanaan Keuangan

Serba-serbi Angpao dan Cara Pintar Atur Dananya

angpao

Ajaib.co.id – Perayaan tertentu seperti Tahun Baru Imlek sangat populer di Indonesia. Karena masih menjadi tradisi orang Tionghoa yang melekat hingga saat ini.

Ada beberapa tradisi yang melekat dengan Hari Imlek seperti seni barongsai dan kue keranjang. Selain itu, budaya membagikan angpao juga tidak pernah absen. Ang pao atau disebut juga dengan pow merupakan terjemahan dari hóngbāo yang berarti amplop merah.

Amplop merah ini biasanya diisi dengan uang, tak heran ini menjadi dambaan semua orang yang merayakan Tahun Baru Imlek.

Angpao dinilai sebagai bentuk hadiah paling baik yang bisa dibagikan kepada keluarga dan kerabat terdekat. Amplop ini diberikan bisa saat hari raya, pernikahan, ulang tahun dan perayaan lainnya yang memberikan kebahagiaan.

Pemberian angpao di Tahun Baru bukan tanpa alasan, melainkan dengan harapan akan memberikan tahun keberuntungan dan berkah untuk anak-anak. Anak muda yang memberikan uang kepada para sesepuh merupakan simbol doa dan berkah panjang umur sekaligus menunjukkan rasa terima kasih pada mereka.

Bahkan di beberapa daerah di China, ada tradisi pasangan yang sudah menikah turut memberikan angpao untuk teman-teman yang belum menikah. Hal ini bertujuan untuk menularkan keberuntungan.

Cara Memberi Angpao

Dalam memberikan angpao ternyata tidak sembarangan. Kalau kamu yang akan memberikan ang pao, sebaiknya tetap bersikap tenang dan tidak berbicara blak-blakan. Hal ini karena dalam budaya Cina sangat mengutamakan taktik yang ramah tamah dan lembut.

Selain itu, kamu perlu menghindari memberikannya dengan mengatakan secara langsung kepada penerima. Sebaiknya dengan memberi tahu anak dengan ungkapan misalnya, Semoga sekolah kamu lancar!, Selamat tahun baru!, Semoga tahun ini memberikan keberkahan dan kebahagiaan, dan lain sebagainya.

Kemudian, hal yang paling baik ialah, kamu perlu memastikan orang tua dari si anak melihat kamu memberikannya kepada anaknya. Alasannya agar orang tua tersebut bisa menyimpan uang anak-anaknya, hal ini untuk mencegah anak-anak yang belum paham uang malah menghamburkannya.

Terkahir, pastikan kamu memberikan ang pao kepada orang tua sendiri dengan ketulusan. Dengan menyertai ucapan baik dan terima kasih untuk orang tua dengan tulus.

Cara Menerima Angpao

Selain dalam hal memberi, jika kamu menerima angpao juga ada cara baiknya. Kamu bisa memperolehnya ketika melakukan kunjungan Tahun Baru Imlek. Pada umumnya, anak-anak dan cucu akan melakukan tiga kowtow kepada kakek dan nenek.

Kowtow memiliki arti secara harfiah yakni, mengetuk kepala ke lantai. Dengan cara melakukannya yakni, berlutut sembari meletakkan tangan di lantai. Lalu tekuk dan sandarkan kepala di antara kedua tangan.

Gerakan ini serupa dengan bersujud merupakan bentuk penghormatan yang mendalam kepada orang tua. Sesudah itu, biasanya kamu akan memperoleh pow.

Cara Mengatur Dana Angpao

Mengutip dari Beritasatu.com memperoleh angpao merupakan momen yang sangat ditunggu saat Hari Imlek. Tentunya jumlah dan besaran angpao sangat bergantung pada kondisi keuangan pemberi. Selain itu, tergantung dengan seberapa erat hubungan dan kedekatan orang tersebut dengan penerima.

Untuk kamu yang biasa membagikan angpao sebaiknya sudah menyiapkan dana dari jauh-jauh hari. Terlebih, kalau jumlah penerima tidak sama setiap tahunnya. Kalau ada penambahan anggota keluarga misalnya, maka secara otomatis dana yang disiapkan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Prinsip 10-20-30-40

Masih dilansir dari Beritasatu.com, salah satu cara dalam merencanakan keuangan untuk alokasi pengeluaran adalah menggunakan prinsip 10% untuk kebaikan, 20% untuk masa depan, 30% untuk membayar cicilan, dan 40% untuk membiayai kebutuhan hidup.

Apabila kamu memberikan angpao maka dana yang perlu disiapkan masuk dalam kategori dana kebaikan. Sementara, untuk kamu yang menerima maka uang yang kamu terima masuk dalam kategori pendapatan tidak rutin.

Karena anggaran kebaikan ini tidak bersifat wajib tetapi sebaiknya berapa pun penghasilan kamu, selalu berusaha untuk menyisihkan pendapatan kita untuk bujet ini.

Dengan menerapkan prinsip 10-20-30-40 akan sangat membantu dalam mengatur pos-pos pengeluaran. Dengan memberikan ang pao dan pos kebaikan lainnya sama saja dengan membantu sesama dengan tanpa mengorbankan pos lainnya.

Sementara gaji bulanan atau mempunyai properti yang disewakan secara rutin bisa dikategorikan dalam pendapatan tetap. Sementara untuk bonus, fee dari pekerjaan freelance, THR hingga angpao ini masuk dalam pos pendapatan tambahan yang bersifat tidak rutin.

Memeroleh pemasukan tambahan adalah hal yang membahagiakan karena uang kita bertambah. Namun, pendapatan tidak rutin ini tidak bisa selalu andalkan. Karena sifatnya yang sementara atau temporer, tidak selalu ada, dan jumlahnya pun tidak tetap.

Sehingga saat mendapatkan pemasukan tambahan ini maka perlu kebijakansanaan untuk mengatur arus keuangan atau cash flow. Hal ini bertujuan agar keuangan tidak bocor karena biasanya saat uang cash jumlahnya lebih banyak dari biasanya, kita akan cenderung menghabiskannya dengan impulsif.

Bijak dalam mengatur arus keuangan pun berlaku saat kita menerima angpao. Ketika memperoleh uang dari angpao, seberapa pun jumlahnya akan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang mungkin sempat tertunda. Hal ini bisa dilakukan tanpa mengorbankan pos keuangan lainnya.

Uang ini juga bisa dimanfaatkan untuk masa depan, misalnya untuk ditabung di bank, investasi, hingga asuransi. Hal ini sebagai bentuk antisipasi kebutuhan mendadak di kemudian hari.

Sementara untuk kamu yang memberikan angpao, bisa menyiapkan dana ini tidak hanya dari pendapatan rutin. Pada umumnya, kamu bisa menyisihkan dari pendapatan atau tabungan khusus untuk momen pemberian angpao.

Selain itu, kamu juga menyisihkan uang angpao untuk diberikan dari uang THR, bonus rutin tahunan, hingga fee dari pekerjaan sampingan. Tentunya hal ini akan lebih meringankan kamu ketimbang hanya mengandalkan uang gaji bulanan.

Artikel Terkait