Investasi, Saham

Pengertian Volatilitas dari Sudut Pandang Investor Saham

Pengertian Volatilitas dari Sudut Pandang Investor Saham

Ajaib.co.id – Banyak yang masih bingung akan pengertian Volatilitas. Oleh karenanya, redaksi Ajaib akan memberikan pengertian Volatilitas melalui sudut pandang investor saham sebagai berikut ini. Volatilitas adalah salah satu hal yang lumrah terjadi dalam dunia saham. Setiap lembar saham yang ada di Bursa Efek, baik itu saham blue chip atau saham gorengan, semuanya akan mengalami atau terdampak volatilitas.

Dampak yang diberikan oleh volatilitas tentunya membuat aspek yang satu ini perlu diperhatikan dalam investasi saham. Dari sudut pandang investor, bagaimana posisi volatilitas?

Pengertian Volatilitas

Volatilitas adalah besarnya jarak antara naik atau turunnya harga saham atau valas. Volatilitas tinggi berarti harga naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dengan cepat juga, sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu.

Volatilitas dalam pasar saham terkadang menjadi salah satu konsep yang paling sering disalahpahami dalam dunia saham. Secara sederhana, volatilitas adalah kisaran perubahan harga yang dialami sekuritas dalam periode waktu tertentu. Jika harganya relatif stabil, maka sekuritas tersebut mempunyai volatilitas yang rendah.

Sebuah sekuritas dengan volatilitas yang tinggi akan naik dan turun dengan cepat, bergerak tak menentu dan meningkat dengan singkat juga jatuh dengan dramatis.

Karena orang cenderung lebih sering mengalami sedih karena merugi daripada bahagia karena untuk, volatilias saham yang sering naik namun juga sering turun merupakan sebuah upaya yang berisiko.

Namun, investor musiman tahu bahwa rata-rata orang tidak mengetahui bahwa volatilitas menawarkan peluang untuk menghasilkan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Berinvestasi tentunya tentang risiko, namun risiko bekerja dua arah. Setiap transaksi menawarkan risiko untuk rugi atau untung. Tanpa volatilitas, risiko ini tidak akan berhasil.

Apa Itu Volatilitas Saham?

Volatilitas saham adalah hasil perhitungan deviasi standar tahunan yang ditujukan untuk mengukur risiko saham pada periode berikutnya. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan jumlah transaksi dan menyebabkan perubahan harga saham dalam waktu singkat.

Jika kamu adalah seorang trader yang ingin mendapat keuntungan dari transaksi saham dalam waktu singkat, kamu dapat memilih saham dengan volatilitas tinggi sebab harganya lebih berpotensi untuk naik, walaupun risikonya juga tinggi.

Investor harian bekerja dengan perubahan dari detik ke detik, menit ke menit. Jika tidak ada perubahan harga, tidak ada keuntungan. Sementara swing traders bekerja dengan tenggat waktu yang lebih panjang, bisa berhari-hari atau berminggu-minggu, tapi volatilitas pasar masih menjadi pusat strategi mereka. Ketika harga naik-turun, investor jangka pendek bisa menggunakan pola chart atau indikator teknik lain untuk menentukan kapan harga naik, kapan turun.

Volatilitas dan Naik-turun Pasar

Volatilitas bisa memberikan keuntungan untuk investor manapun. Banyak investor konservatif lebih menyukai strategi jangka panjang yang disebut dengan buy-and-hold, di mana saham yang telah dibeli akan ditahan dalam periode yang lama, kadang hingga bertahun-tahun, untuk mendapatkan dividen dari pertumbuhan perusahaan. Strategi ini berdasarkan asumsi bahwa fluktuasi atau naik-turun di pasar, secara garis besar memberikan keuntungan jangka panjang.

Walaupun saham dengan volatilitas tinggi mungkin malah akan menimbulkan keresahan jika menerapkan strategi ini, volatilitas yang minim bisa berarti keuntungan yang besar. Harga yang naik-turun akan memberikan peluang bagi investor untuk membeli saham di perusahaan yang solid ketika harganya rendah, dan menunggu pertumbuhan kumulatif seiring berjalannnya waktu.

Indikator Volatillitas

1. Volatilitas Nilai atau Harga Rata-Rata

Dalam perdagangan intraday, indikator nilai volatilitas yang paling signifikan adalah nilai rata-rata; dalam evaluasi posisi yang lebih panjang rentang rata-rata mingguan, bulanan, atau tahunan dapat digunakan. Volatilitas tahunan paling umum terjadi dalam analisis investasi keuangan jangka panjang.

2. Volatilitas Historis

Volatilitas historis sama dengan standar deviasi dari nilai aset dalam jangka waktu yang ditentukan dan dihitung dari harga historis. Volatilitas yang diharapkan dihitung dari harga saat ini dengan asumsi harga pasar mencerminkan risiko yang diharapkan.

Volatilitas dianggap sebagai salah satu indikator informasi paling penting untuk keputusan pembukaan atau penutupan posisi mata uang atau pada pasar valuta asing. Ini dapat dinilai melalui indikator keuangan berikut: Bollinger Bands, Commodity Channel Index, Average True Range. Semuanya terintegrasi dalam platform perdagangan populer.

3. RVI (Indeks Volatilitas Relatif)

RVI (Indeks Volatilitas Relatif) mencerminkan arah perubahan volatilitas harga. Di mana, karakteristik utama RVI adalah mengonfirmasi sinyal osilator Forex (RSI, MAСD, Stochastik, dan lainnya) tanpa menduplikasi.

Karena indikator ini ditentukan oleh dinamika data pasar yang tidak tercakup oleh indeks lain, ini bisa berfungsi sebagai alat verifikasi yang baik. RVI digunakan sebagai filter untuk indikator independen yang dapat menentukan kekuatan tren, mengukur volatilitas, bukan harga, dan ini membawa elemen otentikasi yang hilang ke sistem perdagangan.

Penyebab Volatilitas Saham

Ada beberapa faktor yang menyebabkan volatilitas saham seperti:

1. Faktor Sektor dan Industri

Faktor ini terjadi ketika peraturan pemerintah semakin banyak serta mengikat pada industri tersebut, sehingga harga saham berpotensi untuk jatuh. Hal ini terjadi ketika perusahaan harus meningkatkan kepatuhannya, serta pengeluaran biaya untuk karyawan berdasarkan ketentuan tersebut. Sehingga akan memengaruhi pendapatan di masa yang akan datang. Selain itu, beberapa kegiatan pengumuman dari industri sekuritas juga bisa menjadi faktor penyebab volatilitas, seperti pembatasan atau penundaan trading, laporan pertemuan tahunan, insider trading, dan lain-lain.

2. Faktor Ekonomi dan Politik

Kebijakan pemerintah, perjanjian perdagangan, hingga undang-undang juga memengaruhi ekonomi termasuk terjadinya volatilitas. Hal lain dari sektor ekonomi yang ikut memengaruhi volatilitas adalah angka belanja konsumen, data inflasi, laporan pekerjaan bulanan, perubahan suku bunga tahunan, perubahan kurs valas, dan sebagainya. Selain ekonomi, sektor politik juga ikut berpengaruh seperti isu-isu HAM, lingkungan hidup, hingga pelaksanaan pemilu.

3. Kinerja Perusahaan

Tidak hanya dari sektor-sektor saja, volatilitas juga bisa terjadi dari kegiatan masing-masing perusahaan. Dengan kata lain, volatilitas dapat terjadi pada perusahaan tertentu, tergantung kondisi perusahaan tersebut. Misalnya, peluncuran produk baru mendapat hasil baik, peningkatan pendapatan perusahaan, dan sebagainya. Selain itu, berita-berita positif membuat kepercayaan investor meningkat, lalu ketika banyak yang membeli saham perusahaan tersebut, harganya pun ikut meningkat. Sebaliknya, jika ada berita atau isu negatif perusahaan maka akan menurunkan harga sahamnya.

4. Pengumuman Kerjasama

Faktor lain yang menjadi penyebab volatilitas adalah adanya pengumuman kerja sama, baik penggabungan atau merger, akuisisi, atau diversifikasi yang nantinya akan memengaruhi jumlah kekayaan perusahaan terkait.

Cara Mengukur Volatilitas Saham

Untuk mengetahui volatilitas saham, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti:

  • Kumpulkan harga saham sebelumnya.
  • Temukan rata-rata saham tersebut.
  • Tentukan perbedaan antara setiap harga dalam set dan harga rata-rata.
  • Kuadratkan deviasinya.
  • Tambahkan deviasi kuadrat untuk mendapatkan r.
  • Bagilah jumlah penyimpangan kuadrat dengan banyaknya nilai data.

Mengingat harga saham bisa mengalami volatilitas, maka kamu perlu memahami dari berbagai penyebab yang membuat volatilitas itu muncul. Sehingga, kamu bisa menyusun strategi investasi yang tepat, jika sewaktu waktu perusahaan mengalami volatilitas tinggi.

Kesimpulan

Volatilitas tinggi pada pasar berarti risiko yang lebih tinggi bagi investor yang menghasilkan lebih banyak peluang besar. Banyak pedagang pemula mencoba memasuki pasar yang sangat fluktuatif untuk mencari keuntungan yang besar, namun bisa merugi dengan cepat juga.

Akan lebih baik jika kamu memulai dan menguji strategi perdagangan di pasar yang tenang ketika fluktuasi kurs spot mingguan tidak melebihi 2-3% dari harga penutupan minggu sebelumnya. Investor berpengalaman mungkin ingin memanfaatkan peluang pasar yang fluktuatif hingga arbitrase volatilitas langsung.

Melihat volatilitas dari sudut pandang investor di atas bisa mempermudah kamu untuk lebih cekatan dalam melihat fenomena volatilitas di pasar saham nanti. Pelajari hal lain tentang dunia investasi dan finansial di blog Ajaib Indonesia.

Artikel Terkait