Bisnis & Kerja Sampingan

Pengertian Perilaku Konsumen dan Proses Mengenalinya

pengertian perilaku konsumen

Ajaib.co.id – Memahami pengertian perilaku konsumen memang mudah namun tidak demikian dengan aplikasinya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi setiap pribadi soal keputusan untuk memilih membeli, menggunakan dan memanfaatkan suatu produk dan jasa tertentu. Karena itu, kamu perlu terus belajar untuk memahaminya.

Pengertian perilaku konsumen merupakan suatu hal yang sangat berkaitan dengan proses pembelian barang ataupun jasa. Hal yang dikenal sebagai consumer behavior ini sangat luas dan tidak disadari yang sering terjadi dalam keseharian atau lebih tepatnya dalam proses pembelian.

Consumer Behaviour merupakan suatu alasan konsumen membuat keputusan melakukan pembelian sebuah produk. Perilaku konsumen termasuk pemikiran konsumen akan sebuah barang dalam memenuhi kebutuhannya seperti kualitas, fungsi dan keguanaan.

Pengertian perilaku konsumen juga erat kaitannya dengan aktivitas pencarian, penelitian dan pengevaluasian produk. Butuh waktu yang relatif dan tidak bisa ditentukan saat konsumen memikirkan untuk membeli sebuah produk. Maka konsumen akan melihat, menanyakan, mengevaluasi dan mempertimbangkan rencana membeli produk.

Pastinya sebagai konsumen, tidak mau jika salah dalam membeli produk atau jasa. Jika kamu masih bingung mengenai prilaku konsumen, berikut beberapa pengertian perilaku konsumen menurut para ahli :

Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Engel, Blackwell dan Miniard

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard perilaku konsumen adalah sebuah tindakan-tindakan yang dilakukan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa, dengan proses keputusan yang mengawali dan juga mengikuti tindakan pembelian. Tidakan tersebut akan terlibat langsung dalam sebuah proses untuk memperoleh, mengkonsumsi, membuang atau tidak menggunakan produk tersebut.

Pengertian Perilaku Konsumen Menurut The American Marketing Association

Menurut The American Marketing Association, perilaku konsumen merupakan sebuah proses interaksi yang dinamis sebagai bentuk pengaruh, kesadaran, perilaku dan lingkungan yang mana seseorang akan melakukan pertukaran pada beberapa aspek kehidupan.

Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Mowen

Menurut Mowen, perilaku konsumen adalah sebuah hal yang dilakukan saat seseorang memperoleh, mengkonsumsi atau juga membuang barang saat pembelian.

Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Schiffman dan Kanuk

Menurut Schiffman dan Kanuk perilaku konsumen merupakan sebuah proses yang dilalui mencakup mencari barang, membeli barang, menggunakan barang dan mengevaluasi barang yang dapat memenuhi kebutuhan.

Untuk jenis perilaku konsumen memiliki perbedaan dan ragamnya. Misalkan saja ketikan ingin membeli sebuah produk, maka seorang konsumen akan memastikan, meneliti bentuk dari produk seperti masa berlakunya. Untuk produk elektronis biasanya akan dicoba terlebih dahulu apakah sesuai dengan desktipsinya.

Sedangkan untuk produk jasa, umumnya perilaku konsumen akan mencari tahu bentuk jasa yang disediakan melalui track record perusahaan, testimoni maupun komentar orang yang sebelumnya menggunakan jasa tersebut.

Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Loudon dan Bitta (1995)

Mencakup proses pengambilan keputusan dan kegiatan yang dilakukan konsumen secara fisik dalam pengevaluasian, perolehan, penggunaan dan mendapatkan barang atau jasa.

Kategori Perilaku Konsumen yang Harus Dipahami Pebisnis

Perilaku konsumen juga dibagi kedalam dua kategori yakni rasional dan irasional. Perilaku konsumen rasional adalah perilaku konsumen yang dalam pembelian barang dan mengedepankan aspek konsumen seperti tingkat kebutuhan yang mendesak, kebutuhan utama/primer dan juga daya guna produk.

Sedangkan perilaku konsumen irrasional adalah perilaku konsumen yang sangat mudah untuk terbujuk dengan iming-iming diskon dan marketing sebuah produk tanpa mengedepankan aspek kebutuhan.

  • Kategori Rasional

Beberapa ciri perilaku konsumen rasional antara lain :

  1. Memilih barang sesuai dengan kebutuhan
  2. Barang yang dipilih memiliki kegunaan optimal
  3. Memilih barang dengan mutu terjamin
  4. Memilih barang dengan harga yang sesuai dengan kemampuan
  • Kategori Irasional

Sedangkan ciri perilaku konsumen irasional antara lain :

  1. Cepat tertarik dengan iklan dan promosi
  2. Memilih barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
  3. Memilih barang tidak berdasarkan kebutuhan, melainkan untuk menunjukkan status sosial

Perilaku Konsumen di Era Digital, Perlu Pendekatan Bisnis yang Berbeda

Dunia bisnis sekarang sudah amat berbeda dengan adanya smartphone dan internet. Rasanya pengertian perilaku konsumen yang telah dipaparkan sebelumnya harus mengalami perubahan. Namun itu hal yang amat wajar karena dunia bisnis merupakan hal yang dinamis.

Hal ini tentu harus disadari oleh para marketer, sehingga strategi yang ditetapkan dalam mengembangkan usaha bisa kompatibel dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan tersebut. Setidaknya, ada empat hal yang jadi ciri khas perilaku konsumen di era digital ini antara lain:

  • Membandingkan kualitas produk dari review di internet

Sebagian besar konsumen Indonesia akan lebih dulu mencari tahu kualitas dari produk yang dibutuhkan dari review yang ada di internet. Biasanya mereka akan memanfaatkan halaman pencarian Google, media sosial, atau kolom testimonial yang terdapat pada toko online

Oleh karena itu, untuk bisa lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor, pastikan selalu memberikan kualitas produk dan layanan yang terbaik kepada pelanggan. Dengan demikian, kepuasan pelanggan secara keseluruhan adalah tujuan utama yang wajib dicapai oleh seluruh brand, terlepas dari apapun bidang industri yang digeluti.

  • Utamakan kemudahan pemesanan dan pembayaran

Di era digital seperti saat ini, harga murah tidak lagi menjadi satu-satunya daya tarik pelanggan. Sebagian besar justru lebih memilih harga produk yang lebih mahal, namun tentunya dengan kualitas dan layanan yang jauh lebih baik. 

Terutama dalam hal kemudahan pemesanan dan metode pembayaran yang disediakan oleh sebuah brand. Fitur-fitur canggih yang ada pada sistem kasir online akan mempersingkat waktu pemesanan, menyediakan metode pembayaran yang mudah, serta memungkinkan cetak resi instan. 

  • Menyukai personalisasi

Tentu saja, masing-masing pelanggan memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda terhadap produk dan layanan yang kamu berikan. Keputusan untuk membeli bisa didasari motif yang sanat berbeda. Kondisi inilah yang membuat produk atau layanan yang telah dipersonalisasi, lebih disukai dan populer di kalangan pelanggan. 

Melalui produk atau layanan yang telah ‘disesuaikan’ dengan kebutuhan pelanggan, kamu bisa memberikan kepuasan tersendiri sehingga berdampak pada loyalitas pelanggan tersebut. Misalnya, ketika menyediakan menu dengan kustomisasi tersendiri. Dengan demikian, kamu bisa menjangkau konsumen dengan lebih luas.

  • Tidak ingin tertinggal hype(tren)

Satu lagi perilaku konsumen dalam berbelanja di era digital, yaitu mereka tidak ingin tertinggal hype atau segala sesuatu yang sedang menjadi trending topic. Pengertian perilaku konsumen ini bisa disingkat dalam istilah Fear Of Missing Out (FOMO).

Peluang ini bisa kamu manfaatkan sebagai momen yang tepat untuk menciptakan inovasi produk sesuai dengan apa yang tengah menjadi perbincangan masyarakat luas di media sosial. Terlebih jika target pasar yang dituju adalah generasi milenial yang cenderung selalu ingin terlihat up-to-date.

Bisa juga berkreasi melalui packaging yang digunakan. Buat packaging produk terlihat Instagramable dan biarkan para pelanggan memotretnya dan mengupload ke media sosial. Dalam waktu yang cukup singkat, produkmu akan diburu oleh pelanggan yang tidak ingin tertinggal hype.

Dengan mengenal pengertian perilaku konsumen dan praktiknya dalam berbelanja di era digital, kamu bisa menentukan strategi pemasaran secara tepat. Pasalnya, berdasarkan perilaku konsumen itulah keputusan pembelian akan ditetapkan. Jangan ragu untuk mengevaluasi secara rutin untuk mencari startegi terbaik. Sebab perilaku konsumen bisa berubah dengan cepat seiring dengan perkembangan teknologi digital.

Artikel Terkait