Saham

Nelangsa Karena Corona, Bagaimana Analisa LPPF Saham?

Analisa Saham LPPF di Tahun 2019, Akankah Terus Melonjak?

Ajaib.co.id – Pandemi memukul pasar saham secara mendalam. Termasuk pula saham LPPF saham milik emiten PT Matahari Departemen Store Tbk. Bukan hanya terpaksa menutup gerainya, sahamnya juga amblas di lantai bursa.

Penyebaran Virus Corona membuat jaringan retail Matahari terpaksa harus mengambil keputusan ekstrem untuk mempertahankan bisnis. Berbagai hal dilakukan untuk melakukan efisiensi keuangan. Harapannya perusahaan ini bisa terus bertahan hingga masa pandemi terlewati.

Meski demikian, toh pasar saham membuktikan jika performa LPPF saham terus memburuk selama masa pandemi. Dikutip dari Wartaekonomi.com, saham LPPF melemah sedalam -52,33% dalam waktu sebulan terakhir. Pelemahan itu setara dengan -70,78% secara year to date (ytd), resmi menjadikan emiten ini sebagai penurunan terburuk di jajaran LQ45.

Jika demikian, pertanyaan tentu saja membayang di benak para pelaku pasar saham. Masih LPPF menguntungkan untuk dimiliki tahun ini?

LPPF Saham, Masihkan Potensial Untuk Dimiliki?

Siapa tak kenal matahari. Department store ini memiliki cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia. Rasanya tak ada yang tak pernah menginjakkan kaki ke toko retail ini untuk mencari pakaian atau sepatu yang diinginkan. Matahari Department Store memang memiliki basis konsumen yang cukup besar khususnya dari kalangan menengah.

Namun toh bukan berarti Matahari kebal terhadap dampak yang disebabkan oleh Virus Corona. Perusahaan ini juga merasakan dampaknya dengan keras bahkan harus melakukan sejumlah langkah ekstrem untuk menyikapi kondisi belakangan ini.

Manajemen memutuskan memutuskan menutup seluruh cabangnya sampai waktu yang tidak ditentukan. Meski tak melakukan PHK alias hanya dirumahkan, gaji para pegawai juga dipotong.

Sedangkan para investor terpaksa harus gigit jari karena pembagian dividen dibatalkan. Padahal saham yang masuk dalam indeks LQ45 ini diketahui rutin membagikan dividen kepada investornya. Semuanya dilakukan atas nama efisiensi keuangan.

Selain itu, Matahari juga membatalkan pembukaan sejumlah gerai terbarunya menyusul kondisi yang tak kondusif ini. Sedianya, Matahari berencana membuka 4-6 gerai di 2020. Sebanyak dua gerai berlokasi di sekitar Jabodetabek, dua gerai di Jawa dan 1-2 gerai di luar Jawa. Sebelumnya sudah ada total 169 gerai Matahari hingga tahun 2019.

Dikutip dari Katadata, brand ini sebenarnya mencatat penjualan kotor Rp 18 triliun atau naik tipis 0,9% dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp 17,8 triliun. Angka ini mengungguli pertumbuhan rata-rata penjualan tiap toko (same store sales growth/SSSG) di Indonesia mencapai 0%.

Karena itu bisa dikatakan jika perusahaan memperoleh laba kotor Rp 6,1 trilun atau turun 3,6% dibanding tahun lalu dengan EBITDA sekitar Rp 2,2 triliun yang juga turun 20,3% dibanding tahun 2018. Sedangkan perusahaan juga merasakan kenaikan laba bersih sebesar 24,6% menjadi Rp 1,3 triliun.

Meski demikian, capaian positif ini nyatanya tak berhasil mempertahankan performa saham LPPF di pasar modal ketika Corona menyerang. Bahkan sejak pengumuman penutupan gerai, LPPF saham terus bergerak dengan tren yang melemah. Hingga 15 April, LPPF saham terus tertekan ke angka Rp1.355 per saham.

Bahkan saham ini pernah anjlok hingga ke level Rp1.160 per saham. Angka tersebut menjadi yang paling rendah selama lebih dari lima tahun terakhir. Bagi kalangan investor, tentu saja fluktuasi ini membuat ketar-ketir. Kelayakan saham ini untuk dipertahankan kemudian dipertanyakan.

Agar kamu tak ikutan bingung, yuk kita bahas analisa LPPF saham untuk tahun 2020 ini. Pertandingan analisa selalu jadi topik seru buat pecinta saham. Kali ini saham LPPF sedang diperbincangkan dalam kalangan investment.

Menguji Kekuatan Saham Matahari di Pasar Modal

LPPF saham miliki PT Matahari Department Store agaknya memang terus mencatatka kinerja buruk di pasar modal. Meski demikian, dilansir dari Wartaekonomi, investor asing nampak aktif mengoleksi saham LPPF dengan akumulasi beli Rp1,30 miliar atau setara dengan Rp110,87 miliar dalam sepekan belakangan ketika tulisan ini diturunkan.

Sepertinya investor masih cukup optimis dengan kinerja emiten ini di masa depan. Para analis saham juga menyarankan untuk melakukan buy on weakness (BOW) terhadap LPPF saham. Harga saham ini mungkin sedang anjlok namun berprospek mengalami kenaikan kembali dalam jangka pendek.

Dikutip dari Bisnis.com, Institution Research Team MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness (bow) saham Matahari Department Store di level Rp1.260—Rp1.320. Target harga emiten bersandi LPPF itu diperkirakan berada di level Rp1.160, Rp1.840, dan Rp2.400.

Hal ini juga didukung dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat cukup agresif sebesar 1,79 persen ke level 4,706 pada sesi, Selasa (14/4/2020). Indeks diperkirakan masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya untuk membentuk wave C dari wave (4) atau wave 1 ke area 5.000–5.100.

IHSG diperkirakan bergerak dengan level support 4.650 dan 4.550. Selanjutnya, resistance berada di level 4.730 dan 4.800. Analisa ini bukannya tak berdasar. Pasalnya Matahari bukan satu-satunya emiten yang mengalami pelemahan

Seluruh pemain retail juga merasakan hal yang sama bahkan ada yang lebih buruk lagi. Optimisme ini juga dilandasi dengan penilaian bahwa hari raya Idul Fitri yang tak lama lagi akan ikut mengerek kinerja keuangan perusahaan ini. Pasalnya, tren masyarakat Indonesia adalah kebiasaan membeli pakaian baru menjelang hari raya. Sejauh ini, Matahari mencatatkan hasil penjualan yang luar biasa selama fase ini.

Tentu saja hal ini juga akan menjadi angin segar bagi kinerja saham. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga diperkuat dengan lini bisnis online melalui e-commerce Matahari.com. Meskipun berbagai gerainya tutup namun anak perusahaannya ini tetap beroperasi seperti biasanya. Bahkan penjualannya mengalami permintaan yang meningkat karena masyarakat dapat berbelanja dari rumah.

Banyak investor yang kemudian berspekulasi. Mereka berasumsi bahwa kinerja perusahaan akan lebih baik pada akhir tahun lantaran meningkatnya angka penjualan. Setidaknya itu akan menjadi semacam “katalis” untuk memperbaiki kinerja perusahaan pada awal tahun 2020 ini.

Jadi, sudah tahu dong apa hasil dari analisa LPPF saham pada tahun 2020 ini? Jadi, apakah kamu sudah yakin untuk memanfaatkan kondisi ini atau memilih saham lain yang lebih menjanjikan?

Yuk, jangan sampai salah pilih investasi saham. Buat kamu yang masih bingung, kamu bisa download aplikasi Ajaib. Di aplikasi tersebut, kamu bisa mendapatkan beberapa pilihan investasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi kamu!

Artikel Terkait