Mengetahui Faktur Pajak dan Jenis-Jenisnya

Mengetahui Faktur Pajak dan Jenisnya
Mengetahui Faktur Pajak dan Jenisnya

Pajak merupakan sumber pendapatan utama negara untuk pembangunan infrastruktur yang berasal dari penerimaan pajak negara. Dalam perpajakan, ada istilah yang dikenal dengan faktur pajak. Faktur ini adalah bukti pemungutan pajak yang dibuat langsung oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) saat melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak.

Faktur pajak juga menjadi salah satu media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib membayar pajak. Sebagai wajib pajak, kamu harus memahami faktur pajak agar tidak merasa bingung saat membayar pajak. Sebelum membayar pajak, ada baiknya kamu mempelajarinya terlebih dahulu. Artikel kali ini akan menjelaskan mengenai faktur dan jenis-jenisnya. Mari simak artikelnya di bawah ini:

Pengertian

Faktur pajak menjadi salah satu bagian dari tanggungan Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang diserahkan kepada Dinas Perpajakan. Hal tersebut dilakukan agar adanya transparansi (keterbukaan) di bidang perpajakan, serta tidak terjadi tindakan penggelapan pajak.

Jenis-Jenis

Terdapat tiga jenis faktur pajak, yaitu Bentuk Standar, Bentuk Gabungan, dan Pajak Bentuk Sederhana. Bagi kamu yang belum memahami faktur pajak, berikut ini adalah tiga jenis faktur pajak beserta dengan fungsi faktur pajak dan tujuannya:

a. Bentuk Standar

Faktur Pajak berbentuk kuarto ini dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP). Dalam Pasal 1 ayat (3) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-/159/PJ/2006 tentang Waktu, Bentuk, Ukuran, Pengadaan, Tata Cara Penyampaian, dan Tata Cara Pembentukan Faktur Pajak, telah ditetapkan bahwa faktur pajak standar setidaknya memuat tujuh hal, yaitu:

  • Nama, alamat, dan NPWP milikiPengusaha Kena Pajak (PKP).
  • Nama, alamat, dan Nomor Wajib Pajak pembeli barang atau jasa.
  • Jenis barang atau jasa kena pajak, jumlah, serta harga jual dan pemotongan harga.
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan dipungut.
  • Kode, nomor seri, dan tanggal dibuatnya faktur.
  • Nama, jabatan, serta tanda tangan pihak yang terkait.

b. Bentuk Gabungan

Faktur Bentuk Gabungan merupakan faktur yang meliputi penyerahan yang dilakukan pembeli barang atau penerima jasa selama satu masa pajak.

c. Bentuk Sederhana

Faktur ini merupakan dokumen yang secara fungsional disamakan dengan Faktur Bentuk Standar. Faktur ini umumnya diserahkan kepada pembeli atau pengguna jasa dalam bentuk sobekan kecil. Contoh dari Faktur Bentuk Gabungan adalah karcis, bon, dan faktur bukti penjualan produk atau jasa.

Tahap Pengisian

Mengisi faktur pajak pun harus dipahami dengan baik. Hal itu dikarenakan agar kamu tidak mengalami kerugian sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) jika terjadi audit di kantor pajak setempat. Berikut ini adalah tahap-tahap pengisian faktur pajak yang harus diketahui:

a. Tahap Pertama

  • Masukkan nomor seri dan kode faktur dari DJP. Kemudian, masukkan juga nama lengkap, NPWP, dan alamat perusahaan yang menyerahkan barang atau jasa kena pajak di kolom Pengusaha Kena Pajak (PKP).
  • Pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak/Penerima Jasa Kena Pajak, masukkan nama, alamat lengkap, dan NPWP perusahaan yang membeli atau menerima barang atau jasa kena pajak.

b. Tahap Kedua

  • Masukkan nomor urut berdasarkan urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan. Kemudian, sertakan juga nama barang atau jasa kena pajak yang akan diserahkan.
  • Dalam kolom harga jual, penggantian, atau uang muka masukkan nominal harganya.

c. Tahap Ketiga

  • Dalam kolom harga jual atau penggantian, uang muka, masukkan total harga keseluruhannya.
  • Jumlah nilai potongan BKP/JKP ditulis setelah dikurangi dengan potongan harganya.
  • Jika adanya penerimaan uang muka sesuai BKP/JKP, nominal uang ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang sudah diterima.
  • Keseluruhan dari jumlah penggantian/harga jual/uang muka dikurangi dengan potongan harga dan uang muka yang sudah diterima, ditulis di kolom Dasar Pengenaan Pajak.
  • Dalam kolom PPN= 10% x Dasar Pengenaan Pajak, ditulis jumlah PPN 10% yang terutang.
  • Pada bagian kolom PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), hanya bisa diisi jika adanya penyerahan dari penjualan barang yang tergolong mewah.
  • Setelah itu, isi bagian kolom nama, tanda tangan, serta stempel dari pejabat yang ditunjuk langsung oleh perusahaan.

Tiga tahap pengisian faktur tersebut harus dilakukan jika tergolong PKP yang akan melakukan penyerahan BKP/JKP kepada konsumen. Kesalahan saat pengisian masih memungkinkan untuk diperbaiki, sebaiknya kamu menghindari keselahan tersebut.

Bacaan menarik lainnya:

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107/PMK.011/2013 Tentang Tata Cara Perhitungan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait