Banking

Mengenal Lebih Dekat Kredit Investasi dan Syarat-syaratnya

kredit investasi

Ajaib.co.id – Jika kamu memiliki bisnis dan ingin mengembangkannya, kamu bisa mengandalkan kredit investasi untuk menggapai tujuanmu itu. Mungkin kredit yang dikeluarkan oleh pihak bank ini belum begitu familiar di telinga banyak orang. Oleh karena itu kamu perlu mengetahui tentangnya.

Kredit investasi merupakan salah satu produk pinjaman perbankan yang diperuntukkan bagi mereka yang sudah memiliki usaha. Periode pengembaliannya bisa dipilih sesuai dengan waktu tempo yang disediakan, yaitu periode pengembalian jangka panjang dan menengah.

Kredit investasi ada karena inisiasi pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat memberikan pinjaman modal bagi mereka untuk memiliki usaha yang diimpikan.

Yang punya kewajiban mengembalikan pinjaman tetaplah peminjam, yang didapatkan dari keuntungan yang peminjam hasilkan selama menjalankan usahanya. Jadi, pihak peminjam harus mampu mengembalikan pinjaman sesuai dengan waktu temponya.

Untuk lebih jelasnya, kredit berjenis investasi ini punya ciri khas sebagai berikut:

  • Digunakan untuk modal bisnis. Dengan modal itu kamu bisa mengembangkan usahamu jadi lebih baik lagi. Kamu bisa meningkatkan produksi sesuai permintaan konsumen. Setelah itu usahamu pun akan semakin besar, dan siap melakukan inovasi paling terbaru.
  • Diperuntukkan bagi perencanaan yang matang. Untuk mengajukan kredit investasi, kamu diharuskan memiliki perencanaan yang matang untuk bisnismu. Bagian rencana tersebut akan diperiksa detail oleh pihak bank.

Untuk lebih jelasnya, kredit jenis investasi ini biasanya diperuntukkan bagi pengusaha yang misalnya ingin membangun pabrik baru atau bisa juga digunakan untuk proses pembangunan perusahaan. Jumlah yang dipinjamkan pada perusahaan cukup besar karena itu sistem pengembalian pinjamannya tidak ada pilihan jangka pendek.

Proses mendapatkan pinjaman ini cukup rumit karena ada beberapa syarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Setiap bank sebenarnya punya syaratnya masing-masing, tapi di bawah ini adalah syarat yang paling umum, yang pasti muncul di bank mana pun. Berikut ini adalah syarat-syarat yang meski kamu pelajari terlebih dahulu sebelum mengajukannya.

Memiliki Feasibility Study

Yang melakukan Feasibility Study adalah perusahaan yang membutuhkan kredit. Feasibility Study maksudnya adalah penelitian yang dilakukan untuk menilai sebuah proyek yang belum dijalankan apakah akan mendatangkan keuntungan di masa depan. Perusahaan melakukan penelitian ini sebelum proyek dilaksanakan.

Bentuknya berupa laporan yang bisa dimanfaatkan untuk menggaet investor, dan untuk bukti kelayakan mendapatkan pinjaman dari bank. Perencanaan proyek harus bisa tergambar dengan jelas proyeksinya. Dari sini pihak bank juga bisa menilai apakah proyek ini dapat berhasil ketika mereka bersedia memberikan pinjaman. Pihak bank akan mempelajari bagian ini dengan teliti.

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Setiap orang yang memiliki usaha diwajibkan punya SIUP dan TDP untuk menjadikan usahanya resmi. Kedua surat itu menandakan bahwa kamu benar-benar memiliki usaha yang nyata. Tanpa kedua surat itu, sudah pasti pengajuan kredit akan ditolak karena kamu dianggap tidak bisa membuktikan secara sah kamu pemilik usaha itu. Pihak bank tidak akan mau memberikan modal pada pemilik usaha ilegal.

SIUP harus diurus jauh-jauh sebelum mendirikan sebuah usaha. Cara mengurusnya mungkin sedikit rumit, tapi jika dilakukan perlahan-lahan dan mengikuti prosedur yang ada, kamu pasti bisa mendapatkan SIUP dan TDP yang diinginkan. Jadi, jangan anggap enteng SIUP dan TDP karena punya kekuatan yang akan membantumu mendapatkan modal.

Periode Pinjaman Maksimal 15 Tahun

Syarat kredit investasi berikutnya adalah batas waktu pengembalian pinjaman diberikan selama 15 tahun. Terlihat lama, tapi akan terasa cepat jika kamu tidak mengikuti prosedur pengembalian pinjaman. Jika kamu mampu membayar lunas semua pinjamanmu sebelum waktu jatuh tempo itu jauh lebih baik. Di sini juga ada tambahan masa tenggang yang berlaku selama 4 tahun.

Ada Ketentuan Agunan yang Perlu Diperhatikan

Untuk mendapatkan pinjaman ini, kamu diwajibkan untuk menjaminkan usaha yang kamu miliki itu pada pihak bank. Namun, pihak bank bisa membuat peraturan baru dengan meminta agunan tambahan.

Jadi, sebelum mengajukan pinjaman sebaiknya kamu persiapkan aset mana yang kamu miliki yang bisa dijadikan sebagai agunan. Permintaan ini memang belum tentu terjadi, tapi kamu sebaiknya mempersiapkan hal ini dari jauh hari.

Biaya Proyek yang Akan Ditanggung oleh Bank Ada 65%, Sisanya Perusahaan yang Bayar

Yang perlu diperhatikan berikutnya adalah pihak bank hanya akan membantu danamu proyekmu 65% dari total yang sudah kamu perhitungkan, sisanya harus kamu bayarkan sendiri. Jadi, kamu juga harus mempersiapkan dana untuk itu. Bantuan dari pihak bank ini cukup banyak, dan harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Setelah melakukan pengajuan, pihak bank akan melakukan penilaian dulu terhadap proyekmu. Di sini kamu harus menunggu. Jangan kecewa jika ajuan pinjamanmu ditolak, tanyakan apa yang kurang dari persyaratan yang sudah kamu ajukan.

Tidak ada salahnya memanfaatkan kredit investasi untuk menjadikan usahamu lebih besar lagi. Sebelum mengajukannya kamu harus sudah mempersiapkan rencana matang tertulis untuk usahamu ke depannya. Pihak bank yang akan menilai, dan jika mereka mendukung rencanamu, mereka bersedia memberikan pinjaman.

Setelah itu kamu mungkin harus bekerja ekstra untuk usahamu. Selain meraih keuntungan, kamu juga harus ingat bahwa tagihan kredit jenis investasi ini akan berjalan terus.

Namun, karena kamu sudah punya rencana yang cukup matang, tentunya kamu akan percaya diri bisa mengembalikan pinjaman itu sesuai dengan ketentuan. Beranilah mengambil risiko untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi.

Artikel Terkait