Banking

Mengenal Koperasi Simpan Pinjam, Metode, dan Manfaatnya

Sumber: Pinterest

Ajaib.co.id – Satu dari beragam bentuk usaha rakyat yang memiliki badan hukum di Indonesia adalah koperasi. Salah satu koperasi yang populer adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Koperasi Simpan Pinjam memiliki prinsip gotong royong untuk membantu anggotanya dengan tujuan kesejahteraan bersama. 

Prinsip Koperasi Simpan Pinjam ini juga berlandaskan Undang – undang No 17 Tahun 2012 yang mana dalam menjalankan usahanya, koperasi tersusun atas pengurus dan pengawas yang dipilih oleh anggota koperasi melalui rapat. Selanjutnya, pengurus inilah yang nantinya akan menjalankan bentuk usaha koperasi.

Lebih singkatnya, marilah mengenal prinsip dasar dari Koperasi Simpan Pinjam. Berdasarkan ketentuan dalam Undang – undang Koperasi Simpan Pinjam, prinsip dasarnya adalah memiliki anggota dengan sifat yang terbuka dan juga sukarela. Selain itu, prinsip dasar Koperasi Simpan Pinjam juga mencakup pengelolaan secara mandiri dan demokratis. 

Dalam pengelolaan keuntungan KSP disebut juga Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagi secara adil dan merata sesuai dengan kesepakatan dalam rapat anggota koperasi. Sementara untuk menjalankan usaha KSP, koperasi juga memiliki modal. 

Modal tersebut terdiri dari:

  1. Simpanan pokok yang pertama kali dibayarkan oleh anggota koperasi.
  2. Simpanan wajib yang dibayarkan setiap bulan oleh anggota koperasi.
  3. Simpanan sukarela atau bentuk tabungan dengan jumlah dan tenggat waktu yang tidak ditentukan.
  4. Dana cadangan ataupun Sisa Hasil Usaha (SHU) yang mana ini tidak dibagikan kepada anggota, dan digunakan menambah modal usaha.
  5. Modal pinjaman oleh pengurus koperasi seperti bank, dan lembaga penyalur dana.
  6. Hibah atau donasi.

Sementara itu, dalam menjalankan usahanya KSP akan memberikan pinjaman dana kepada anggotanya dengan mekanisme yang sudah ditentukan. Awalnya koperasi berupaya untuk fokus pada anggotanya saja, ini mencakup dalam hal simpan ataupun pinjaman. Walau demikian, pada tingkat perkembangan usaha selanjutnya ada produk pinjaman yang kemudian dikhususkan bagi para anggota dan juga non anggota (calon anggota koperasi).

Adapun beberapa persyaratan untuk menjadi anggota koperasi yang perlu kamu ketahui, antara lain :

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Bentuk keanggotaan bersifat perorangan dan tidak dalam bentuk badan hukum.
  3. Siap membayar sejumlah dana untuk simpanan pokok dan simpanan wajib berdasarkan ketentuan.
  4. Menyetujui konsep daripada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan aturan terkait ketentuan yang berlaku dalam koperasi simpan pinjam .

Setelah kamu resmi menjadi anggota dari koperasi maka selanjutnya kamu dapat melengkapi syarat pengajuan pinjaman. Adapun syarat-syarat untuk melakukan pengajuan pinjaman, antara lain :

  1. Memiliki status anggota ataupun calon anggota.
  2. Melakukan pengisian formulir untuk pinjaman.
  3. Menyerahkan lembar Foto Copy KTP suami dan istri jika sudah menikah.
  4. Menyerahkan lembar Foto Copy KK, Rekening listrik,Slip gaji dan juga Agunan.

Selanjutnya anggota dapat mengikuti mekanisme, antara lain :

  1. Melengkapi pengajuan daripada pinjaman dengan bentuk proposal untuk tujuan penggunaan dana, misalkan saja untuk modal usaha.
  2. Selanjutnya, anggota koperasi mempertimbangkan pengajuan pinjaman sesuai prosedur pinjaman yang sudah ditentukan.
  3. Jika selanjutnya pengajuan pinjaman anggota disetujui, maka pencairan pinjaman dan periode pengembalian berdasarkan kesepakatan yang disetujui saat akad pinjaman koperasi.
  4. Kamudian, ketika mengajukan pinjaman koperasi, kamu tentunya akan dijelaskan terkait dengan ketentuan yang berlaku. Misalkan saja yang berkaitan dengan perhitungan nominal bunga koperasi.

Perhitungan Koperasi Simpan Pinjam

Secara umum, bunga yang ditetapkan koperasi tentunya akan lebih murah jika dibandingkan dengan pinjaman ke tempat lain. Hal ini karena, tujuan daripada koperasi adalah menjaga kesejahteraan anggotanya. Sementara itu, dalam menjalankan usaha pinjaman, maka koperasi dapat menggunakan tiga metode penghitungan bunga, antara lain :

1. Mekanisme Bunga Flat

Malam mekanisme perhitungan bunga flat dalam KSP, paling banyak digunakan untuk bentuk dari pinjaman jangka pendek. Ini artinya perhitungan nominal bunga selalu rata atau sama setiap bulannya.

Mekanisme bunga flat berjalan dengan dipengaruhi oleh besarnya pinjaman pokok yang masih ada pada peminjam. Semakin kecil pinjaman, maka akan semakin kecil pula nominal bunga yang harus di angsur.

2. Perhitungan Bunga Menurun Efektif (Sliding Rate)

Selanjutnya, ada juga pinjaman dengan sistem bunga menurun. Sistem bunga menurun dinilai cukup menarik lantaran bunga kredit yang bakal terhitung berdasarkan saldo akhir kamu pada setiap bulannya. Dengan begitu, maka bunga yang akan dibayarkan setiap bulannya tentunya akan semakin menurun. 

3. Perhitungan Bunga Anuitas (Annuity Rate)

Kemudian, dalam KSP ada juga bunga anuitas yang mirip dengan perhitungan bunga efektif yang dipengaruhi oleh sisa pinjaman per bulannya. Pinjaman dengan metode bunga seperti ini sangat mirip dengan perhitungan bunga efektif yang dipengaruhi oleh sisa dari pinjaman perbulannya. Keuntungan dalam menggunakan metode ini adalah tingkat bunga yang dibayarkan setiap bulannya akan menurun sementara nominal pokoknya akan naik. Jenis bunga ini juga banyak digunakan pada Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Artikel Terkait