Banking

Cara Menghitung Persen Bunga Pinjaman Bank yang Benar

cara menghitung persen bunga pinjaman

Ajaib.co.id – Meminjam uang di bank saat ini menjadi salah satu alternatif yang dilakukan seseorang yang membutuhkan dana secepatnya. Dana tersebut biasanya akan digunakan untuk kegiatan usaha, untuk pembelian rumah, untuk kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan lainnya. Jika kamu ingin meminjam uang di bank, ada baiknya kamu tahu cara menghitung persen bunga pinjaman agar kamu bisa melakukan persiapan ketika membayar tagihan.

Sebelum membahas tentang cara menghitung persen bunga pinjaman bank, ada baiknya kamu tahu dulu tentang pinjaman bank secara menyeluruh. Syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank juga cukup ketat. Biasanya syarat-syaratnya seperti ini.

  1. Melampirkan fotokopi KTP, biasanya pihak bank juga akan memintamu membawa yang asli.
  2. Berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, maksimal 45 tahun, dan punya penghasilan sendiri. Pihak bank hanya mau meminjamkan uang pada nasabah yang berada di umur yang produktif karena kelompok usia tersebut dianggap mampu melakukan pembayaran tagihan sesuai dengan ketentuan
  3. Melampirkan NPWP, biasanya NPWP diwajibkan pada peminjam yang mengajukan dana cukup besar.
  4. Slip gaji, bagian ini juga cukup penting, jadi jangan lupa untuk meminta kantormu menyediakannya karena hanya pihak kantor yang berhak mengeluarkan berkas ini.
  5. Surat izin usaha bagi mereka yang memiliki usaha sendiri.

Yang harus kamu ingat ketika meminjam di bank, bank punya peraturan yang cukup ketat. Ada bunga yang akan dibebankan padamu yang melakukan pinjaman. Lalu ada juga waktu tempo yang harus kamu patuhi. Jika kamu tidak bisa membayarnya tepat waktu, kamu akan dikenai denda.

Jumlah nilai denda akan semakin bertambah jika kamu mangkir membayar tagihan dalam kurun waktu tertentu. Jadi, sebelum meminjam ke bank kamu harus memastikan terlebih dahulu apakah kamu bisa membayar pinjaman ini sesuai dengan aturan bank atau tidak.

Lalu, ada beberapa cara menghitung persen bunga pinjaman bank. Tergantung dari jenis bunga yang digunakan oleh pihak bank. Biasanya bank menggunakan bunga flat dan bunga efektif untuk dibebankan pada nasabah yang meminjam padanya.

Kedua bunga itu punya cara menghitung yang berbeda karena istilahnya saja sudah berbeda.

Menghitung Bunga Flat

Ciri khas yang paling mendasar dari bunga flat adalah kamu akan dibebankan dengan nilai bunga yang sama sampai jatuh tempo. Jenis bunga ini adalah jenis bunga yang paling umum diterapkan di mana pun, termasuk pinjaman bank.

Cara menghitung persen bunga pinjaman bank dengan bunga flat cenderung lebih mudah dan lebih sederhana. Kamu akan langsung mengerti saat percobaan pertama.

Sebagai contohnya, bunga flat ini sering digunakan di kredit kendaraan bermotor dan pinjaman jenis lain yang tidak memiliki agunan.

Lalu, beginilah cara menghitung berapa bunga-nya secara lengkap. Misalnya kamu meminjam pada bank sebesar Rp360.000.000. Bunga yang dibebankan padamu per tahunnya adalah 10%. Dan kamu memilih jangka waktu pelunasan selama 12 bulan.

Jumlah pinjaman = Rp360.000.000

Bunga per tahun = 10%

Tenor = 12 bulan

Jumlah cicilan pokok per bulan = Rp360.000.000 : 12 bulan = Rp30.000.000 per bulan

Jumlah bunga dari hitungan per tahun = (Rp360.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp3.000.000

Jadi, total angsuran per bulannya adalah Rp30.000.000 + Rp3.000.000 = Rp33.000.000

Besaran angsuran di atas akan berjumlah sama sampai waktu jatuh tempo, jadi perhitungannya tidak akan terlalu merepotkan.

Berikutnya ada cara menghitung persen bunga pinjaman dengan menggunakan bunga efektif. Mungkin kamu baru pertama kalinya mendengar istilah bunga ini. Jadi, sekarang saatnya untuk mengenal jenis bunga ini lebih jauh.

Menghitung bunga efektif

Perhitungan bunga efektif biasanya digunakan pada pinjaman jangka panjang. Contoh yang paling dekat dengan kita adalah kredit rumah dan kredit apartemen.

Jika bunga flat akan sama saja sampai waktu tempo, sebaliknya bunga efektif akan mengalami penurunan karena sistem perhitungannya yang berdasarkan jumlah sisa pinjaman pokok yang berubah. Sistem bunga ini sekilas dapat mengurangi beban nasabah asalkan kamu membayar tagihan tepat pada waktunya, tanpa ada tunggakan sekali pun.

Misalnya kamu ada mengangsur KPR sebesar Rp120.000.000 yang memiliki tenor pinjaman 12 bulan. Bunga per tahun yang dibebankan adalah 10%. Jadi, seperti inilah perhitungannya secara lengkap.

Pinjaman pokok = Rp120.000.000

Tenor pinjaman = 12 bulan

Beban bunga per tahun = 10%

Besar cicilan pokok = Rp120.000.000 : 12 bulan = Rp10.000.000 per bulan

Sekarang yang harus diperhatikan adalah besar tagihan per bulannya yang akan berbeda-beda karena bunganya yang semakin menurun.

Perhitungan tagihan pinjaman bulan ke 1

= Rp120.000.000 x 10% x (30/360)

= Rp1.000.000

Tagihan yang harus dibayarkan = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Perhitungan tagihan pinjaman bulan ke 2

Sisa pinjaman pokok yang belum dibayar = Rp120.000.000 – Rp10.000.000 = Rp110.000.000

= Rp110.000.000 x 10% x (30/360)

= Rp916.667

Tagihan yang harus dibayarkan = Rp10.000.000 + Rp916.667 = Rp10.916.667

Perhitungan tagihan pinjaman bulan ke3

Sisa pinjaman pokok yang belum dibayar = Rp110.000.000 – Rp10.000.000 = Rp100.000.000

= Rp100.000.000 x 10% x (30/360)

= Rp833.334

Tagihan yang harus dibayarkan = Rp 10.000.000 + Rp 833.334 = Rp10.833.334

Cara menghitung persen bunga pinjaman bisa kamu lakukan sendiri sebelum memutuskan akan memilih produk pinjaman bank yang mana. Pastikan produk pinjaman itu sesuai dengan kebutuhanmu. Dan pilihlah pinjaman yang kamu yakin dapat membayarnya sampai lunas.

Artikel Terkait