Analisa Saham

Lakukan Langkah Tepat Ini Sebelum Koleksi Saham PURE

Saham PURE
Saham PURE

Ajaib.co.id – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di industri pengolahan logam dan mineral. Perusahaan berkode saham PURE ini memulai bisnis secara komersial pada tahun 2011 dengan kegiatan usaha memproduksi pure lead, pure antimony, antimony lead, calcium lead, tin lead, dan high antimony.

Produksi tersebut dihasilkan melalui satu pabrik yang dimiliki oleh PURE dengan kapasitas produksi mencapai 39.700 MT. Mayoritas saham PURE saat ini dipegang oleh PT Trinitan Resource Tama Indonesia dengan jumlah 74,24 persen kepemilikan. Saham PURE sendiri terbilang baru mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa saham pada tahun 2019 dengan harga penawaran sebesar Rp300 per lembar saham.

Saat ini pergerakan harga saham PURE berada di bawah harga penawaran, namun sedang mengalami peningkatan di angka Rp 119 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat 30 April 2021. Lalu, apakah saham PURE layak untuk dikoleksi?

Bagaimana dengan keadaan fundamental perusahaan selama mencatatkan namanya di papan bursa dan rencana bisnis seperti apa yang bakal dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham PURE.

Pandemi Bikin PURE Kesulitan Melakukan Ekspor, Perseroan Catatkan Kerugian di Tahun 2020

Masa pandemi dirasakan sangat berdampak bagi keberlangsungan bisnis PURE di tahun 2020. Ditambah perseroan yang baru saja mencatatkan sahamnya di bursa pada akhir 2019, lalu dihadapkan dengan kondisi bisnis yang anjlok di tahun 2020.

Berdasarkan laporan keuangan PURE di kuartal ketiga tahun 2020, perseroan mencatatkan penurunan pendapatan menjadi Rp122,20 miliar dari tahun 2019 sebesar Rp 417,80 miliar.

Sementara PURE juga harus menanggung kerugian yang semakin membengkak di tahun 2020 mencapai Rp 77,93 miliar dari catatan kerugian di tahun 2019 sebesar Rp 28,49 miliar.

Turunnya kinerja keuangan PURE di tahun 2020 diperparah oleh masa pandemi yang membuat perseroan kesulitan untuk melakukan ekspor komoditas timah. Mengingat, beberapa negara tujuan ekspor masih menerapkan kebijakan lockdown di masa pandemi Covid-19

Bisnis PURE Memang Sudah Merugi Sejak Mencatatkan Nama di Papan Bursa

Terlepas dari kondisi pandemi, bisnis PURE memang sudah merugi saat mulai melantai di bursa pada tahun 2019. Pendapatan yang diraih oleh perseroan tidak mampu menghasilkan keuntungan melainkan catatan kerugian bagi PURE.

Dalam dua tahun terakhir memang bisnis PURE kian menurun dari sisi pendapatan maupun penurunan laba hingga catatan kerugian. Adapun data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam miliar rupiah):

Laporan Laba Rugi20192018
Penjualan bersih452.121583.784
Laba rugi kotor-46867.469
Laba rugi tahun berjalan-27.36627.276

Dari data dalam 2 tahun terakhir mengingat PURE mencatatkan sahamnya di bursa, dapat diketahui bahwa secara penjualan mengalami penurunan di tahun 2019.

Penurunan tersebut bukannya diikuti laba yang menurun, melainkan catatan kerugian bagi perseroan. Di mana, melemahnya kinerja keuangan emiten berkode saham PURE ini disebabkan oleh faktor tertentu.

Kerugian tersebut disebabkan oleh beban pokok penjualan yang melebihi pendapatan di tahun tersebut yaitu sebesar Rp 452,58 miliar. Oleh karena itu, mengapa pendapatan PURE tidak mampu mencatatkan keuntungan bagi perseroan karena beban yang harus ditanggung.

Walaupun begitu, jika melihat pergerakan saham PURE sendiri di bursa cukup mampu bertahan dengan kondisi kinerja bisnis yang sedang melemah.

Akan tetapi, PURE harus menemukan strategi yang tepat untuk memperbaiki kinerja sebelumnya. Hal ini untuk menghindari tanda ekuitas negatif karena kinerja perseroan yang terus mengalami kerugian.

Di samping itu, jika dilihat dari rasio keuangan memang kondisi bisnis PURE sedang tidak sehat. Berikut data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA-4,3%
ROE-22%
NPM-6%
CR101,3%
DER386%

Bagaimana Prospek Bisnis PURE Kedepannya Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Untuk bisa bangkit dari keterpurukan dampak pandemi Covid-19, setiap emiten termasuk PURE harus menerapkan strategi yang tepat memasuki tahun 2021.

Apalagi saham PURE yang baru saja mencatatkan namanya di bursa saham harus memperbaiki kinerjanya agar saham dapat bergerak naik dan mengundang ketertarikan banyak investor untuk mengoleksi saham PURE.

Di tahun 2021 sendiri, perseroan belum secara resmi menginformasikan strategi bisnis yang akan diterapkan untuk memperbaiki kinerja. Namun dapat diketahui bahwa sejumlah rencana yang tertunda di tahun lalu bakal segera direalisasikan di tahun ini. Misalnya saja, hasil dana dari IPO yang didapatkan perseroan bakal digunakan untuk membiayai pilot plant Pb Electro-winning harus diubah dengan rencana meningkatkan kapasitas produksi dari lead electrolysis.

Perseroan juga terus mengembangkan penggunaan teknologi Hidrometalurgi Temperature Acid Leach atau STAL di Indonesia yang bisa digunakan untuk memproses pemurnian berlapis sehingga limbah padat bisa lebih minim dan penggunaan air maupun energi bisa lebih efektif.

Selain itu, di akhir tahun 2020 lalu juga PT Trinitan Metals and Minerals Tbk telah menandatangani Memorandum of Understanding dengan Meiwa Corporation asal Jepang.

Kerja sama ini dimanfaatkan PURE untuk studi kelayakan smelter nikel dan kobalt sebagai usaha bersama. Di mana, studi tersebut direncanakan selesai di tahun ini. Setelah studi kelayakan tersebut selesai, maka PURE akan melakukan Detailed Engineering Design dengan perusahaan Jepang sehingga Pilot Plant di Jawa Barat bisa dipindahkan ke Sulawesi.

Sementara untuk anggaran modal belanja atau capex sendiri masih belum disampaikan oleh perseroan. Dapat dilihat bahwa masa pandemi saat ini yang masih melanda dan dianggap belum memberikan kepastian jelas sehingga setiap keputusan yang diambil oleh perseroan harus benar-benar tepat.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait