Koperasi Adalah Startup Konvensional, Ini Penjelasannya

Koperasi Adalah Bentuk Startup Konvensional

Secara harfiah, koperasi adalah sebuah perkumpulan atau organisasi ekonomi dengan mengumpulkan modal yang dimiliki lalu dikelola untuk kepentingan bersama. Namun istilah koperasi nampaknya cukup jadul untuk dikaitkan dengan era saat ini.

Istilah ‘Koperasi Adalah Startup Konvensional’ juga diperkuat oleh fakta-fakta di mana dalam konsep usahanya baik startup maupun koperasi tidak membuat ikatan pada founder dan investor. Selain itu, sistem pengelolaannya juga masih konvensional dan belum mengadaptasi teknologi.

Saat ini koperasi berubah wujud menjadi bentuk startup, dimana keanggotaan dan modal dapat dikelola secara modern dengan memanfaatkan fasilitas internet.

Startup muncul sejak awal tahun 2000-an, dan perlahan menggeser posisi koperasi sebagai lini usaha yang memiliki fungsi sama.

Dalam lima tahun belakangan ini, lini usaha startup mulai menjamur di tanah air. Perwujudan dari sistem koperasi yang lebih berbaur di era digital, semakin diminati saat ini manakala tingkat konsumsi masyarakat yang semakin tinggi.

Sesuai dengan Undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang koperasi, bisa dikatakan startup juga memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda. Misalkan saja dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi sosial masyarakat. Hal inilah kemudian yang dimanfaatkan oleh jenis startup yang memudahkan penggunanya untuk mengajukan peminjaman uang, melalui sistem online tentunya.


Saat ini, dengan segala program bantuan dari pemerintah untuk memberdayakan koperasi nyatanya selalu dihadapkan pada problem yang dilematis. Koperasi mengalami pasang surut dan nyatanya sulit untuk berkembang.

Beberapa hal yang membuat koperasi sulit berkembang di antaranya adalah kurangnya partisipasi anggota, sosialisasi masih rendah, modal yang minim, kurangnya minat masyarakat dan sikap pemerintah yang terlalu memanjakan koperasi.

Namun demikian hal ini masih bisa diperbaiki dengan berkomitmen untuk menghadirkan Good Corporate Governance (GCG), atau mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan, sehingga menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang dan berkesinambungan.

Lalu, bentuk koperasi seperti apa yang saat ini menjelma dalam modernisasi startup? Agar lebih mudah dipahami, inilah dua turunan startup yang tidak berbeda jauh dengan koperasi.

Ecommerce

Ecommerce merupakan tempat jual beli online. Saat ini berbagai jual beli online kian menjamur. Beberapa situs jual beli online yang terkenal adalah, Bukalapak, Tokopedia, OLX, Shopee, Lazada dan banyak lagi.

Tak hanya memberikan fasilitas jual beli online, beberapa juga ada yang menyertakan ‘fintech’ di dalamnya seperti kredit, reksa dana dan investasi emas. Namun tak perlu khawatir, situs ecommerce sudah dijamin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fintech

Fintech merupakan aplikasi keuangan yang memudahkan seseorang menyimpan sebagian uangnya untuk keperluan belanja atau pembayaran non-cash. Umumnya kaum milenial amat menyukai aplikasi ini, selain memiliki kelebihan diskon, aplikasi fintech juga lebih memudahkan karena tidak perlu repot-repot membawa uang cash.

Fitur menarik lainnya adalah peminjaman uang (kredit) dalam proses waktu yang singkat hanya dengan modal KTP saja. Sama dengan ecommerce, fintech juga dijamin oleh OJK.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait