Saham

Kondisi Saham TRAM Hari Ini dan Bentuk-Bentuk Sanksi BEI

saham tram hari ini

Ajaib.co.id – Saham TRAM hari ini sedang tidak diperdagangkan di bursa efek Indonesia. Hal tersebut dikarenakan TRAM telah disuspensi semenjak Januari 2020. Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?

Instrumen saham merupakan salah satu yang paling sensitif menanggapi berbagai isu seputar pasar. Tidak jarang, sebuah isu atau kejadian baik internal atau eksternal emiten, bisa berdampak secara langsung pada naik turunnya harga saham.

Misalnya saja, jika salah satu perusahaan produsen makanan terkena isu terkena campuran bahan membahayakan, sehingga konsumen enggan membeli dan menyebabkan penjualan turun, hal ini juga bisa berdampak pada kepercayaan pelaku pasar dan beramai-ramai menjual

Saham TRAM Suspensi Sejak Januari 2020

Saham TRAM hari ini sedang tidak diperdagangkan di bursa efek Indonesia. Hal tersebut dikarenakan TRAM telah disuspensi semenjak Januari 2020, sehingga untuk sementara saham tidak diperdagangkan dulu di bursa efek.

Penyebab TRAM terkena suspensi berkaitan dengan kasus yang menimpa emiten, yakni PT. Trada Alam Minera Tbk. Pasalnya, salah satu komisaris utamanya yakni Heru Hidayat, menjadi tersangka dalam kasus yang berkaitan dengan bangkrutnya PT. Jiwasraya.

BEI kemudian memutuskan untuk memberlakukan suspensi bagi saham TRAM yang berakibat saham TRAM tidak diperdagangkan di BEI, setelah Heru Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di kejaksaan agung.

Masa suspensi tersebut aktif mulai tanggal 23 Januari 2020 dan masih berlangsung hingga saat ini (18/4/20). Masih belum ada kepastian kapan saham TRAM akan diperjualbelikan kembali.

Suspensi dan Bentuk-Bentuk Sanksi BEI Lainnya

Menghilangnya saham TRAM hari ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, saham TRAM telah beberapa kali disuspensi. Pada 6 Juni 2014, BEI pernah menghentikan perdagangan saham TRAM dikarenakan kabar adanya penyelundupan minyak oleh kapal milik PT. Trada Maritime (nama PT. Trada Alam Minera sebelumnya) tersebut.

Suspensi adalah sanksi dengan cara pemberhentian sementara penjualan di bursa saham. Jenis sanksi yang dijatuhkan BEI pada emiten beragam. Secara berurutan dari yang paling ringan hingga paling berat adalah sebagai berikut:

  1. Menjatuhkan denda kepada emiten hingga Rp 500 juta
  2. Memberikan teguran resmi atau tertulis kepada emiten terkait kesalahan yang dilakukannya.
  3. Untuk kasus yang lebih berat, maka BEI akan memberikan peringatan tertulis kepada emiten.
  4. Tingkat berikutnya dari pemberian peringatan tertulis adalah pemberian sanksi suspensi, yakni pelarangan sementara emiten memperdagangkan saham di bursa efek.
  5. Terakhir dan merupakan sanksi paling berat adalah berupa delisting, atau pencabutan keanggotaan emiten dari bursa. Hal ini berarti bahwa emiten secara permanen tidak akan bisa lagi memperdagangkan sahamnya di bursa efek.

Sanksi tersebut akan diberikan oleh pihak BEI selaku otoritas bursa efek. Tentunya sanksi baru akan diterapkan setelah dilakukan evaluasi serta mendengarkan pembelaan emiten.

Namun demikian, tidak semua emiten delisting karena dikenakan sanksi. Karena, ada juga perusahaan yang sukarela delisting dari bursa saham atas pertimbangannya sendiri.

PT. Aqua Golden Mississippi emiten saham AQUA termasuk salah satu perusahaan yang melakukan delisting secara sukarela pada tanggal 1 April 2011. Pada saat itu, delisting yang dilakukan AQUA dari bursa saham bukan dikarenakan adanya sanksi, melainkan atas keputusan internal perusahaan yang ingin menjadi perusahaan tertutup. Hal ini dikarenakan AQUA merasa telah sanggup mendanai operasional perusahaan secara mandiri.

Bentuk Pelanggaran yang Dapat Menyebabkan Pemberian Sanksi pada Emiten     

Ada berbagai pelanggaran yang dianggap menyalahi aturan sehingga menyebabkan emiten mendapatkan sanksi. Beberapa diantaranya adalah:

Adanya Aktivitas Perdagangan yang Tidak Biasa (Unusual Market Activity/UMA)

Harga saham yang naik atau turun secara tajam dalam seminggu, akan mendapat perhatian khusus. JIka mencurigakan, BEI akan memberikan suspensi untuk melakukan penyelidikan. Jika tidak ditemukan kejanggalan, atau bukti aktivitas yang direkayasa, maka saham dapat kembali diperdagangkan.

Terlambat atau Tidak Menyampaikan dan Mempublikasikan Laporan Keuangan

Emiten wajib menyampaikan dan mempublikasikan laporan keuangan interim atau tahunan, sesuai aturan pasar modal. Jika pada jangka waktu yang telah ditentukan emiten belum menyampaikan dan mempublikasikan laporan keuangan, BEI akan menjatuhkan sanksi mulai dari Peringatan Tertulis hingga denda.

Laporan Keuangan yang Tidak Akurat

Adanya pencatatan keuangan yang salah, bisa jadi menyesatkan calon investor. Pencatatan keuangan yang salah atau tidak akurat, akan mendapatkan sanksi dari BEI.

Salah satu contohnya adalah sanksi berupa peringatan tertulis dan denda Rp 250 juta pada BNI sekuritas pada 6 Agustus 2019. Emiten tersebut memberikan Laporan Modal Kerja Disesuaikan Bersih (LMKDB) yang tidak akurat.

Adanya Perbedaan Pengumuman Tentang Tindakan Perusahaan Dengan Fakta Kejadian

Perbedaan pengumuman yang emiten lakukan dengan kejadian sesungguhnya juga dianggap melanggar aturan bursa saham. Hal ini termasuk dalam tindakan mencurigakan dan harus diselidiki motif serta dilakukan verifikasi.

Gagal Membayar Utang

Perusahaan yang gagal membayar utang juga dapat dikenai sanksi oleh BEI seperti suspensi sementara. Hal ini pernah menimpa saham TRAM pada bulan November 2014 sebelum saham TRAM hari ini terkena suspensi sejak Januari 2020.

Penyalahgunaan Dana Yang Didapatkan Dari IPO

IPO atau Initial Public Offering adalah harga tawaran pertama pada saat emiten mulai go public atau menjual sahamnya di bursa efek. Alasan Go Public perusahaan adalah untuk menggalang modal operasional perusahaan. Namun, apabila diketahui dana yang diperoleh dari investor ternyata disalahgunakan, maka bursa efek akan menjatuhkan sanksi pada emiten.

Saham Gorengan (Insider Trading)

Saham gorengan adalah saham-saham yang sebenarnya berfundamental jelek, namun dipoles atau direkayasa oleh sebagian pihak (broker) agar terlihat bagus. Saham jenis ini sangat berpotensi merugikan investor. Khususnya bagi mereka yang awam terhadap saham.

Kenaikan atau penurunan pada harga saham gorengan, bukan hal alami dan merupakan rekayasa pihak dalam. Saham gorengan cenderung tidak stabil, dimana hari ini naik tinggi dan besok harganya langsung terperosok.

Itulah beberapa alasan kenapa emiten dapat dijatuhi sanksi oleh BEI. Terlambat mengirimkan laporan keuangan adalah pelanggaran yang paling sering terjadi.

Tidak jarang, alasan yang berkaitan dengan skandal atau pelanggaran hukum juga terjadi. Seperti saham TRAM hari ini yang tengah mengalami suspensi karena kabar terseretnya emiten dalam pusaran skandal bangkrutnya PT. Jiwasraya.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait