Saham

Keuntungan Saham per Bulan Bisa Diprediksi? Ini Jawabannya

keuntungan saham per bulan

Ajaib.co.id – Sejatinya, seorang investor membeli saham dari perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Lalu, apakah keuntungan saham per bulan bisa diprediksi dari waktu ke waktu? Untuk mengetahuinya, simak jawaban di bawah ini.

Dalam praktik jual beli saham atau trading saham di pasar modal, keuntungan adalah tujuan utama yang didamba-dambakan investor. Apalagi, jika ada jaminan jika modal awal yang mereka keluarkan bisa berlipat ganda menjadi keuntungan saham per bulan.

Patut kamu ketahui, untung saham memang cukup tinggi jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Namun, berbanding lurus dengan keuntungannya, risiko kerugiannya juga cukup tinggi dibanding instrumen lainnya. Jika kamu ingin terus menerus menggaet keuntungan, belajar sahamnya harus benar-benar telaten agar bisa meminimalisir risiko.

Dengan belajar saham, kamu juga bisa lebih mengetahui tindakan apa yang harus kamu lakukan ketika melihat pergerakan saham. Karena, belajar saham ini juga bisa melatih kemampuan kamu menganalisis emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mana yang bisa mendapatkan keuntungan.

Lalu, apakah belajar saham bisa membuat keuntungan saham per bulan bisa diprediksi? Belum tentu. Untuk mengetahui alasannya, kamu harus tahu dulu bagaimana tingkat pengembalian atau return di dalam investasi saham.

Tingkat Pengembalian (Return)

Return di dalam investasi adalah apa yang diharapkan oleh investor setelah menanamkan modalnya. Pasalnya, return ini yang membuat investor saham bisa mendapatkan keuntungan ketika berinvestasi saham.

Return di dalam investasi saham bisa berasal dari dua hal tingkat pengembalian, yakni:

  • Capital gain: Salah satu return ini adalah keuntungan yang kamu dapatkan ketika kamu menjual di harga saham yang lebih tinggi ketika kamu membeli saham itu sebelumnya. Contohnya, ketika kamu membeli satu lot saham seharga Rp1 juta, lalu menjualnya saat harga saham naik menjadi Rp1,5 juta per satu lotnya.
  • Dividen: Dividen adalah keuntungan dari perusahaan yang dibagikan kepada investor-investornya sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pembagian dividen ini sangat dipengaruhi dengan kesehatan finansial perusahaan pada periode itu.

Dengan mengetahui cara mendapatkan return tersebut, apakah berarti sudah bisa mengetahui berapa estimasi keuntungan saham per bulan? Belum bisa. Karena, tingkat return ini memang sulit diukur karena pergerakan naik turunnya harga saham sulit untuk diprediksi secara generik.

Jika menarik data historis pada tahun 1982 hingga 2019, kenaikan IHSG ada di angka 12% per tahunnya, atau naik 1% tiap bulannya. Namun, lagi-lagi, data ini tidak bisa dijadikan jaminan absolut bahwa harga saham akan terus konsisten naik.

Semuanya bergantung bagaimana kejelian kamu dalam memilih saham di dalam pasar saham. Jadi, memang keuntungan saham per bulan tidak bisa diprediksi? Jawabannya, hampir tidak bisa.

Namun, hal tersebut bisa diakali dengan melakukan diversifikasi. Jika modal kamu memungkinkan, kamu bisa membeli produk yang ada di IDX30 ataupun LQ45. Sekurang-kurangnya, kamu harus membeli saham 30 hingga perusahaan paling likuid yang ada di Indonesia.

Dari sana, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang jika dirata-ratakan memiliki nilai return 12% tahun atau keuntungan saham per bulan 1%.

Alasan Investasi Saham Sulit Diprediksi

Seperti yang disinggung sebelumnya, investasi saham adalah jenis investasi “high risk high return”. Yang mana, istilah ini menggambarkan jika investasi saham memiliki risiko yang tinggi, tetapi keuntungan yang cukup tinggi pula.

Misal kamu berinvestasi saham Rp10 juta. Ketika kamu sedang untung, bukan tidak mungkin dalam bulan berikutnya kamu mendapatkan keuntungan hingga 10%, yakni Rp 1 juta. Namun, kemungkinan tersebut juga diikuti dengan potensi hingga 10% atau kamu bisa rugi sehingga Rp1 juta per bulannya.

Hal inilah yang membuat investasi saham sulit diprediksi karena harga saham kerap kali naik dan turun bahkan dalam jangka waktu yang pendek. Di pasar saham, kamu akan sering melihat tiba-tiba harga saham perusahaan ternama merugi karena suatu hal atau malah saham lapisan kedua tiba-tiba menjadi saham paling potensial.

Jika dijabarkan, ada beberapa hal yang memang mempengaruhi naik turunnya harga saham sehingga sulit untuk diprediksi, yakni:

Kebijakan Pemerintah

Seringkali, kebijakan pemerintah bisa mempengaruhi harga saham. Contohnya saja seperti apa yang sedang terjadi di masa pandemi ini. Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah bisa berdampak langsung dengan perekonomian, bukan hanya perekonomian negara, tetapi juga perusahaan yang menjual saham mereka.

Kebijakan pemerintah ini memiliki andil yang cukup besar dalam mempengaruhi naik turunnya harga saham. Bahkan, bilamana kebijakan tersebut masih sebatas wacana pun, fluktuasi harga di pasar saham bisa menjadi sangat tinggi.

Aksi Perusahaan

Memandang kebijakan pemerintah sebagai faktor eksternal, maka aksi perusahaan adalah faktor internal mengapa harga saham bisa naik ataupun turun. Aksi perusahaan ini sepenuhnya merupakan keputusan dari perusahaan dan bisa dikontrol oleh perusahaan, oleh karena itu, perusahaan harus berhati-hati dalam mengambil aksi perusahaan.

Sering sekali, aksi perusahaan membuat harga saham menguat atau melemah. Aksi perusahaan ini ada banyak, misalnya melakukan joint venture, merger, divestasi, pembagian dividen, hingga right issue. Dari aksi perusahaan tersebut, investor akan menilai bagaimana masa depan perusahaan tersebut paska mengambil aksi. Jika memang aksi tersebut dipercaya baik oleh investor, harga saham bisa menguat karena aksi tersebut.

Nilai Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah ternyata bisa menjadi penyebab utama naik turunnya harga saham, terutama untuk perusahaan yang bisnisnya memang terikat dengan mata uang asing. Biasanya, perusahaan di bidang impor akan terdampak begitu besar jika adanya perubahan nilai tukar rupiah.

Karena, perhitungan keuntungan dan beban utang mereka memang memakai mata uang asing. Yang mana, untuk biaya operasional akan meningkat tajam, sedangkan harga saham malah makin anjlok.

Itulah pembahasan seputar keuntungan saham per bulan. Meskipun sulit, jika dibekali dengan kemampuan analisis fundamental dan teknikal yang mumpuni, serta pengetahuan makroekonomi dan mikroekonomi, kamu bisa memprediksinya. Jadi jangan takut berinvestasi di pasar modal ya!

Artikel Terkait