Perencanaan Keuangan

Keuangan Sehat Sejak Dini Bisa Diraih dengan Cara Ini

keuangan sehat

Ajaib.co.id – Memiiki keuangan sehat adalah target dari semua orang. Namun, hanya beberapa orang saja yang bisa mendapatkan hal tersebut. Oleh karenanya, redaksi Ajaib akan membagikan bagaimana caranya mencitapakan keuangan sehat sedari dini. Yuk simak ulasan berikut ini.

Apakah kamu terjebak dalam siklus utang, dengan penghasilan yang terlalu sedikit untuk mempertahankan gaya hidup yang kamu inginkan? atau hanya ingin mulai menabung untuk tujuan keuangan utama seperti membeli rumah atau berinvestasi?

Mungkin kamu perlu bantuan untuk mencapai target tersebut. Istilah keuangan sehat pasti mengacu pada bagaimana cara kamu mengelola uang dan merencanakan masa depan kamu dengan rapi.

Semua keputusan yang kamu ambil terhadap keuangan kamu berpengaruh pada kesehatan keuangan kamu, semakin kamu terbiasa untuk mengontrol pengeluaran dan pemasukan keuangan kamu, semakin mudah kamu mencapai keuangan sehat.

Kita sering menemukan aturan praktis tertentu, seperti “jangan membeli rumah yang harganya lebih dari dua setengah tahun dari penghasilan kamu” atau “kamu harus selalu menabung setidaknya 10% dari penghasilan kamu untuk pensiun mendatang.” tampaknya sangat realistis sekali, bukan?

Keuangan yang sehat mungkin tampak mustahil untuk dicapai pada tahap awal bisnis kamu, apabila kamu ingin memulai bisnis. Dimulai dari menemukan modal untuk meluncurkan perusahaan kamu, lalu mengikuti pengeluaran rutin, kamu beruntung apabila menemukan diri kamu berjuang untuk tetap bertahan. Di sini kami membahas empat aturan untuk dapat mencapai keuangan sehat yang kamu impikan.

Mengenal dan Kelola Gaya Hidup dengan Baik

Kebanyakan orang akan menghabiskan lebih banyak uang ketika mereka mengetahui bahwa mereka memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Ketika kamu maju dalam karir, dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi, cenderung ada peningkatan yang sesuai dalam pengeluaran kamu, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “inflasi gaya hidup.”

Meskipun kamu dapat membayar tagihan bulanan, inflasi gaya hidup dapat merusak kebiasaan tersebut dalam jangka panjang, karena setiap rupiah ekstra yang kamu belanjakan sekarang, berarti lebih sedikit nilai uang kemudian.

Ketika situasi profesional dan pribadi kamu berkembang dengan berjalannya waktu, beberapa peningkatan dalam pengeluaran adalah wajar.

Kamu mungkin perlu meningkatkan lemari pakaian kamu untuk berpakaian dengan tepat untuk posisi baru di kantor, atau seiring keluarga kamu tumbuh, kamu mungkin membutuhkan rumah dengan lebih banyak kamar tidur.

Dengan lebih banyak tanggung jawab di tempat kerja, kamu mungkin akan menemukan bahwa masuk akal untuk mempekerjakan seseorang untuk memotong rumput atau membersihkan rumah, karena meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama keluarga dan teman lebih meningkatkan kualitas hidup kamu.

Kenali Kebutuhan versus Keinginan

Kecuali jika kamu memiliki jumlah uang yang tidak terbatas, sebaiknya kamu perhatikan perbedaan antara “kebutuhan” dan “keinginan”, sehingga kamu dapat membuat pilihan pengeluaran yang lebih baik.

Kebutuhan adalah hal-hal yang harus kamu miliki untuk bertahan hidup: makanan, tempat tinggal, perawatan kesehatan, transportasi, sejumlah pakaian yang masuk akal (banyak orang memasukkan tabungan sebagai kebutuhan, apakah itu 10% dari pendapatan mereka atau apa pun yang mereka mampu untuk sisihkan setiap bulan).

Sebaliknya, keinginan adalah hal-hal yang ingin kamu miliki tetapi tidak diperlukan untuk bertahan hidup. Kebutuhan kamu harus mendapatkan prioritas utama dalam anggaran pribadi kamu. Hanya setelah kebutuhan kamu terpenuhi, kamu harus mengalokasikan pendapatan diskresi untuk keinginan.

Jika kamu memiliki sisa uang setiap minggu atau setiap bulan setelah membayar untuk hal-hal yang benar-benar kamu butuhkan, kamu tidak harus menghabiskan semuanya, lho!

Mulai Menabung Sejak Dini

Sering dikatakan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai menabung untuk masa pensiun. Itu mungkin benar (secara teknis), tetapi semakin cepat kamu memulai, semakin baik kemungkinan keuangan sehat kamu miliki di masa pensiun mendatang. Ini karena kekuatan penggabungan — apa yang disebut Albert Einstein sebagai “keajaiban dunia kedelapan.”

Penggabungan melibatkan reinvestasi pendapatan, dan ini merupakan metode paling berhasil seiring berjalannya waktu. Semakin lama penghasilan diinvestasikan kembali, semakin besar nilai investasi, dan semakin besar pendapatan (secara hipotesis).

Maka, semakin cepat kamu memulai, semakin mudah untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang kamu. kamu perlu menabung lebih sedikit setiap bulan, dan berkontribusi lebih sedikit secara keseluruhan, untuk mencapai tujuan keuangan sehat di masa depan.

Bangun dan Pertahankan Dana Darurat

Dana darurat sesuai dengan namanya: uang yang telah disisihkan untuk keperluan darurat. Dana ini dimaksudkan untuk membantu kamu membayar hal-hal yang biasanya tidak termasuk dalam anggaran pribadi kamu: biaya tak terduga seperti perbaikan mobil atau panggilan darurat ke dokter gigi.

Ini juga dapat membantu kamu membayar pengeluaran rutin kamu jika penghasilan kamu terganggu; misalnya, jika suatu penyakit atau cedera menghalangi kamu dari bekerja atau jika kamu kehilangan pekerjaanmu.

Meskipun pedoman yang biasa kamu ketahui adalah untuk menghemat biaya hidup selama tiga hingga enam bulan dengan dana darurat, kenyataan yang tidak menguntungkan adalah bahwa jumlah ini akan jauh dari apa yang dibutuhkan banyak orang untuk menutupi pengeluaran besar atau menghadapi hilangnya pendapatan.

Dalam lingkungan ekonomi yang tidak pasti saat ini, kebanyakan orang harus menghemat setidaknya enam bulan biaya hidup — lebih jika mungkin. Menempatkan ini sebagai item pengeluaran rutin dalam anggaran pribadi kamu adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa kamu menabung untuk keadaan darurat dan tidak menghabiskan uang itu dengan sembrono.

Perlu diingat bahwa membuat cadangan darurat adalah misi yang berkelanjutan. Kemungkinannya adalah segera setelah didanai, kamu akan membutuhkannya untuk sesuatu. Alih-alih kecewa tentang hal ini, bersyukurlah bahwa kamu sudah memiliki keuangan sehat dan mulai proses membangun dana lagi.

Artikel Terkait