Saham

Kenali Saham BRIS dan Tips Bermain Saham untuk Pemula

Kenali Saham BRIS dan Tips Bermain Saham untuk Pemula

Ajaib.co.id – Saham BRIS dari PT Bank BRI Syariah Tbk merupakan salah satu yang bisa kamu pilih jika ingin berinvestasi syariah di pasar modal. Bukan saja perdagangan sahamnya dijamin sesuai prinsip Islam, namun emiten ini juga terbukti memiliki kinerja yang cukup menjanjikan selama ini.

Kinerja saham PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS) yang moncer dibuktikan dengan statusnya sebagai top gainers di perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan pekan pertama Juli 2020. Berdasarkan data BEI, harga saham BRIS melompat 12,12% ke level Rp 444/saham pada 7 Juli 2020.

Kinerja fantastis ini terus bertahan sampai perdagangan 10 Juli 2020. Data BEI menunjukkan, selama lima sesi perdagangan, saham BRIS diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 192.333 kali. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,24 miliar lembar dan nilai transaksi saham BRIS mencapai Rp1,45 triliun. 

Kinerja saham BRIS yang moncer turut mengantarkan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ini ke dalam daftar saham paling menguntungkan untuk dimiliki. Harga saham BRIS tercatat naik 49 persen sepanjang pekan awal Juli. Jika ditarik dari sebulan sebelumnya, harga kinerja emiten PT BRI Syariah Tbk (BRIS) sudah naik hampir 60 persen sedangkan dalam periode tahun berjalan, kenaikan mencapai 43,64 persen.

Adapun, pada pekan yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyentuh level 5.000. Sepanjang pekan, IHSG bergerak di kisaran 4.987 s.d 5.076. Secara kumulatif IHSG ditutup menguat 1,16 persen.

Kenaikan Saham BRIS ini bukannya tanpa alasan. Emiten ini merasakan sentimen positif akan rencana Menteri BUMN Erick Thohir melakukan merger bank syariah milik BUMN. Erick mengatakan rencana merger bank syariah milik BUMN diharapkan rampung pada Februari 2021.

Penggabungan bank syariah ini ditujukan untuk membuka opsi-opsi pendanaan yang lebih luas di dalam negeri. Penggabungan ini akan dilakukan rencananya pada kuartal pertama 2021. Nantinya merger ini akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan total aset sebesar Rp 207 triliun dan bisa menjadi bank terbesar nomor delapan di Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini ada tiga bank umum syariah yang merupakan anak usaha BUMN. Ketiga bank itu adalah, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. Diperkirakan BRIS akan menjadi entitas baru dari gabungan bank syariah ini karena merupakan satu-satunya perbankan syariah pelat merah yang melantai di BEI. Jika skenario ini terjadi maka total kepemilikan publik akan terdilusi, sebagai catatan total kepemilikan saham publik di BRIS saat ini sebesar 18,33%.

Selain itu, kenaikan harga saham BRIS karena adanya rencana penambaha modal untuk usaha berupa suntikan kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah. Adapun, BRIS akan mendapatkan tambahan kuota KUR sebesar Rp1,5 triliun untuk tahun ini.

Hingga bulan Juni 2020, BRI Syariah telah menyalurkan Rp 2,8 triliun. Jumlah ini mencapai 94 persen dari target tahun 2020. Hingga saat ini sudah ada 11.821 pengusaha UMKM menerima KUR melalui BRIsyariah. Tahun ini BRI Syariah optimistis mempu menyalurkan KUR sampai dengan Rp 4,5 triliun kepada lebih dari 50.000 nasabah.

Berminat dengan Saham BRIS? Kenali Lebih Jauh Soal Peluang Emiten Syariah

Salah satu ‘kekurangan’ dari saham BRIS adalah tidak masuk ke indeks LQ45 ataupun IDX30. Kenapa 2 indeks ini penting? Indeks saham yang merupakan hak pregorafif Bursa Efek Indonesia adalah ukuran statistik dinamika harga dari kumpulan saham, yang tentunya dipilih berdasarkan kriteria tertentu.

Investasi saham di Indonesia sendiri mempuntai indeks saham sebanyak 22 buah. Jika kamu ingin berinvestasi, maka disarankan untuk memilih saham yang tergabung pada indeks LQ45 dan IDX30. Kenapa? Karena saham-saham di indeks ini memiliki likuiditas atau kemampuan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya, yang tinggi. Dengan bahasa sederhana, saham yang tergabung pada dua indeks di atas tergolong saham blue chip.

Meski demikian, bukan berarti saham di luar kategori itu tidak punya peluang menghasilkan cuan. Bahkan kamu bisa mengambil kesempatan menikmati keuntungan seiring dengan perkembangan perusahaan tersebut. Saham BRIS sendiri diprediksi masih bisa berkembang lebih jauh khususnya dengan potensi perbankan syariah di Indonesia.

Adapun, porsi pangsa pasar keuangan Syariah di Indonesia mencapai 8,7 persen dibandingkan total aset keuangan nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menaikkan market share keuangan syariah sampai 20 persen di tahun 2024, setelah sebelumnya hanya sampai di angka 8 persen di 2019.

Hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk industri syariah karena statusnya sebagai negara dengan muslim terbanyak di dunia. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan per Juli 2019, menyebutkan total aset keuangan syariah (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp1.359 triliun atau tumbuh sekitar 4 persen dari Desember 2018.

Pada tahun 2019, Indonesia juga diakui sebagai negara dengan pasar keuangan syariah terbaik dunia. Hal ini berdasarkan laporan tahunan perbankan dan keuangan syariah global atau Global Islamic Finance Report 2019 sehingga membuat Indonesia mengungguli Malaysia yang sebelumnya selalu menduduki peringkat teratas sejak 2011.

Kalau sudah yakin ingin membeli saham BRIS maka sebaiknya ada sejumlah hal yang harus kamu pertimbangkan, apa saja itu?

Pilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi Rendah

Untuk membeli atau menjual saham BRIS, kamu membutuhkan rekening dana nasabah atau RDN yang difasilitasi oleh perusahaan sekuritas. Seorang investor pemula yang memiliki RDN baru bisa bertransaksi jika melakukan top-up ke RDN tersebut. Nah, uang yang telah di-top-up inilah yang menjadi modal untuk membeli atau menjual saham, salah satunya saham BRIS.

Setiap transaksi yang kamu lakukan, baik iu membeli atau menjual akan dikenakan biaya transaksi oleh perusahaan sekuritas yang menaungi RDN. Jumlah biaya transaksi biasanya di bawah 1%, dan kamu hanya perlu memilih mana perusahaan sekuritas yang biaya transaksinya paling kecil atau sesuai dengan kemampuan finansial yang kamu miliki.

Pahami Kapasitas

Tahapan selanjutnya setelah kamu memilih sekuritas dengan biaya yang kecil untuk bertransaksi saham BRIS atau saham lainnya, tugas selanjutnya adalah top up atau transfer dana ke rekening dana nasabah yang kamu miliki. Pertanyaan yang sering terlintas investor pemula biasanya adalah berapa banyak uang yang harus ditop-up? Semuanya sangat relatif, karena ada lembar saham yang dijual Rp50 per lembar.

Di dalam investasi saham, kamu akan menemukan istilah lot atau akumulasi dari 100 lembar saham. Jadi, jika kamu ingin membeli lembar saham seharga Rp50, maka kamu tinggal mengalikannya sebanyak 100 kali.

Hal yang perlu kamu pahami ketika membeli saham adalah faktor risiko. Ketika membeli harga saham per lembar Rp50, maka kamu tentunya akan mendapatkan keuntungan yang signifikan. Sebaliknya, jika kamu membeli saham yang harga per lembarnya mahal, maka keuntungan yang kamu dapatkan tentunya akan besar.

Maka bagi investor pemula, penting untuk memahami kapasitas kamu dalam menerima risiko investasi saham, serta keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Memahami kebutuhan ini maka Ajaib hadir sebagai solusi untuk transaksi saham yang aman, mudah dan menguntungkan.

Aplikasi Ajaib dilengkapi dengan berbagai fitur yang membantu investor pemula untuk melakukan pembelian. Mulai dari ketersedian para ahli untuk berkonsultasi, analisis data sampai dengan informasi terbaru akan pergerakan pasar saham.

Untuk memahami lebih lanjut tentang saham seperti saham BRIS atau investasi lainnya, sering-sering kunjungi blog Ajaib, ya!

Artikel Terkait