Kenali Saham BRIS dan Tips Bermain Saham untuk Pemula

Kenali Saham BRIS dan Tips Bermain Saham untuk Pemula
Kenali Saham BRIS dan Tips Bermain Saham untuk Pemula

Saham BRIS dari Bank BNI Syariah mengalami penurunan pada pagi 20 Agustus 2019, namun kembali stabil pada siang hari. Harga saham yang naik-turun, seperti yang terjadi dengan saham BRIS, adalah satu dari sekian faktor yang harus dilatih, termasuk oleh investor pemula.

Namun, kepekaan terhadap saham dan jeli dalam melihat peluang bukan satu-satunya modal yang harus diperhatikan oleh investor pemula, tapi masih banyak hal lainnya. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan oleh investor pemula dalam berinvestasi.

Pilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi Rendah

Untuk membeli atau menjual saham BRIS, Anda membutuhkan rekening dana nasabah atau RDN yang difasilitasi oleh perusahaan sekuritas. Seorang investor pemula yang memiliki RDN baru bisa bertransaksi jika melakukan top-up ke RDN tersebut. Nah, uang yang telah di-top-up inilah yang menjadi modal untuk membeli atau menjual saham, salah satunya adalah Saham BRIS.

Setiap transaksi yang kamu lakukan, baik iu membeli atau menjual akan dikenakan biaya transaksi oleh perusahaan sekuritas yang menaungi RDN. Jumlah biaya transaksi biasanya di bawah 1%, dan kamu hanya perlu memilih mana perusahaan sekuritas yang biaya transaksinya paling kecil atau sesuai dengan kemampuan finansial yang kamu miliki.

Pahami Kapasitas

Tahapan selanjutnya setelah kamu memilih sekuritas dengan biaya yang kecil untuk bertransaksi saham BRIS atau saham lainnya, tugas selanjutnya adalah top up atau transfer dana ke rekening dana nasabah yang kamu miliki. Pertanyaan yang sering terlintas investor pemula biasanya adalah berapa banyak uang yang harus ditop-up? Semuanya sangat relatif, karena ada lembar saham yang dijual Rp50 per lembar.

Di dalam investasi saham, kamu akan menemukan istilah lot atau akumulasi dari 100 lembar saham. Jadi, jika kamu ingin membeli lembar saham seharga Rp50, maka kamu tinggal mengalikannya sebanyak 100 kali.

Hal yang perlu kamu pahami ketika membeli saham adalah faktor risiko. Ketika membeli harga saham per lembar Rp50, maka kamu tentunya akan mendapatkan keuntungan yang signifikan. Sebaliknya, jika kamu membeli saham yang harga per lembarnya mahal, maka keuntungan yang kamu dapatkan tentunya akan besar. Maka bagi investor pemula, penting untuk memahami kapasitas kamu dalam menerima risiko investasi saham, serta keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Indeks LQ45 atau IDX30

Salah satu ‘kekurangan’ dari saham BRIS adalah tidak masuk ke indeks LQ45 ataupun IDX30. Kenapa 2 indeks ini penting? Indeks saham yang merupakan hak pregorafif Bursa Efek Indonesia adalah ukuran statistik dinamika harga dari kumpulan saham, yang tentunya dipilih berdasarkan kriteria tertentu.

Investasi saham di Indonesia sendiri mempuntai indeks saham sebanyak 22 buah. Jika kamu ingin berinvestasi, maka disarankan untuk memilih saham yang tergabung pada indeks LQ45 dan IDX30. Kenapa? Karena saham-saham di indeks ini memiliki likuiditas atau kemampuan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya, yang tinggi. Dengan bahasa sederhana, saham yang tergabung pada dua indeks di atas tergolong saham blue chip.

Untuk memahami lebih lanjut tentang saham seperti saham BRIS atau investasi lainnya, sering-sering kunjungi blog Ajaib, ya!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait