Investasi

4 Instrumen Investasi yang Tepat Saat Resesi

instrumen investasi saat resesi ekonomi

ajaib.co.id – Berinvestasi merupakan pilihan bijak dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup kita di masa depan. Dalam memilih instrumen investasi yang tepat, kita harus selektif dalam memilih jenis investasi karena selain mendatangkan profit juga terkandung risiko di dalamnya. Terlebih kondisi ekonomi global saat ini dipenuhi dengan ketidakpastian.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan investasi pada instrumen yang aman dan memiliki risiko kerugian yang minim. Seperti kita ketahui, ekonomi global saat ini sedang tidak stabil imbas Covid-19 maupun ketegangan geopolitik di Eropa Timur. Alhasil resesi pun menghantui banyak negara di belahan penjuru bumi.

Supaya imbal hasil investasi yang kamu miliki tetap menghasilkan imbal hasil yang baik meskipun “hantu” resesi global membayangi, sekali lagi kamu harus selektif dan penuh pertimbangan dalam berinvestasi.

Apa Itu Resesi?

Resesi dalam dunia ekonomi secara sederhana diartikan sebagai suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara mengalami penurunan atau minus yang dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) riil selama dua (2) kuartal berturut-turut seperti terlihat pada grafik ekonomi Amerika Serikat di atas.

PDB sendiri menurut Badan Pusat Statistik (BPS) ialah, jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).

Dampak dari Resesi 

Salah satu yang menyebabkan banyak negara masuk ke jurang resesi tahun 2011 lalu ialah dampak dari Covid-19. Hal ini mengakibatkan aktivitas ekonomi terganggu dan berakibat pada pelemahan daya beli serta perlambatan ekonomi.

Adapun dampak dari resesi ekonomi yang dialami suatu negara itu apa saja sih?

1.  Perlambatan ekonomi akan membuat sektor riil menahan kapasitas produksinya sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan sering terjadi bahkan beberapa perusahaan mungkin menutup dan tidak lagi beroperasi.

2.  Kinerja instrumen investasi akan mengalami penurunan sehingga investor cenderung menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman.

3.  Ekonomi yang semakin sulit pasti berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat karena mereka akan lebih selektif menggunakan uangnya dengan fokus pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu.

Baca juga: Krisis Ekonomi dan Resesi Ekonomi, Beda atau Sama?

Mempersiapkan Kondisi Keuangan untuk Meminimalisir Dampak dari Kemungkinan Resesi Ekonomi

Ketika perekonomian berjalan sebagaimana tidak semestinya, kita harus mempersiapkan kondisi keuangan kita seoptimal mungkin agar dapat meminimalisir dampak dari kemungkinan resesi ekonomi tersebut.

Beberapa hal yang perlu dicermati ketika resesi yakni:

  1. Buat perencanaan keuangan, masih ingat rumus 10-20-30-40? Pastikan 20% dari dana yang kalian gunakan untuk investasi dialokasikan untuk dana darurat pada instrumen yang sangat likuid dan disiplin mempersiapkannya. Semakin besar proporsinya maka akan semakin siap kalian dalam memenuhi kebutuhan di tengah kondisi resesi ekonomi.
  2. Mulailah untuk mengurangi dan tidak menambah beban-beban pengeluaran seperti utang, jika memungkinkan maka segera lunasi atau jika dirasa masih sangat berat maka segera negosiasikan ajukan ke lembaga jasa keuangannya untuk restrukturisasi.
  3. Atur kembali portofolio investasimu, jika kondisi pasar global sudah mulai menurun maka segeralah atur ulang portofolio investasimu kedalam bentuk yang lebih aman seperti reksa dana pasar uang.
  4. Hiduplah dengan sewajarnya dan nggak perlu panik! Tetap lakukan konsumsi seperti biasa karena ini bisa membantu ekonomi nasional kita tetap tumbuh.
  5. Cermati perkembangan kondisi ekonomi terbaru dan mulailah memanfaatkan peluang di sekitarmu yang dapat bernilai ekonomi. Seperti kata kata ilmuwan Albert Einstein “in the midst of every crisis, lies great opportunity”.

Baca juga: Pengertian Portofolio Investasi dan Penyesuaiannya

Instrumen Investasi yang Tepat Saat Resesi Datang

1. Saham

Saham bisa menjadi tetap menarik meski keadaan resesi jika kamu dapat memilih saham yang tepat.

Sebaiknya pilihlah emiten dengan fundamental yang kuat. Perhatikan laporan keuangannya, terutama pos laba rugi dan kewajiban jangka panjang perusahaan.

Lalu pilihlah sektor yang tidak terkena dampak langsung Covid-19. Seperti saham-saham tahan bating yakni emiten mie instan, telekomunikasi, transportasi, dan lain sebagainya.

2. Reksa Dana

Reksa Dana bisa dibilang sebagai investasi yang komplit. Sebab, reksa dana menawarkan berbagai instrumen investasi dari yang berisiko rendah hingga tinggi dan dari instrumen yang cocok untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

Ada reksa dana pasar uang yang memiliki risiko minim dan cocok untuk investasi di bawah 1 tahun. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap atau obligasi yang cocok untuk investasi 1-3 tahun. Reksa dana campuran yang cocok buat yang suka risiko sedang. Reksa dana ini bisa diinvestasikan untuk 3-5 tahun. Jika ingin lebih berisiko, bisa pilih reksa dana saham yang cocok untuk investasi jangka panjang atau di atas 5 tahun.

3. Deposito

Deposito bisa mengamankan dana kita dalam tenor tertentu untuk meredam guncangan resesi yang membuat nilai uang tergerus. Biasanya di masa resesi suku bunga tinggi dan imbal hasilnya menjadi lebih tinggi.

4. Emas

Terakhir ialah emas karena dianggap dapat melindungi aset dari ketidakpastian ekonomi atau politik yang menyebabkan pasar lebih fluktuatif. Emas harganya cenderung stabil dan tidak terdepresiasi seperti nilai uang. Inilah alasan kenapa emas banyak dijadikan sebagai aset lindung nilai (hedging).

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait