Investasi, Reksa Dana

Pengertian Portofolio Investasi dan Penyesuaiannya

Ajaib.co.id – Dalam berinvestasi, banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari tujuan, modal hingga bentuk instrumen yang ingin digunakan. Lalu, bagaimana kita dapat menentukan cara untuk melakukan penilaian terhadap instrumen investasi yang dimiliki?

Caranya adalah dengan menggunakan portofolio investasi. portofolio investasi juga dapat digunakan terhadap seluruh instrumen investasi termasuk reksa dana. Bagaimana cara mengelola portofolio investasi dan penggunaannya dalam instrumen reksa dana? Yuk, simak artikel berikut ini:

Pengertian Portofolio Investasi

Portofolio Investasi adalah kumpulan instrumen investasi yang dimiliki oleh seseorang ataupun perusahaan. Secara sederhana, pengertian portofolio meliputi kumpulan aset investasi, bisa emas, reksa dana, properti, obligasi, saham, dan instrumen investasi lainnya. 

Dalam investasi, aspek portofolio tidak boleh dipandang sebelah mata karena portofolio dapat digunakan untuk melakukan diversifikasi terhadap instrumen investasi agar dapat menghasilkan return atau imbal hasilyang optimal dan meminimalisir risiko yang timbul.

Hal ini sesuai dengan nasihat dalam berinvestasi yang sering diucapkan oleh investor ulung dunia Warren Buffet yaitu jangan tidak menaruh banyak telur hanya dalam satu keranjang, karena apabila keranjangnya jatuh, maka tidak semua telur ikut pecah. 

Tujuan portofolio investasi adalah memberikan gambaran untuk melakukan diversifikasi risiko yang akan ditanggung dalam sebuah investasi, sehingga risiko kerugian dapat berkurang karena tidak menaruh semua uang hanya dalam satu instrumen investasi. 

Khusus untuk ini, kita hanya akan membahas instrumen investasi reksa dana karena merupakan jenis investasi yang terdiversifikasi cukup lengkap menyesuaikan dengan profil risiko investornya. 

Bila dilihat berdasarkan portofolio investasi, reksa dana dapat dibagi menjadi 4 jenis yaitu: 

1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)

Reksa dana jenis ini hanya melakukan investasi pada instrumen deposito dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksa dana pasar uang termasuk jenis investasi yang paling aman, karena memiliki risiko yang paling rendah. Cocok digunakan untuk investasi jangka pendek di bawah satu tahun. 

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)

Reksa dana ini melakukan investasi dengan alokasi uang paling banyak 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat utang atau obligasi dan sisanya ke instrumen deposito. Reksa dana jenis ini cocok untuk investasi jangka menengah yaitu untuk horizon jangka 3 sampai 10 tahun.

3. Reksa Dana Saham (Equity Funds)

Reksa dana ini mempunyai nilai return atau potensi imbal hasil paling tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Sesuai dengan imbal hasilnya yang tinggi, risikonya juga tinggi juga, ya.

Alokasi dalam instrumen ini mayoritas dibelikan saham sehingga jelas pergerakan harganya sangat fluktuatif mengikuti mekanisme pasar. Disarankan, jangka waktu investasi pada reksa dana saham sebaiknya dilakukan lebih dari lima tahun. 

4. Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds)

Sesuai dengan namanya, reksa dana jenis ini dialokasikan pada instrumen investasi saham dan obligasi. Persentasenya juga berbeda-beda dari masing-masing produk. Biasanya reksa dana ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keuangan jangka menengah atau untuk 3 sampai 10 tahun.

5. Reksa Dana Terstruktur

Ada bentuk reksa dana yang disusun dengan struktur tertentu, yaitu:

a. Reksa Dana Terproteksi (Capital Protected Fund)

Reksa dana ini mirip dengan deposito yaitu mempunyai masa jatuh tempo dan memberikan imbal hasil secara berkala.

Namun, yang membedakan adalah pengelolaan reksa dana ini dilakukan dengan menggunakan strategi investasi pengelolaan pasif, yaitu membeli obligasi dan memegangnya hingga jatuh tempo.

Bila penerbit obligasi membayar obligasinya, pemegang unit reksa dana terproteksi akan dapat menerima pokok investasinya.

b. Reksa Dana dengan Penjaminan (Capital Guaranteed Fund)

Reksa dana ini memberikan garansi atau jaminan dengan perusahaan asuransi. Reksa dana ini tergolong jarang karena mekanisme penjaminan dan imbal hasil yang didapatkan akan berkurang karena dipotong biaya premi asuransi tersebut.

c. Reksa Dana Indeks (Index Fund)

Alokasi dana reksa dana ini mengacu pada pembelian saham pada indeks tertentu. Indeks tersebut akan dijadikan penilaian kinerja reksa dana indeks, misalnya memilih indeks LQ45 yang berisi 45 saham-saham likuid, sehingga saham-saham yang dibeli manajer investasi dari reksa dana indeks tersebut adalah saham-saham anggota konstituen LQ45.

Strategi pengelolaan reksa dana indeks dilakukan dengan strategi pasif, hanya membeli saham lalu menyimpannya. 

Menyesuaikan Portofolio Investasi

Sebelum kamu menyesuaikan portofolio investasi ke dalam instrumen reksadana, kamu harus terlebih dahulu menentukan profil risiko yang sesuai dengan gaya investasimu. Hal ini bertujuan untuk menentukan jenis instrumen yang sesuai dalam melakukan investasi. Terdapat 3 jenis profil risiko yaitu 

a. Konservatif

Tipe profil risiko konservatif memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap risiko investasi yang terjadi artinya investor tidak suka memiliki investasi dengan risiko.

Profil konservatif sering dipilih oleh investor pemula karena investor pemula sering panik dan takut apabila kehilangan uang dari hasil investasinya.

Umumnya, investasi berisiko rendah juga memiliki return yang rendah juga. Contoh instrumen investasi yang sesuai dengan profil ini adalah reksa dana pasar uang. 

b. Moderat

Tipe golongan ini mempunyai tingkat toleransi menengah terhadap risiko investasi yang bisa terjadi. Orang-orang yang berada di golongan ini siap untuk menerima kerugian investasi artinya mampu bertanggung jawab atas keputusan sendiri.

Investor moderat biasanya mendiversifikasi investasinya ke berbagai instrumen investasi dengan risiko yang berbeda-beda. Contoh instrumen investasi yang sesuai dengan tipe ini adalah reksa dana pendapatan tetap. 

c. Agresif

Tipe yang biasanya memiliki prinsip high risk high return, mereka yang memiliki profil risiko moderat umumnya sudah mengerti akan investasi dan terbiasa akan fluktuasi harga di pasar modal dan pasar saham.

Tipe agresif melihat penurunan harga saham sebagai kesempatan baik untuk menambah portofolio. Tujuannya agar harga saham tersebut bisa naik lagi dalam jangka waktu tertentu, sehingga dia bisa mendulang keuntungan yang besar.

Tipe Agresif jarang digunakan untuk investasi jangka panjang dan memiliki investor harus modal yang dikhususkan untuk investasi. Instrumen investasi ini adalah reksa dana pasar saham, reksa dana indeks dan reksa dana terproteksi.

Nah, kamu sudah tahu bagaimana pentingnya portofolio investasi, kan? Dengan mendiversifikasi instrumen investasi, kamu bisa meminimalisir risiko kerugian. Selain itu, dengan memiliki beragam portofolio investasi kamu juga dapat menentukan bagaimana tipe karakter dalam berinvestasi.

Kamu juga dapat menggunakan aplikasi investasi Ajaib untuk melakukan diversifikasi untuk instrumen reksa dana kamu, lho.

Melalui aplikasi investasi ajaib, kamu dapat memiliki berbagai jenis portofolio jenis reksa dana terbaik di dalam negeri yang sesuai dengan profil risiko yang kamu inginkan. Yuk, tingkatkan keuntungan investasimu dengan menggunakan instrumen investasi reksa dana di aplikasi Ajaib!

Sumber: Kenali 3 Jenis Profil Risiko Investasi Sebelum Memulainya, Mengenal Portofolio dan Risiko Investasi, Mengenal Jenis-jenis Reksa Dana, Portofolio Investasi, dan Reksadana adalah, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait