Saham

Ini Bedanya Fraksi Harga Saham dan Harga Saham

Fraksi Harga Saham

Ajaib.co.id – Apakah kamu merupakan salah satu dari investor yang mempunyai investasi di pasar modal? Apabila benar, tentunya kamu sudah mahir membedakan antara fraksi harga saham dan harga saham.

Namun, jika kamu belum tahu perbedaan antara fraksi harga saham dan harga saham, mungkin kamu sudah seharusnya mulai mencoba mengetahui perbedaannya.

Menjadi seorang investor pasar modal memang tentunya tidak mudah seperti apa yang kamu bayangkan.

Selain modal besar yang dibutuhkan, seorang investor juga harus mempunyai kepercayaan dan juga keberanian untuk memperoleh keuntungan yang menjanjikan di pasar modal.

Para investor juga harus berani mengeluarkan investasi dalam jumlah yang tidak sedikit.

Selain soal kepercayaan, sebagai investor kamu juga harus mampu melakukan analisa pasar sehingga potensi cuan kamu akan lebih tinggi selain itu.

Dengan analisa yang baik, maka kamu berpotensi memperoleh keuntungan dari perubahan atau volatilitas fraksi harga saham ataupun harga saham.

Untuk lebih jelas mengenai fraksi harga, ada baiknya jika kamu mengetahui artinya. Ketika kamu ingin berinvestasi di pasar modal, kamu tentunya akan menyandang predikat investor baru dan menaati aturan yang ada di bursa saham.

Salah satu ketentuan dari Bursa Efek Indonesia adalah dengan diberlakukannya fraksi harga saham.

Untuk berinvestasi di pasar modal, seorang investor, baik investor lama maupun investor baru, harus menaati peraturan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia. Salah satu ketentuannya adalah dengan diberlakukannya fraksi harga.

Dalam perdagangan di pasar modal, ada dua jenis harga yang muncul saat malakukan transaksi.

Dua harga tersebut mencakup harga bid, yang mana harga ini dapat diartikan sebagai harga permintaan pasar atau harga permintaan pasar. Selanjutnya adalah harga offer atau yang dikenal dengan harga penawaran pasar. 

Dalam praktiknya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunyai peraturan baru yang terkait dengan jumlah dari penawaran harga atau offer dan juga permintaan harga atau harga bid sebuah saham.

Jumlah kelipatan dari harga tersebut juga dapat dikatakan sebagai sebuah fraksi harga.

Dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia, fraksi harga saham juga dapat ditafsirkan sebagai perubahan harga saham dalam aktivitas tawar menawar di pasar reguler.

Misalkan saja, perusahaan ABCD memiliki harga saham Rp300 per lembar saham.

Untuk menjual saham tersebut ke pasar, tentunya kenaikan harga tidak bisa dilakukan dengan sesuka hati dan wajib menaati aturan yang berlaku. Inilah yang kemudian bisa disebut dengan fraksi harga.

Kemudian, dalam peraturan terkait dengan fraksi harga atau jenjang kenaikan harga tentunya sudah diatur oleh BEI.

Saham dengan harga yang berada di bawah Rp200 per lembar, memiliki fraksi saham Rp1 per lembar saham dan maksimal memberikan perubahan harga Rp10 per lembar saham.

Selanjutnya, untuk saham berada di atas Rp 200 per lembar dan di bawah Rp500 per lembar saham, mempunya fraksi saham Rp2 per lembar saham dengan maksimal perubahan Rp20 per lembar saham.

Selanjutnya saham di atas Rp500 per lembar saham dan di bawah Rp2.000 per lembar saham memiliki fraksi Rp 5 per lembar saham dengan maksimal perubahan Rp50 per lembar saham.

Saham dengan harga di atas Rp2.000 per lembar saham dan di bawah Rp5.000 per lembar memiliki fraksi Rp 10 per lembar saham dengan maksimal perubahan Rp100 per lembar.

Harga saham di atas Rp5.000 akan dikenai fraksi saham sebesar Rp25 per lembar dengan maksimal perubahan Rp250 per lembar.

Merujuk pada aturan yang dikeluarkan oleh pasar modal Indonesia, aturan mengenai fraksi harga ini sudah ditetapkan dan tidak dapat diganggu gugat.

Seperti yang telah dicontohkan oleh perusahaan ABCD yang memiliki aturan dalam menerapkan fraksi harga.

Jika perusahaan ABCD memiliki harga saham Rp200 per lembar, maka fraksi harga saham perusahaan ABCD akan ditambahkan Rp2 atau Rp202 per lembar saham.

Dengan begitu dalam melakukan penawaran berjenjang, tentunya perusahaan ABCD akan menerapkan harga Rp202 dengan maksimal perubahan sampai dengan kenaikan Rp20 per lembar saham atau dengan kata lain Rp520 per lembar saham.

Dengan adanya penetapan fraksi harga pada emiten tercatat di BEI, maka volatilitas perubahan harga di pasar modal tentunya akan semakin berkurang.

Penerapan fraksi harga juga tentunya akan menambah jumlah daripada partisipan masyarakat sebagai seorang investor ritel.

Dengan adanya fraksi harga tentunya dapat membuat biaya investasi di pasar modal akan semakin lebih terjangkau daripada tanpa adanya fraksi harga saham.

Artikel Terkait